Copyright © 2021 BeritaSatu
Allright Reserved

Penyuap Edhy Prabowo Mulai Jalani Hukuman di Lapas Cibinong

Selasa, 11 Mei 2021 | 11:50 WIB
Oleh : Fana F Suparman / BW
Terdakwa Direktur PT Dua Putera Perkasa Pratama (DPPP) Suharjito berjalan usai menjalani pemeriksaan di Gedung KPK, Jakarta, Rabu, 24 Maret 2021. Terdakwa Suharjito diperiksa sebagai saksi dalam kasus dugaan suap terkait perizinan ekspor benih lobster.

Jakarta, Beritasatu.com - Jaksa eksekutor Komisi Pemberantasan Korupsi (KPK) mengeksekusi pendiri PT Dua Putra Perkasa dan pemilik PT Dua Putra Perkasa Pratama (DPPP) Suharjito ke Lembaga Pemasyarakatan Klas IIA Cibinong.

Eksekusi ini dilakukan lantaran perkara suap pengurusan izin ekspor benih bening lobster atau benur yang menjerat Suharjito telah berkekuatan hukum tetap atau inkracht.

Dalam perkara tersebut, Suharjito dihukum dua tahun pidana penjara lantaran terbukti memberikan suap kepada mantan Menteri Kelautan dan Perikanan Edhy Prabowo.

"Jaksa eksekusi KPK, pada (10/5/2021) telah melaksanakan putusan PN Tipikor pada PN Jakarta Pusat Nomor: 7/Pid.Sus-TPK/2021/PN. Jkt.Pst tanggal 21 April 2021 yang berkekuatan hukum tetap dengan cara memasukkan terpidana Suharjito ke Lapas Klas IIA Cibinong untu k menjalani pidana penjara selama dua tahun dikurangi selama berada dalam tahanan," kata Plt Jubir KPK Ali Fikri, Selasa (11/5/2021).

Selain pidana badan, Suharjito juga dikenai kewajiban membayar denda sebesar Rp 250 juta dengan ketentuan apabila denda tersebut tidak dibayar, maka diganti dengan pidana kurungan selama tiga bulan.

"Kewajiban pembayaran denda sebesar Rp 250 juta tersebut, telah disetorkan melalui rekening penampungan KPK pada 5 Mei 2021," kata Ali.

Diketahui, Majelis Hakim Pengadilan Tipikor Jakarta menjatuhkan hukuman dua tahun pidana penjara dan denda Rp 250 juta subsider tiga bulan kurungan terhadap pendiri PT Dua Putra Perkasa dan pemilik PT Dua Putra Perkasa Pratama (DPPP) Suharjito.

Majelis Hakim menyatakan Suharjito terbukti secara sah dan meyakinkan memberikan suap senilai total Rp 2,1 miliar yang terdiri dari US$ 103.000 atau sekitar Rp 1,44 miliar dan Rp 706,05 juta kepada mantan Menteri Kelautan dan Perikanan Edhy Prabowo.

Suap yang diberikan Suharjito kepada Edhy secara bertahap melalui sejumlah orang itu bertujuan agar Edhy Prabowo selaku Menteri Kelautan dan Perikanan mempercepat persetujuan perizinan ekspor benih lobster atau benur di Kementerian Kelautan dan Perikanan tahun anggaran 2020.



Saksikan live streaming program-program BeritaSatu TV di sini

Sumber: BeritaSatu.com


REKOMENDASI



BERITA LAINNYA


NASIONAL | 28 September 2021

NASIONAL | 27 September 2021

NASIONAL | 27 September 2021

NASIONAL | 27 September 2021

NASIONAL | 27 September 2021

NASIONAL | 27 September 2021

NASIONAL | 27 September 2021

NASIONAL | 27 September 2021

NASIONAL | 27 September 2021

NASIONAL | 27 September 2021

BERITA TERPOPULER


#1
Ditabrak Bus yang Melaju Kencang, Wanita Pengendara Motor Tewas di Bogor

#2
BPN: Pemilik Lahan Garap Hanya Boleh Menggarap, Tidak Mendirikan Bangunan

#3
PS Pati Kalah Lawan Persis di Liga 2, Ini Kata Atta Halilintar

#4
Ini Alasan Bupati Bogor Bersikukuh Bangun Jalur Puncak 2

#5
Yusril Ajukan Judicial Review AD/ART Demokrat, SBY: Hukum Bisa Dibeli, tetapi Tidak untuk Keadilan

#6
Hasil Sementara Pemilu Jerman: Partai Merkel Kalah Tipis

#7
Panglima TNI Tidak Mau Berpolemik Soal Pernyataan Gatot Nurmantyo

#8
PSI Berhentikan Viani Limiardi Sebagai Anggota DPRD DKI dan Kader Partai

#9
Luhut: Biar Semua Dibuktikan di Pengadilan

#10
Sistem Radarnya Dihancurkan AS, Bandara Kabul Kini Siap Beroperasi Kembali

TERKINI


NASIONAL | 28 September 2021

OLAHRAGA | 28 September 2021

OLAHRAGA | 27 September 2021

MEGAPOLITAN | 27 September 2021

GAYA HIDUP | 27 September 2021

NASIONAL | 27 September 2021

KESEHATAN | 27 September 2021

KESEHATAN | 27 September 2021

OLAHRAGA | 27 September 2021

KESEHATAN | 27 September 2021