Copyright © 2021 BeritaSatu
Allright Reserved

Indeks Perilaku Antikorupsi 2021 Masih di Bawah Target PRJMN

Selasa, 15 Juni 2021 | 17:02 WIB
Oleh : Herman / EHD
Kepala BPS Suhariyanto memaparkan hasil Survei Angkatan Kerja Nasional (Sakernas) bulan Agustus 2020, Senin (23/11/2020).

Jakarta, Beritasatu.comBadan Pusat Statistik (BPS) kembali melaksanakan Survei Perilaku Antikorupsi (SPAK), yang bertujuan untuk mengukur tingkat permisifitas masyarakat terhadap perilaku antikorupsi dengan menggunakan Indeks Perilaku Anti Korupsi (IPAK).

Survei ini hanya mengukur perilaku masyarakat dalam tindakan korupsi skala kecil (petty corruption) dan tidak mencakup korupsi skala besar (grand corruption).

Advertisement

Kepala BPS Suhariyanto menyampaikan, IPAK disusun berdasarkan dua dimensi, yaitu dimensi persepsi dan dimensi pengalaman. Dimensi persepsi berupa penilaian/pendapat terhadap kebiasaan perilaku antikorupsi di masyarakat. Sementara itu, dimensi pengalaman berupa pengalaman antikorupsi yang terjadi di masyarakat.

Pada 2020 ini, IPAK Indonesia sebesar 3,88 pada skala 0 sampai 5. Angka ini lebih tinggi 0,04 poin dibandingkan capaian tahun 2020 yang sebesar 3,84.

Nilai indeks semakin mendekati 5 menunjukkan bahwa masyarakat berperilaku semakin antikorupsi, sebaliknya nilai IPAK yang semakin mendekati 0 menunjukkan bahwa masyarakat berperilaku semakin permisif terhadap korupsi.

“Indeks perilaku antiKorupsi selama empat tahun terakhir menunjukkan pola yang semakin meningkat, dan di 2021 naik 0,04 poin dibandingkan tahun sebelumnya. Hal ini menunjukkan penduduk Indonesia semakin antikorupsi. Namun capaian IPAK 3,88 ini masih di bawah target RPJMN 2021 yang sebesar 4.03,” kata Suhariyanto dalam pemaparan IPAK 2021, Selasa (15/6/2021).

Jika dilihat dari dimensinya, Suhariyanto menyampaikan pada 2021 ini nilai indeks persepsi sebesar 3,83, naik sebesar 0,15 poin dibandingkan Indeks Persepsi tahun 2020 yang sebesar 3,68.

Sedangkan indeks pengalaman tahun 2021 sebesar 3,90, relatif sama dengan indeks pengalaman tahun 2020 yang sebesar 3,91.

“Persepsi masyarakat terhadap korupsi pada 2021 meningkat karena didorong peningkatan persepsi nilai-nilai antikorupsi di lingkup keluarga dan komunitas. Sedangkan pengalaman masyarakat terhadap korupsi pada 2021 mengalami sedikit penurunan. Penurunan terjadi pada sub dimensi pengalaman masyarakat mengakses layanan publik,” terang Suhariyanto.



Saksikan live streaming program-program BeritaSatu TV di sini

Sumber: BeritaSatu.com


BERITA LAINNYA


NASIONAL | 15 Juni 2021

NASIONAL | 15 Juni 2021

NASIONAL | 15 Juni 2021

NASIONAL | 15 Juni 2021

NASIONAL | 15 Juni 2021

NASIONAL | 15 Juni 2021

NASIONAL | 15 Juni 2021

NASIONAL | 15 Juni 2021

NASIONAL | 15 Juni 2021

NASIONAL | 15 Juni 2021

BERITA TERPOPULER


#1
Sumbangan Rp 2 T Akidi Tio Harus Diketahui Sumber Dananya

#2
Kartu Vaksin Kini Jadi Persyaratan Kegiatan Warga

#3
Olimpiade Tokyo: Kejutan, Rahmat Erwin Abdullah Sabet Perunggu Angkat Besi

#4
Update Covid-19, Tambah 43.856 Total Kesembuhan Jadi 2,64 Juta Orang

#5
Akidi Tio Sumbang Rp 2 Triliun untuk Tangani Covid-19, Bagaimana Ketentuan OJK?

#6
Wali Kota Bekasi Minta Satgas Pamor RW dan Puskesmas Lebih Responsif

#7
Data Kasus Aktif Covid-19 sampai 28 Juli 2021

#8
Olimpiade Tokyo: Bikin Tegang, Marcus/Kevin Akhirnya Terhenti di Perempat Final

#9
Jumlah Pasien Sembuh Covid-19 di Jakarta Dua Kali Lipat Kasus Positif

#10
Olimpiade Tokyo: Tersingkir, Kento Momota Sulit Terima Kenyataan

TERKINI


MEGAPOLITAN | 29 Juli 2021

DIGITAL | 29 Juli 2021

NASIONAL | 29 Juli 2021

OLAHRAGA | 29 Juli 2021

EKONOMI | 29 Juli 2021

EKONOMI | 29 Juli 2021

NASIONAL | 29 Juli 2021

EKONOMI | 29 Juli 2021

EKONOMI | 29 Juli 2021

EKONOMI | 29 Juli 2021