Copyright © 2021 BeritaSatu
Allright Reserved

Vendor Bansos Mengaku Diminta Uang Oleh Eks Pejabat Kemsos

Senin, 14 Juni 2021 | 23:59 WIB
Oleh : Fana F Suparman / FMB
Terdakwa kasus korupsi Bantuan Sosial (Bansos) Covid-19 Matheus Joko Santoso mengikuti sidang lanjutan di Pengadilan Tipikor, Jakarta, Rabu, 2 Juni 2021.

Jakarta, Beritasatu.com - Saksi yang dihadirkan dalam persidangan perkara dugaan suap pengadaan bantuan sosial (bansos) Covid-19 untuk wilayah Jabodetabek mengaku pernah diminta uang oleh pejabat pembuat komitmen Kementerian Sosial (PPK Kemsos) Matheus Joko Santoso.

Kedua saksi, yakni, Letkol Irman Putra yang merupakan Irwasus Inspektorat Babinkum TNI, diperbantukan Ketua Pusat Koperasi Yustisia Adil Makmur dan Komisaris PT Aditama Energi Kuntomo Jenawi mengaku menyerahkan uang kepada Matheus dengan harapan perusahaannya terpilih menjadi vendor bansos.

Advertisement

Irman menyampaikan, Koperasi Yustisia Adil Makmur mendapat kuota bansos tiga kali pada tahap 5,6, dan 7 dengan total mendapat kuota 100.000 paket. Setelah mendapat kuota itu, Irman mengaku diminta Matheus Joko Santoso menyerahkan fee bansos. Diungkapkan, dengan menyerahkan uang tersebut, Kemsos akan memberikan Koperasi Yustisia Adil Makmur kuota paket bansos.

"Bahwa benar saya pernah dipaksa Matheus Joko untuk memberi Rp 250 juta atas kuota koperasi. Akhirnya karena koperasi dapat kerja akhirnya saya berikan Rp 250 juta di Cafe Bale Bengong, saya berikan uang Rp 250 juta dengan harapan koperasi dapat pekerjaan bansos. Namun ternyata nihil, setelah tiga kali putaran koperasi tidak mendapatkan lagi," kata jaksa membaca BAP Irman dalam persidangan di Pengadilan Tipikor Jakarta, Senin (14/6/2021).

"Benar, cuma penyerahan di Kemsos Cawang," kata Irman.

Irman mengatakan, sebenarnya Joko tidak mematok jumlah uang. Namun, setelah memberikan uang Rp 250 juta, Joko justru menghilang bahkan menghindar ketika ditanya masalah jatah kuota koperasi.

"Nggak ada patokan, cuma saya nggak mau kasih, kemudian dijanjikan ada SPK. Setelah diserahkan kemudian ternyata nggak ada kita hubungi, datangi ke kantor menghindar," ungkap Irman.

Lantaran terus mengejar dan mempertanyakan kuota Kemsos, Joko akhirnya mengembalikan separuh uang yang diberikan Irman.

"Kemudian lebih satu bulan dia kembalikan dananya yang dia minta. Dia kembalikan Rp 100 juta, saya yang minta dikembalikan aja," kata Irman.

Selain Irman, saksi lainnya, Kuntomo Jenawi mengaku memberikan uang SGD 8.000 ke Matheus Joko. Berbeda dengan Irman, Kunto mengaku tidak pernah diminta memberi fee oleh Joko.

Uang yang diberikan Kunto ke Joko adalah uang tanda terima kasih. Uang itu diserahkan di Kemsos Cawang langsung kepada Joko.

"Nggak ada bicara (fee) ke saya tapi di BAP saya katakan ada memberi uang ke Matheus Joko Santoso sebagai terima kasih senilai SGD 8.000 (setara) sekitar Rp 90 juta," ujar Kuntomo.

Kuntomo memberikan fee setelah dia mengerjakan 42.559 paket bansos dengan nilai kontrak Rp 12 miliar. Dia mengerjakan proyek bansos dengan meminjam bendera perusahaan PT Darma Lantara.

"Saya hubungi Joko 'Mas ada waktu? Saya mau ketemu sowan, saya thank you, saya tanya gimana bisa dapat lagi nggak, gitu aja," beber Kuntomo.

"Saya berharap dapat PO berikutnya, (kenyataannya) tidak, alasannya vendor terlalu banyak, kuotanya terbatas," katanya.

Diketahui, Jaksa KPK mendakwa mantan Mensos Juliari P. Batubara menerima suap sebesar Rp32,48 miliar dari para vendor atau pengusaha yang menggarap proyek pengadaan Bansos untuk penanganan Covid-19.

Uang suap yang diterima Juliari Batubara melalui Adi Wahyono dan Matheus Joko Santoso itu berkaitan dengan penunjukan sejumlah perusahaan penggarap proyek bansos Covid-19, seperti PT Pertani, PT Mandala Hamonganan Sude dan PT Tigapilar Agro Utama serta sejumlah vendor lainnya.



Saksikan live streaming program-program BeritaSatu TV di sini

Sumber: BeritaSatu.com


REKOMENDASI



BERITA LAINNYA


NASIONAL | 15 Juni 2021

NASIONAL | 15 Juni 2021

NASIONAL | 15 Juni 2021

NASIONAL | 15 Juni 2021

NASIONAL | 15 Juni 2021

NASIONAL | 15 Juni 2021

NASIONAL | 15 Juni 2021

NASIONAL | 15 Juni 2021

NASIONAL | 14 Juni 2021

NASIONAL | 14 Juni 2021

BERITA TERPOPULER


#1
Kartu Vaksin Kini Jadi Persyaratan Kegiatan Warga

#2
Olimpiade Tokyo: Kejutan, Rahmat Erwin Abdullah Sabet Perunggu Angkat Besi

#3
Update Covid-19, Tambah 43.856 Total Kesembuhan Jadi 2,64 Juta Orang

#4
Akidi Tio Sumbang Rp 2 Triliun untuk Tangani Covid-19, Bagaimana Ketentuan OJK?

#5
Wali Kota Bekasi Minta Satgas Pamor RW dan Puskesmas Lebih Responsif

#6
Olimpiade Tokyo 2020: Tersingkir, Marcus/Kevin: Kami Mendapat Banyak Tekanan

#7
Data Kasus Aktif Covid-19 sampai 28 Juli 2021

#8
Olimpiade Tokyo: Bikin Tegang, Marcus/Kevin Akhirnya Terhenti di Perempat Final

#9
Jumlah Pasien Sembuh Covid-19 di Jakarta Dua Kali Lipat Kasus Positif

#10
Olimpiade Tokyo: Lolos Semifinal, Hendra/Ahsan Jaga Asa Emas

TERKINI


EKONOMI | 29 Juli 2021

EKONOMI | 29 Juli 2021

EKONOMI | 29 Juli 2021

NASIONAL | 29 Juli 2021

EKONOMI | 29 Juli 2021

MEGAPOLITAN | 29 Juli 2021

MEGAPOLITAN | 29 Juli 2021

DIGITAL | 29 Juli 2021

NASIONAL | 29 Juli 2021

OLAHRAGA | 29 Juli 2021