Copyright © 2021 BeritaSatu
Allright Reserved

Setahun 14 Ton Sabu Beredar di Indonesia, Peran Pemuda Dinilai Penting Perangi Narkoba

Selasa, 15 Juni 2021 | 22:36 WIB
Oleh : Carlos KY Paath / CAR
Kapolri Jenderal Listyo Sigit Prabowo (tengah), bersama Kepala Badan Narkotika Nasional (BNN) Komjen Pol Petrus Reinhard Golose (kiri), dan Kabareskrim Polri Komjen Agus Andrianto (kanan), dalam pengungkapan kasus narkoba di Polda Metro Jaya, Jakarta, Senin 14 Juni 2021. BeritaSatuPhoto/Joanito De Saojoao.

Jakarta, Beritasatu.com - Deputi Pencegahan Badan Narkotika Nasional (BNN), Sufyan Syarif mengungkap bahwa narkotika jenis sabu yang beredar di Indonesia rata-rata berjumlah 14 ton per tahun. Tahun ini aparat penegak hukum telah mengungkap sekitar 5 ton lebih sabu, baik yang dilakukan oleh BNN maupun kepolisian.

“Kami, BNN tiap tahun melakukan penelitian, rata-rata 14 ton sabu beredar di tengah-tengah masyarakat. Jika harga sabu per gram berkisar antara Rp 1,5 hingga Rp 2 juta, berapa jumlah kerugian sosial ekonomi kita akibat sabu? Ini baru sabu,” kata Sufyan dalam keterangannya, Selasa (15/6/2021).

Advertisement

Sufyan telah menyampaikan itu dalam kegiatan Pelatihan dan Pembentukan Kader Inti Pemuda Anti Narkoba (KIPAN) di Jakarta, Senin (14/6/2021). Sufyan mengatakan Indonesia merupakan pasar terbesar peredaran narkotika di Asia Tenggara. Berbagai jaringan internasional menjadikan Indonesia sebagai pangsa pasar strategis, karena memiliki penduduk lebih dari 250 juta jiwa.

“Indonesia ini pangsa pasar sangat besar, karena itu jadi incaran sindikat internasional. Sindikat dari Iran, Tiongkok, Myanmar, Hongkong,” kata Sufyan.

Menurut Sufyan, untuk mengantisipasi peredaran narkoba yang semakin marak, perlu dilakukan penguatan di masyarakat, khususnya pemuda.

“Penguatan masyarakat harus terus digencarkan, pulau-pulau harus dijaga ketat. Karena aparat penegak hukum terbatas, disinilah kita membutuhkan peran serta aktif pemuda KIPAN untuk menjadi agen pencegahan,” ujar Sufyan.

Sementara itu, Deputi Pemberdayaan Pemuda Kementerian Pemuda dan Olahraga (Kempora) Faisal Abdullah menegaskan pihaknya berkomitmen untuk menjaga generasi muda dari bahaya narkoba. Salah satunya, yaitu melalui Pelatihan dan Pembentukan KIPAN yang berlangsung secara virtual sejak 9-19 Juni 2021.

“Sejak 2016-2021 kami bentuk kader pemuda anti narkoba, sampai saat ini sudah 74.000 lebih kader yang terbentuk. Tahun ini, kami melatih dan membentuk 3.400 kader yang merupakan perwakilan 34 provinsi,” ujar Faisal.

Faisal mewanti-wanti kepada KIPAN untuk menjadi garda terdepan dalam rangka meningkatkan kewaspadaan dan kesadaran masyarakat terhadap bahaya narkoba.

“KIPAN dibentuk bukan seperti polisi yang menangkap pengedar, tapi ditujukan untuk menjadi agen pencegahan, agar masyarakat kita semakin waspada dan pemahaman bahaya narkoba meningkat, sehingga diharapkan dapat menekan peredaran dan menjaga generasi bangsa dari tertular menggunakan narkoba,” tegas Faisal.

Menyikapi peran strategis KIPAn, Ketua MPN KIPAN Asep Sabali menyatakan siap menggerakkan seluruh potensi sumber daya kader dalam mewujudkan Indonesia bersih narkoba.

“Saat ini telah terbentuk Kader Inti Pemuda Anti Narkoba di 34 provinsi, dengan jumlah kader mencapai 75.000 lebih. Kita akan bersinergi dengan pemerintah untuk penanggulangan bahaya Narkoba dalam rangka mendukung pelaksanaan Inpres Nomor 2 Tahun 2020 tentang Rencana Aksi Nasional P4GN,” kata Asep.

Asep juga mengingatkan kepada KIPAN yang tersebar di seluruh Indonesia untuk mengampanyekan perang terhadap narkoba.

“Sebagai kader inti, kita tidak hanya cukup mengatakan say no to drugs, tetapi harus berani dan komitmen menyatakan dan mengkampanyekan war on drugs di tengah-tengah masyarakat,” tegas Asep.



Saksikan live streaming program-program BeritaSatu TV di sini

Sumber: BeritaSatu.com


REKOMENDASI



BERITA LAINNYA


NASIONAL | 17 September 2021

NASIONAL | 17 September 2021

NASIONAL | 17 September 2021

NASIONAL | 17 September 2021

NASIONAL | 17 September 2021

NASIONAL | 17 September 2021

NASIONAL | 17 September 2021

NASIONAL | 17 September 2021

NASIONAL | 17 September 2021

NASIONAL | 17 September 2021

BERITA TERPOPULER


#1
Nakes Gabriella Tewas di Jurang dalam Insiden Serbuan KKB di Kiwirok, Papua

#2
Ricky Vinando Ungkap Petunjuk Penting Pelaku Pembunuhan Ibu-Anak di Subang

#3
Ini 6 Tren Percakapan di Twitter Indonesia Selama 3 Tahun Terakhir

#4
Beredar Ajakan untuk Daftar Vaksin Nusantara ke Prof Nidom, Ini Penjelasan Kemkes

#5
Erick Thohir: Tidak Ada Tempat bagi Radikalisme di Tubuh BUMN

#6
Update Covid-19: Kasus Aktif Tersisa 73.238 dan Positivity Rate Naik Lagi 5,74%

#7
PN Jakpus Nyatakan Jokowi dan Anies Melakukan Perbuatan Melawan Hukum Terkait Polusi Udara

#8
Alex Noerdin Jadi Tersangka dan Ditahan, Golkar Prihatin

#9
Alex Noerdin dan Muddai Madang Ditahan di Rutan Salemba

#10
Pelabuhan Merak - Bakauheni Jadi Pilot Project Penyediaan Tempat Promosi dan Pengembangan UMKM

TERKINI


DUNIA | 17 September 2021

EKONOMI | 17 September 2021

EKONOMI | 17 September 2021

HIBURAN | 17 September 2021

DUNIA | 17 September 2021

NASIONAL | 17 September 2021

MEGAPOLITAN | 17 September 2021

POLITIK | 17 September 2021

NASIONAL | 17 September 2021

KESEHATAN | 17 September 2021