Copyright © 2021 BeritaSatu
Allright Reserved

KPK Jadwalkan Periksa Direktur Utama PT Asuransi Jasindo Syariah

Selasa, 15 Juni 2021 | 12:22 WIB
Oleh : Fana F Suparman / BW
Ilustrasi Komisi Pemberantasan Korupsi

Jakarta, Beritasatu.com - Tim penyidik Komisi Pemberantasan Korupsi (KPK) menjadwalkan memeriksa Direktur Utama PT Asuransi Jasindo Syariah Saparudin, Selasa (15/6/2021).

Saparudin bakal diperiksa sebagai saksi kasus dugaan korupsi terkait pembayaran komisi kegiatan fiktif agen PT Asuransi Jasindo (Persero) dalam penutupan (closing) asuransi oil dan gas pada BP Migas-KKKS Tahun 2010-2012 dan Tahun 2012-2014.

Advertisement

Dalam kasus ini, KPK telah menetapkan Direktur Keuangan PT Asuransi Jasindo tahun 2011-2016 Solihah dan pemilik PT Ayodya Multi Sarana (AMS) Kiagus Emil Fahmy Cornain.

"Hari ini pemeriksaan saksi Saparudin, Direktur Utama PT Jasindo Syariah," kata Plt Juru Bicara KPK Ali Fikri dalam keterangannya, Selasa (15/6/2021).

Advertisement

Penetapan tersangka terhadap Solihah dan Kiagus merupakan pengembangan dari kasus yang sama yang telah menjerat mantan Dirut Jasindo, Budi Tjahjono.

Majelis Hakim Pengadilan Tipikor telah menjatuhkan hukuman 7 tahun pidana penjara dan denda Rp 300 juta subsider 3 bulan kurungan terhadap Budi. Tak hanya pidana penjara dan denda, Majelis Hakim juga menjatuhkan pidana tambahan berupa pembayaran uang pengganti sebesar Rp 6 miliar dan US$ 462.795 dikurangi dengan uang yang telah dikembalikan saat proses penyidikan sebesar Rp 1 miliar.

Kasus korupsi ini bermula dari keinginan Budi menjadikan Jasindo sebagai leader konsorsium dalam penutupan asuransi proyek dan aset BP Migas-KKKS tahun 2009-2012.

Untuk memenuhi keinginan tersebut, Budi dengan dibantu Kiagus melobi sejumlah pejabat di BP Migas. Atas bantuan Kiagus, Budi selanjutnya memberikan sejumlah uang dengan memanipulasi cara perolehannya seolah-olah menggunakan jasa agen asuransi bernama Iman Tauhid Khan, anak buah Kiagus.

Sehingga, terjadi pembayaran komisi agen dari PT Asuransi Jasindo kepada Iman sebanyak Rp 7,3 miliar. Padahal terpilihnya PT Jasindo sebagai leader dalam konsorsium penutupan asuransi di BP Migas melalui beauty contest tidak menggunakan agen.

Dari uang sejumlah Rp 7,3 miliar itu, sebanyak Rp 6 miliar diserahkan Kiagus kepada Budi. Adapun Rp 1,3 miliar sisanya digunakan untuk kepentingan Kiagus.

Menindaklanjuti perintah Budi agar PT Jasindo tetap menjadi leader konsorsium dalam penutupan asuransi proyek dan aset BP Migas-KKKS tahun 2012-2014, dilakukan rapat direksi yang di antaranya dihadiri oleh Solihah selaku Direktur Keuangan PT Asuransi Jasindo.

Dalam rapat direksi tersebut diputuskan tidak lagi menggunakan agen Iman. Agen diganti dengan Supomo Hidjazie dan disepakati untuk pemberian komisi agen dari Supomo dikumpulkan melalui Solihah.

Dalam proses pengadaan penutupan asuransi proyek dan aset BP Migas-KKKS tahun 2012-2014 tersebut, Budi tetap menggunakan modus seolah-olah pengadaan tersebut didapatkan atas jasa agen asuransi Supomo tersebut dengan pembayaran komisi sejumlah US$ 600.000. Kemudian uang tersebut diberikan secara bertahap oleh Supomo kepada Budi melalui Solihah. Pembagiannya antara lain US$ 400.000 untuk keperluan pribadi Budi, sementara sisanya US$ 200.000 untuk keperluan Solihah.



Saksikan live streaming program-program BeritaSatu TV di sini

Sumber: BeritaSatu.com


REKOMENDASI



BERITA LAINNYA


NASIONAL | 17 September 2021

NASIONAL | 17 September 2021

NASIONAL | 17 September 2021

NASIONAL | 17 September 2021

NASIONAL | 17 September 2021

NASIONAL | 17 September 2021

NASIONAL | 17 September 2021

NASIONAL | 17 September 2021

NASIONAL | 17 September 2021

NASIONAL | 17 September 2021

BERITA TERPOPULER


#1
Ricky Vinando Ungkap Petunjuk Penting Pelaku Pembunuhan Ibu-Anak di Subang

#2
Ini 6 Tren Percakapan di Twitter Indonesia Selama 3 Tahun Terakhir

#3
Ganjil Genap Diberlakukan di Ancol dan Taman Mini

#4
Gabung Partai Emas, Sonny Tulung Dipercaya Jadi Wakil Ketua Umum

#5
Alex Noerdin Jadi Tersangka dan Ditahan, Golkar Prihatin

#6
Alex Noerdin dan Muddai Madang Ditahan di Rutan Salemba

#7
Mendikbudristek Nadiem Makarim Menginap di Rumah Guru untuk Belajar

#8
Pelabuhan Merak - Bakauheni Jadi Pilot Project Penyediaan Tempat Promosi dan Pengembangan UMKM

#9
Jenazah Gabriella Belum Berhasil Dievakuasi dari Jurang di Kiwirok

#10
KKB Bakar Puskesmas dan Tempat Tinggal Nakes di Kiriwok, Papua

TERKINI


MEGAPOLITAN | 17 September 2021

EKONOMI | 17 September 2021

MEGAPOLITAN | 17 September 2021

EKONOMI | 17 September 2021

MEGAPOLITAN | 17 September 2021

BERITA GRAFIK | 17 September 2021

BERITA GRAFIK | 17 September 2021

BOLA | 17 September 2021

EKONOMI | 17 September 2021

MEGAPOLITAN | 17 September 2021