Copyright © 2021 BeritaSatu
Allright Reserved

Sidang Perkara Suap Bansos, Anak Buah Juliari Ajukan Justice Collaborator

Selasa, 15 Juni 2021 | 17:00 WIB
Oleh : Fana F Suparman / CAR
Terdakwa kasus korupsi Bantuan Sosial (Bansos) Covid-19 Matheus Joko Santoso mengikuti sidang lanjutan di Pengadilan Tipikor, Jakarta, Rabu, 2 Juni 2021.

Jakarta, Beritasatu.com - Mantan pejabat pembuat komitmen (PPK) Kementerian Sosial (Kemsos), Matheus Joko Santoso mengajukan diri sebagai justice collaborator (JC). Diketahui, Matheus merupakan terdakwa perkara dugaan suap pengadaan bantuan sosial (bansos) Covid-19 untuk wilayah Jabodetabek.

Pengajuan diri sebagai pelaku yang bekerja sama dengan penegak hukum ini disampaikan Matheus melalui kuasa hukumnya, Tangguh Setiawan Sirait dalam persidangan di Pengadilan Tipikor Jakarta, Selasa (15/6/2021).

“Izin yang mulia ingin mengajukan permohonan JC Yang Mulia dari terdakwa Matheus Joko,” kata Tangguh kepada Majelis Hakim.

Tangguh kemudian menyerahkan surat pengajuan JC kepada Majelis Hakim. Tim Jaksa Penuntut Komisi Pemberantasan Korupsi (KPK) akan menanggapi permohonan Matheus Joko tersebut dalam sidang dengan agenda tuntutan.

Usai persidangan, Tangguh Setiawan menjelaskan alasan kliennya mengajukan diri sebagai JC. Tangguh mengatakan kliennya merasa dimanfaatkan oleh mantan Menteri Sosial (Mensos) Juliari P Batubara yang juga terdakwa perkara suap ini.

Matheus Joko, kata Tangguh hanya menjalankan perintah Juliari, termasuk untuk memungut fee sebesar Rp 10.000 per paket dari para vendor yang menggarap bansos.

“Kurang lebih karena ini sifatnya hanya diperintah, maka dari situ saya meyakinkan klien saya Pak Matheus Joko untuk mengajukan JC dan membuka seluruhnya apa saja yang sebenarnya terjadi di Kementerian Sosial ketika itu,” ucap Tangguh.

Tangguh menyebut kliennya sudah mengajukan diri sebagai JC sejak 1 April 2021. Pengajuan JC disampaikan kepada KPK.

“Sebenarnya 1 April sudah kami ajukan ke KPK, hanya di Pengadilan kami melihat dulu, kami ingin yakinkan hakim dan jaksa bahwa memang kami konsisten membuka satu per satu fakta di persidangan ini,” ucap Tangguh.

Tangguh berharap tim Jaksa Penuntut KPK dan Majelis Hakim Pengadilan Tipikor mengabulkan permohonan JC yang diajukan kliennya. Tangguh menyatakan Matheus Joko siap berkomitmen dengan status JC, termasuk membantu membongkar pihak yang diduga terlibat dalam perkara ini.

“Sebenarnya alasan simpelnya karena kita ingin dapat keadilan, biar bagaimanapun dari awal persidangan saya sampaikan Pak Matheus Joko ini hanya menjalankan, pemberi perintah, perintah dari Pak Menteri,” kata Tangguh.

Diketahui, Jaksa KPK mendakwa Matheus dan Adi Wahyono menerima suap bersama Juliari. Adi dan Joko didakwa berperan mengumpulkan fee dari para vendor dan menyerahkannya ke Juliari. Total suap yang diterima Juliari berdasarkan dakwaan jaksa KPK mencapai Rp 32,482 miliar.

Uang suap yang diterima Juliari melalui Adi dan Matheus itu berkaitan dengan penunjukan sejumlah perusahaan penggarap proyek bansos Covid-19, seperti PT Pertani, PT Mandala Hamonganan Sude dan PT Tigapilar Agro Utama serta sejumlah vendor lainnya.



Saksikan live streaming program-program BeritaSatu TV di sini

Sumber: BeritaSatu.com


REKOMENDASI



BERITA LAINNYA


NASIONAL | 28 September 2021

NASIONAL | 27 September 2021

NASIONAL | 27 September 2021

NASIONAL | 27 September 2021

NASIONAL | 27 September 2021

NASIONAL | 27 September 2021

NASIONAL | 27 September 2021

NASIONAL | 27 September 2021

NASIONAL | 27 September 2021

NASIONAL | 27 September 2021

BERITA TERPOPULER


#1
Ditabrak Bus yang Melaju Kencang, Wanita Pengendara Motor Tewas di Bogor

#2
BPN: Pemilik Lahan Garap Hanya Boleh Menggarap, Tidak Mendirikan Bangunan

#3
PS Pati Kalah Lawan Persis di Liga 2, Ini Kata Atta Halilintar

#4
Ini Alasan Bupati Bogor Bersikukuh Bangun Jalur Puncak 2

#5
Yusril Ajukan Judicial Review AD/ART Demokrat, SBY: Hukum Bisa Dibeli, tetapi Tidak untuk Keadilan

#6
Hasil Sementara Pemilu Jerman: Partai Merkel Kalah Tipis

#7
Panglima TNI Tidak Mau Berpolemik Soal Pernyataan Gatot Nurmantyo

#8
PSI Berhentikan Viani Limiardi Sebagai Anggota DPRD DKI dan Kader Partai

#9
Luhut: Biar Semua Dibuktikan di Pengadilan

#10
Sistem Radarnya Dihancurkan AS, Bandara Kabul Kini Siap Beroperasi Kembali

TERKINI


OLAHRAGA | 28 September 2021

NASIONAL | 28 September 2021

OLAHRAGA | 28 September 2021

OLAHRAGA | 27 September 2021

MEGAPOLITAN | 27 September 2021

GAYA HIDUP | 27 September 2021

NASIONAL | 27 September 2021

KESEHATAN | 27 September 2021

KESEHATAN | 27 September 2021

OLAHRAGA | 27 September 2021