Copyright © 2021 BeritaSatu
Allright Reserved

Pengamat Kritisi Lelang Aset Kasus Jiwasraya dan Asabri

Selasa, 15 Juni 2021 | 22:49 WIB
Oleh : Fana F Suparman / CAR
Ilustrasi

Jakarta, Beritasatu.com - Peneliti dari Lokataru Foundation, Nurkholis Hidayat mengkritisi langkah Kejaksaan Agung (Kejagung) melelang aset perkara dugaan korupsi PT Asabri dan PT Asuransi Jiwasraya. Hal ini lantaran, aksi lelang tersebut dilakukan Korps Adhyaksa dengan hanya merujuk kepada Pasal 45 Kitab Undang-Undang Hukum Acara Pidana (KUHAP), yang terbebani biaya pemeliharaan aset sitaan.

Akibatnya, banyak keberatan yang diajukan kepasa Pengadilan Tipikor atas upaya paksa yang umumnya didasarkan pada ketidakhati-hatian penyidik dalam memisahkan aset mana saja yang terkait atau tidak terkait kasus yang disidik.

Advertisement

“Keberatan tersebut tidak saja berasal dari para tersangka, tetapi juga pihak ketiga lain (yang beritikad baik) yang terkena dampak penyitaan, seperti yang dialami pemilik rekening efek dan ribuan nasabah dan pemegang polis asuransi PT Asuransi Jiwa Wanaartha,” kata Nurkholis di Jakarta, Selasa (15/6/2021).

Menurutnya, kegagalan kejaksaan dalam melakukan verifikasi atas aset yang disita atau dirampas akan memberikan dampak sistemik para investor pasar modal dan konsumen bisnis asuransi.

“Di sisi lain, praktik penyitaan dan perampasan aset dalam kasus Jiwasraya yang dipenuhi oleh gugatan dari pihak ketiga juga telah membuka fakta adanya celah hukum berkaitan dengan dampak dan konsistensi putusan, serta hukum acara, yang keseluruhannya memberi jalan pada semakin pentingnya penyelesaian RUU Perampasan Aset,” ujar Nurkholis.

Fakta persidangan yang selama ini terungkap pun justru berkebalikan dengan dakwaan jaksa penuntut umum (JPU). Komisaris Utama PT Trada Alam Minera, Heru Hidayat dan Direktur PT Maxima Integra, Joko Hartono Tirto dalam kesaksiannya, bahkan mengaku tidak mengenal, tidak pernah berkomunikasi maupun bertemu dengan terdakwa lain, apalagi membuat kesepakatan untuk tidak memberi sanksi pada produk MI.

Nurkholis pun memberikan yurisprudensi kasus pasar modal serupa, yakni pada putusan kasasi mantan Dirut PT Pertamina Karen Agustiawan, Karen Agustiawan. Mahkamah Agung (MA) menyatakan kerugian karena penurunan nilai saham (impairment) bukanlah kerugian nyata.

“MA memandang bahwa sifat dari kerugian ini bersifat temporer, yang dipengaruhi oleh fluktuatifnya nilai saham. Karena itu, kerugian ini dianggap sebagai kerugian yang tidak riil atau unrealized loss,” katanya.

“Jika setiap penurunan saham-saham perusahaan yang dibeli oleh perusahaan BUMN berkonsekuensi pada lahirnya perbuatan pidana, tentu para manager investasi akan berpikir seribu kali untuk bersedia mengelola investasi perusahaan BUMN di pasar modal Indonesia,” imbuh Nurkholis.

Sementara itu, pakar hukum tata negara Margarito Kamis meminta jaksa untuk taat pada undang-undang (UU) dalam menyita dan mengembalikan seluruh aset terdakwa yang tidak berkaitan dengan pidana kasus tersebut, yakni aset yang bukan dikenakan penyitaan. Benda-benda yang dapat disita diketahui diatur dalam Pasal 39 KUHAP.

“Jaksa tidak punya pilihan lain selain tunduk sepenuhnya pada UU tersebut. Konsekuensinya jika lelang tetap dilakukan dan bila putusan ini inkracht, maka jaksa tidak punya pilihan lain selain harus kembalikan seluruh barang dan uang yang disita,” kata Margarito.

“Jangan sampai para penegak hukum melakukan abuse of power dalam kasus Jiwasraya dan Asabri ini,” demikian Margarito.



Saksikan live streaming program-program BeritaSatu TV di sini

Sumber: BeritaSatu.com


REKOMENDASI



BERITA LAINNYA


NASIONAL | 17 September 2021

NASIONAL | 17 September 2021

NASIONAL | 17 September 2021

NASIONAL | 17 September 2021

NASIONAL | 17 September 2021

NASIONAL | 17 September 2021

NASIONAL | 17 September 2021

NASIONAL | 17 September 2021

NASIONAL | 17 September 2021

NASIONAL | 17 September 2021

BERITA TERPOPULER


#1
Nakes Gabriella Tewas di Jurang dalam Insiden Serbuan KKB di Kiwirok, Papua

#2
Ricky Vinando Ungkap Petunjuk Penting Pelaku Pembunuhan Ibu-Anak di Subang

#3
Ini 6 Tren Percakapan di Twitter Indonesia Selama 3 Tahun Terakhir

#4
Beredar Ajakan untuk Daftar Vaksin Nusantara ke Prof Nidom, Ini Penjelasan Kemkes

#5
Erick Thohir: Tidak Ada Tempat bagi Radikalisme di Tubuh BUMN

#6
Update Covid-19: Kasus Aktif Tersisa 73.238 dan Positivity Rate Naik Lagi 5,74%

#7
PN Jakpus Nyatakan Jokowi dan Anies Melakukan Perbuatan Melawan Hukum Terkait Polusi Udara

#8
Alex Noerdin Jadi Tersangka dan Ditahan, Golkar Prihatin

#9
Pelabuhan Merak - Bakauheni Jadi Pilot Project Penyediaan Tempat Promosi dan Pengembangan UMKM

#10
Alex Noerdin dan Muddai Madang Ditahan di Rutan Salemba

TERKINI


DUNIA | 17 September 2021

NASIONAL | 17 September 2021

POLITIK | 17 September 2021

NASIONAL | 17 September 2021

KESEHATAN | 17 September 2021

POLITIK | 17 September 2021

DUNIA | 17 September 2021

EKONOMI | 17 September 2021

NASIONAL | 17 September 2021

OLAHRAGA | 17 September 2021