Copyright © 2021 BeritaSatu
Allright Reserved

Nasib 75 Pegawai Tak Lolos TWK, BKN Sebut Tergantung Pimpinan KPK

Selasa, 11 Mei 2021 | 15:22 WIB
Oleh : Yustinus Paat / BW
Ilustrasi Komisi Pemberantasan Korupsi

Jakarta, Beritasatu.com - Kepala Badan Kepegawaian Negara (BKN) Bima Haria Wibisana mengatakan, nasib 75 pegawai Komisi Pemberantasan Korupsi (KPK) yang tidak lolos tes wawasan kebangsaan (TWK) menjadi tanggung jawab pimpinan KPK.

Lembaganya, tutur Bima, akan melantik 1.274 pegawai yang lolos TWK menjadi aparatur sipil negara atau ASN.

Advertisement

“Keputusannya di pimpinan KPK,” ujar Bima saat dikonfirmasi, Selasa (5/11/2021).

Pelantikan 1.274 pegawai KPK yang lolos tes, kata Bima, rencananya dilakukan pada 1 Juni 2021, bertepatan dengan Hari Pancasila. BKN nantinya akan menetapkan nomor induk pegawai (NIP) bagi pegawai KPK tersebut.

“Menetapkan NIP ASN-nya. ASN harus terdaftar dan masukkan (NIP) dalam database di BKN,” tandas Bima.

Sebelumnya, Pelaksana Tugas Kepala Biro Humas, Hukum, dan Kerja BKN, Paryono menegaskan, TWK yang dilakukan bagi pegawai KPK berbeda dengan TWK yang dilakukan bagi calon pegawai negeri sipil (CPNS).

CPNS, kata Paryono, adalah entry level, sehingga soal-soal TWK yang diberikan berupa pertanyaan terhadap pemahaman akan wawasan kebangsaan.

“Sedangkan TWK bagi pegawai KPK ini dilakukan terhadap mereka yang sudah menduduki jabatan senior seperti deputi, direktur/kepala biro, kepala bagian, penyidik utama, dan lain-lain sehingga diperlukan jenis tes yang berbeda, yang dapat mengukur tingkat keyakinan dan keterlibatan mereka dalam proses berbangsa dan bernegara,” kata Paryono.

Asesmen
Dalam melakukan asesmen TWK, kata Paryono, yang diukur mencakup tiga aspek yaitu integritas, netralitas ASN, dan antiradikalisme.

Integritas dimaksudkan untuk mengukur konsistensi dalam berperilaku yang selaras dengan nilai, norma dan/atau etika organisasi/berbangsa dan bernegara.

Lalu netralitas ASN dimaksudkan untuk memastikan tindakan yang dilakukan tidak berpihak dari segala bentuk pengaruh mana pun dan tidak memihak kepada kepentingan siapa pun.

Anti radikalisme dimaksudkan untuk memastikan bahwa peserta tidak menganut paham radikalisme negatif, setia, dan taat kepada Pancasila, UUD 1945, NKRI dan pemerintahan yang sah, dan/atau tidak memiliki prinsip liberalisme yang membahayakan kelangsungan kehidupan bernegara.

“Ketiga aspek yang diukur ini merupakan sebagian dari landasan prinsip profesi ASN atau syarat seperti yang diuraikan dalam Pasal 3, 4 dan 5 UU No 5/2014 tentang Aparatur Sipil Negara dan Pasal 3 PP No 41/2020 tentang Pengalihan Pegawai KPK Menjadi Pegawai ASN,” kata dia.

Metode
Dalam melakukan asesmen TWK pegawai KPK, kata Paryono, pihaknya menggunakan metode assessment center yang juga dikenal sebagai multi-metode dan multi-asesor.

Menurut dia, metode ini bisa menjamin independensi dalam proses TWK. Dijelaskan, multi-metode adalah metode tes yang menggunakan lebih dari satu alat ukur, di mana dalam TWK ini mencakup tes tertulis Indeks Moderasi Bernegara dan Integritas (IMB68), penilaiaan rekam jejak (profiling) dan wawancara.

“Sementara multi-asesor, dalam asesmen ini asesor yang dilibatkan tidak hanya berasal dari BKN, tetapi melibatkan asesor dari instansi lain yang telah memiliki pengalaman dan yang selama ini bekerja sama dengan BKN dalam mengembangkan alat ukur tes wawasan kebangsaan seperti Dinas Psikologi TNI AD, Badan Nasional Penanggulangan Terorisme (BNPT), Bais (Badan Intelijen Strategis), dan Pusat Intelijen TNI AD,” tutur dia.

Selain itu, lanjut Paryono, dalam tiap tahapan proses asesmen ini juga dilakukan observasi oleh tim observer yang anggotanya tidak hanya berasal dari BKN, tetapi juga dari Instansi lain seperti Bais, BNPT, Pusat Intelijen TNI AD, Dinas Psikologi TNI AD dan BIN.

Objektivitas
Hal ini semua dimaksudkan untuk menjaga objektivitas hasil penilaian dan untuk mencegah adanya intervensi dalam penilaian, dan dalam penentuan hasil penilaian akhir dilakukan melalui assessor meeting.

“Karena itu, metode ini menjamin bahwa tidak ada satu orang asesor pun atau instansi yang terlibat yang bisa menentukan nilai secara mutlak sehingga independensinya tetap terjaga. Dalam pelaksanaan asesmen juga dilakukan perekaman baik secara video maupun audio untuk memastikan bahwa pelaksanaan asesmen dilakukan secara objektif, transparan dan akuntabel,” terang Paryono.

Paryono uga menjelaskan tahapan-tahapan asesmen TKW dalam rangka pengalihan pegawai KPK menjadi ASN ini sebagai berikut:
a. Persiapan yang dilakukan sejak ditetapkannya Peraturan Komisi Pemberantasan Korupsi No 1 Tahun 2021 pada 27 Februari 2021.

b. Pelaksanaan tes Indek Moderasi Bernegara (IMB-68) dan integritas
- 9 Maret-10 Maret 2021: pelaksanaan tes

- 16 Maret: tes susulan pertama bagi yang berhalangan hadir
- 8 April: tes susulan kedua
- 18 Maret-9 April: tes wawancara

c. Hasil TWK
- Dari jumlah peserta yang diusulkan untuk mengikuti asesmen sejumlah 1.357 peserta yang hadir 1.349 peserta, dan yang tidak hadir delapan peserta. Perincian delapan peserta yang tidak hadir adalah tiga peserta sedang tugas belajar di luar negeri, satu peserta telah pensiun, dua peserta mengundurkan diri, satu peserta diberhentikan sebagai pegawai KPK, dan satu peserta tanpa keterangan.

- Dari hasil asesmen TWK yang dinyatakan memenuhi syarat (MS) sejumlah 1.274 peserta, dan yang dinyatakan tidak memenuhi syarat (TMS) sejumlah 75 peserta.

d. Penyerahan hasil TWK
Penyerahan hasil telah diserahkan langsung oleh Kepala BKN kepada Sekjen KPK pada tanggal 27 April 2021 di Kantor Kementerian PAN dan RB yang antara lain disaksikan oleh Menteri PAN dan RB, Ketua KPK dan Para Wakil Ketua serta Dewas KPK, Ketua KASN, dan para JPT Madya dari KemenpanRB, BKN, LAN dan ANRI.



Saksikan live streaming program-program BeritaSatu TV di sini

Sumber: BeritaSatu.com


REKOMENDASI



BERITA LAINNYA


NASIONAL | 11 Mei 2021

NASIONAL | 11 Mei 2021

NASIONAL | 11 Mei 2021

NASIONAL | 11 Mei 2021

NASIONAL | 11 Mei 2021

NASIONAL | 11 Mei 2021

NASIONAL | 11 Mei 2021

NASIONAL | 11 Mei 2021

NASIONAL | 11 Mei 2021

NASIONAL | 11 Mei 2021

BERITA TERPOPULER


#1
Kartu Vaksin Kini Jadi Persyaratan Kegiatan Warga

#2
Olimpiade Tokyo: Kejutan, Rahmat Erwin Abdullah Sabet Perunggu Angkat Besi

#3
Update Covid-19, Tambah 43.856 Total Kesembuhan Jadi 2,64 Juta Orang

#4
Akidi Tio Sumbang Rp 2 Triliun untuk Tangani Covid-19, Bagaimana Ketentuan OJK?

#5
Wali Kota Bekasi Minta Satgas Pamor RW dan Puskesmas Lebih Responsif

#6
Olimpiade Tokyo 2020: Tersingkir, Marcus/Kevin: Kami Mendapat Banyak Tekanan

#7
Data Kasus Aktif Covid-19 sampai 28 Juli 2021

#8
Olimpiade Tokyo: Bikin Tegang, Marcus/Kevin Akhirnya Terhenti di Perempat Final

#9
Jumlah Pasien Sembuh Covid-19 di Jakarta Dua Kali Lipat Kasus Positif

#10
Olimpiade Tokyo: Lolos Semifinal, Hendra/Ahsan Jaga Asa Emas

TERKINI


EKONOMI | 29 Juli 2021

EKONOMI | 29 Juli 2021

NASIONAL | 29 Juli 2021

EKONOMI | 29 Juli 2021

MEGAPOLITAN | 29 Juli 2021

MEGAPOLITAN | 29 Juli 2021

DIGITAL | 29 Juli 2021

NASIONAL | 29 Juli 2021

OLAHRAGA | 29 Juli 2021

NASIONAL | 29 Juli 2021