Copyright © 2021 BeritaSatu
Allright Reserved

Buka Rakor BPSDM, Ini Pesan Mendes PDTT

Kamis, 17 Juni 2021 | 09:25 WIB
Oleh : JNS
Mendes PDTT Abdul Halim Iskandar saat membuka Rapat Koordinasi Badan Pengembangan Sumber Daya Manusia (BPSDM) dan Pemberdayaan Masyarakat Desa, Daerah Tertinggal dan Transmigrasi di BBLM Yogyakarta, Rabu 16 Juni 2021.

Yogyakarta, Beritasatu.com - Menteri Desa, Pembangunan Daerah Tertinggal dan Transmigrasi (Mendes PDTT) Abdul Halim Iskandar meminta kementeriannya untuk memahami isu-isu strategis.

Hal ini disampaikan Abdul Halim saat membuka Rapat Koordinasi Badan Pengembangan Sumber Daya Manusia (BPSDM) dan Pemberdayaan Masyarakat Desa, Daerah Tertinggal dan Transmigrasi di BBLM Yogyakarta, Rabu (16/6/2021).

Advertisement

“Jangan sampai pegawai di Kemdes PDTT ketika ditanya dana desa terus jawabannya tidak tahu karena bukan di Direktorat Pembangunan Desa dan Perdesaan. Ini tidak boleh. Seluruh keluarga besar Kemdes PDTT harus paham apa yang di kerjakan di Kementerian, isu-isu strategis apa di Kemdes PDTT,” kata Abdul Halim.

Dirinya juga optimis Kepala BPSDM yang baru, Luthfiyah Nurlaela, mampu menguasai persoalan di lingkungannya.

Advertisement

“Saya yakin tidak perlu waktu lama untuk belajar, dan kemudian melakukan pemetaan dan perombakan-perombakan mendasar dalam upaya meningkatkan kapasitas sumber daya manusia,” jelasnya.

Dengan demikian, peran BPSDM dinilai sangat penting untuk membangun paradigma baru. Hal tersebut disebabkan BPSDM menggarap dua sektor, internal dan eksternal.

Abdul Halim menjelaskan, sektor internal terbagi menjadi dua yakni aparatur sipil negara (ASN) dan non ASN. Non ASN juga terbagi menjadi dua yakni yang bekerja dalam administrasi kantor dan di lapangan yang kemudian disebut dengan tenaga pendamping profesional.

“Sejak tahun 2015 adanya perekrutan pendamping desa, sampai saya jadi Menteri, itu hampir enggak pernah disentuh sama sekali,” ungkapnya.

Oleh karena itu, dirinya terus berupaya untuk meningkatkan kapasitas pendamping desa, sehingga kemudian menjadi pendamping yang berkompeten dan profesional.

“Saya tidak ingin pendamping desa memiliki sertifikat kompetensi tapi tidak kompeten,” tuturnya.



Saksikan live streaming program-program BeritaSatu TV di sini

Sumber: BeritaSatu.com


REKOMENDASI



BERITA LAINNYA


NASIONAL | 17 September 2021

NASIONAL | 17 September 2021

NASIONAL | 17 September 2021

NASIONAL | 17 September 2021

NASIONAL | 17 September 2021

NASIONAL | 17 September 2021

NASIONAL | 17 September 2021

NASIONAL | 17 September 2021

NASIONAL | 17 September 2021

NASIONAL | 17 September 2021

BERITA TERPOPULER


#1
Muhammad Kece Dianiaya di Rutan Bareskrim Polri

#2
Gabung Partai Emas, Sonny Tulung Dipercaya Jadi Wakil Ketua Umum

#3
Ganjil Genap Diberlakukan di Ancol dan Taman Mini

#4
Alex Noerdin dan Muddai Madang Ditahan di Rutan Salemba

#5
KKB Bakar Puskesmas dan Tempat Tinggal Nakes di Kiriwok, Papua

#6
Mendikbudristek Nadiem Makarim Menginap di Rumah Guru untuk Belajar

#7
Pelabuhan Merak - Bakauheni Jadi Pilot Project Penyediaan Tempat Promosi dan Pengembangan UMKM

#8
Jenazah Gabriella Belum Berhasil Dievakuasi dari Jurang di Kiwirok

#9
UE Janjikan 200 Juta Dosis Vaksin Covid-19 untuk Negara Miskin

#10
Guru Besar IPB: Sapi Berdampak pada Pemanasan Global

TERKINI


GAYA HIDUP | 17 September 2021

NASIONAL | 17 September 2021

OLAHRAGA | 17 September 2021

MEGAPOLITAN | 17 September 2021

NASIONAL | 17 September 2021

GAYA HIDUP | 17 September 2021

MEGAPOLITAN | 17 September 2021

EKONOMI | 17 September 2021

MEGAPOLITAN | 17 September 2021

EKONOMI | 17 September 2021