Copyright © 2021 BeritaSatu
Allright Reserved

Signify Foundation Terangi 16 Desa di Pedalaman NTT

Rabu, 16 Juni 2021 | 16:15 WIB
Oleh : Rully Satriadi / RSAT
Salah satu jalan desa di pedalaman NTT yang dipasangi Philips SunStay, lampu jalan bertenaga surya lengkap dengan baterai terintegrasi, panel surya, dan pengisi daya yang semuanya telah terpasang pada luminer yang didanai oleh Signify Foundation.

Jakarta, Beritasatu.com - Signify, pemimpin dunia di bidang pencahayaan, melanjutkan komitmennya untuk menerangi masyarakat di daerah terpencil di Indonesia.

Tahun 2021 ini, program Signify Indonesia ”Kampung Terang Hemat Energi” (KTHE) yang didanai Signify Foundation membawa pencahayaan ke-16 desa belum terjangkau listrik di Kabupaten Kupang dan Sumba Tengah, Nusa Tenggara Timur (NTT).

Advertisement

“Program ini mendistribusikan 1.375 unit Philips LifeLight kepada rumah-rumah yang membutuhkan, dan membangun 16 titik lampu jalan baru menggunakan Philips SunStay di delapan desa, dan jalur penghubungnya di Kupang. Di Sumba Tengah, 1.826 unit Philips LifeLight disalurkan untuk rumah tangga, serta 3 puskesmas di delapan 8 desa,” ujar Dedy Bagus Pramono, Country Leader Signify Indonesia dalam siaran pers yang diterima Beritasatu.com, Rabu (16/6/2021)/

Dedy mengatakan bagi banyak orang, pencahayaan dianggap sepele. Meskipun ini merupakan bagian penting dalam kehidupan sehari-hari, masih ada masyarakat tak terjangkau listrik yang aktivitasnya terbatas pada siang hari.

Advertisement

Hal ini tentu saja mengurangi produktivitas mereka secara keseluruhan dan membatasi kemampuan mereka untuk mencari nafkah, di samping risiko kesehatan yang ditimbulkan oleh lampu minyak, lilin, dan obor.

“Sebagai perusahaan yang sudah hadir di Indonesia selama lebih dari 125 tahun, kami berkomitmen untuk membantu meningkatkan kehidupan masyarakat, dan kami melakukannya dengan cara terbaik yang kami bisa, yaitu melalui pencahayaan. Program KTHE adalah bukti komitmen berkelanjutan kami untuk menerangi kehidupan masyarakat,” ujar Dedy.

Dedy menjelaskan, didukung oleh Signify Foundation, sebuah organisasi yang didedikasikan untuk mendukung masyarakat yang kurang mampu dan kurang terlayani di seluruh dunia dengan memberikan akses terhadap pencahayaan, Signify menyediakan pencahayaan LED bertenaga surya untuk memungkinkan masyarakat di daerah pedesaan terpencil untuk melakukan aktivitas sehari-hari saat malam tiba.

Dengan ini, masyarakat desa tidak perlu lagi terpapar risiko penglihatan atau pernapasan saat menggunakan lilin dan lampu minyak tanah. Pencahayaan yang dipasang di fasilitas umum seperti puskesmas memberikan penduduk akses ke perawatan dalam keadaan darurat medis, bahkan ketika hari sudah gelap.

Bermitra dengan Kopernik, LSM lokal yang mengkhususkan diri dalam bidang teknologi untuk memberdayakan masyarakat di desa-desa terpencil, Signify Foundation menyediakan pencahayaan rumah tangga berbasis tenaga surya.

Pencahayaan rumah bertenaga surya Philips LifeLight ini lebih aman, lebih sehat, lebih terang, dan 10 kali lebih tahan lama (hingga 40 jam) daripada lampu minyak tanah dan lilin. Fitur yang berguna dari Philips LifeLight adalah port USB yang dapat digunakan untuk mengisi daya ponsel di rumah.

“Untuk menerangi jalan-jalan desa, perusahaan memasang Philips SunStay, lampu jalan bertenaga surya all-in-one lengkap dengan baterai terintegrasi, panel surya, dan pengisi daya yang semuanya telah terpasang pada luminer,” papar Dedy.

Menurut Dedy, salah satu desa terpencil yang dipilih untuk menerima sistem pencahayaan tenaga surya adalah desa Sillu di Kabupaten Kupang. Berjarak hanya empat jam berkendara dari kota Kupang, 5.000 penduduk desa ini tidak pernah menikmati kemudahan listrik.

Penduduk biasa menggunakan obor kayu untuk menemani perjalanan mengambil air di malam hari. Para wanita, yang mencari nafkah dari menenun, harus melakukan semuanya di siang hari, saat cukup terang untuk bisa melihat dan memeriksa hasil tenunan yang dikerjakan.

Kepala Desa Sillu Maksen Banni menyebutkan sebagai kepala desa, yang paling diinginkan untuk warga adalah memiliki penerangan, sehingga mereka tidak perlu menggunakan obor api hanya untuk mendapatkan air bersih, dan tidak harus hidup dalam kegelapan.

“Saya sangat bersyukur sekarang kami memiliki lampu jalan untuk menerangi sumber mata air, sehingga warga bisa mengambil air bersih yang mereka butuhkan dengan aman. Dengan adanya lampu, masyarakat juga bisa beraktivitas di malam hari,” ujar Maksen Banni.

Dedy menambahkan sejak program KTHE pertama tahun 2015, secara total Signify telah menghadirkan pencahayaan berbasis tenaga surya ke 46 desa terpencil di seluruh Indonesia, menerangi kehidupan lebih dari 90.000 orang yang sebelumnya tidak memiliki akses terhadap pencahayaan.

“Signify percaya bahwa sistem pencahayaan tenaga surya yang berkelanjutan akan membantu menerangi lebih banyak wilayah di seluruh Indonesia, dan meningkatkan kualitas hidup dengan signifikan dan bermakna,” pungkas Dedy.



Saksikan live streaming program-program BeritaSatu TV di sini

Sumber: BeritaSatu.com


REKOMENDASI



BERITA LAINNYA


NASIONAL | 17 September 2021

NASIONAL | 17 September 2021

NASIONAL | 17 September 2021

NASIONAL | 17 September 2021

NASIONAL | 17 September 2021

NASIONAL | 17 September 2021

NASIONAL | 17 September 2021

NASIONAL | 17 September 2021

NASIONAL | 17 September 2021

NASIONAL | 17 September 2021

BERITA TERPOPULER


#1
Muhammad Kece Dianiaya di Rutan Bareskrim Polri

#2
Gabung Partai Emas, Sonny Tulung Dipercaya Jadi Wakil Ketua Umum

#3
Ganjil Genap Diberlakukan di Ancol dan Taman Mini

#4
Alex Noerdin dan Muddai Madang Ditahan di Rutan Salemba

#5
KKB Bakar Puskesmas dan Tempat Tinggal Nakes di Kiriwok, Papua

#6
Mendikbudristek Nadiem Makarim Menginap di Rumah Guru untuk Belajar

#7
Pelabuhan Merak - Bakauheni Jadi Pilot Project Penyediaan Tempat Promosi dan Pengembangan UMKM

#8
Jenazah Gabriella Belum Berhasil Dievakuasi dari Jurang di Kiwirok

#9
UE Janjikan 200 Juta Dosis Vaksin Covid-19 untuk Negara Miskin

#10
Guru Besar IPB: Sapi Berdampak pada Pemanasan Global

TERKINI


NASIONAL | 17 September 2021

MEGAPOLITAN | 17 September 2021

EKONOMI | 17 September 2021

MEGAPOLITAN | 17 September 2021

EKONOMI | 17 September 2021

MEGAPOLITAN | 17 September 2021

BERITA GRAFIK | 17 September 2021

BERITA GRAFIK | 17 September 2021

BOLA | 17 September 2021

EKONOMI | 17 September 2021