Copyright © 2021 BeritaSatu
Allright Reserved

Media Massa Berperan Penting Bangun Kesadaran Publik Investasi di Bidang Pendidikan

Kamis, 17 Juni 2021 | 10:06 WIB
Oleh : Maria Fatima Bona / EHD
Direktur Jenderal Pendidikan Tinggi (Dirjen Dikti) Kementerian Pendidikan dan Kebudayaan Pendidikan Tinggi (Kemendikbud) Prof. Nizam (kedua dari kanan) berkunjung ke Redaksi BeritaSatu Media Holdings yang diterima oleh COO BeritaSatu Media Holdings Anthony Wonsono (kanan), Direktur Pemberitaan BeritaSatu Media Holdings Primus Dorimulu (kedua dari kiri) dan Pemimpin Redaksi BeritaSatu.com Aditya Laksmana Yudha (kiri), Jakarta, Rabu (16/6/2021).

Jakarta, Beritasatu.com - Dirjen Pendidikan Tinggi, Kementerian Pendidikan, Kebudayaan, Riset, dan Teknologi (Kemdikbudristek), Nizam mengatakan, untuk menghasilkan sumber daya manusia (SDM) unggul tentu perlu didukung oleh investasi di bidang pendidikan.

Oleh karena itu, peran media massa sangat penting mengubah pola pikir publik, agar memiliki kesadaran untuk melakukan investasi bidang pendidikan.

Nizam menyebutkan, peran media sangat penting ini terlihat dari kesuksesan Korea Selatan (Korsel). Media Massa Korea berhasil mengubah pola pikir publik bahwa menjadi bangsa yang tangguh harus investasi di bidang pendidikan dan kesadaran cinta produk dalam negeri.

“Hampir 40% spending orang Korea untuk pendidikan. Korea, di situ terlihat peran media, bahwa media membangun mindset Korea sebagai bangsa yang tangguh, peduli, bahwa Korea akan mati kalau tidak investasi di SDM dan produk-produk yang kompetitif di dunia. Ini perlunya investasi pendidikan dan fokus membangun industri,” kata Nizam saat berdiskusi dengan jajaran redaksi BeritaSatu Media Holdings di Jakarta, Rabu (16/6/2021) malam.

Nizam menyebutkan, kesadaran Korea membangun pendidikan itu sejak tahun 1950-an usai perang saudara dengan kondisi yang sangat miskin melebihi Indonesia saat itu.

Akan tetapi, media membangun optimisme dan kesadaran investasi, sehingga hampir 40% orang tua di Korea menyiapkan dana untuk pendidikan mulai dari anak masuk pendidikan anak usia dini hingga perguruan tinggi (PAUD -Dikti).

Nizam berharap kesuksesan Korea dapat dicontoh oleh Indonesia karena negara tidak bisa membiayai semua kebutuhan pendidikan. Pasalnya, anggaran pendidikan yang dialokasikan melalui APBN senilai 20% tidak semua dikelola oleh Kemdikbudristek.

Menurut Nizam, 20% anggaran dikelola termasuk anggaran transfer daerah untuk membayar gaji guru serta operasional pendidikan dasar hingga menengah sebesar 2/3. Sebab, hanya 3 kabupaten/ kota yang mengalokasikan anggaran pendidikan diatas 20%.

Selain itu, 1/3 anggaran pendidikan juga tersebar di 57 kementerian dan lembaga (K/L) lainnya. Dengan begitu, Kemdikbudristek hanya mengelola anggaran 40% dari 1/3 anggaran K/L atau senilai 12% dari Rp 70-80 triliun anggaran pendidikan.

Dari 12% anggaran tersebut, Nizam menyebutkan, 1/3 untuk jaringan pengaman sosial yakni untuk program Kartu Indonesia Pintar (KIP) kuliah maupun siswa serta 1/3 untuk membayar gaji dosen dan tunjangan guru.

Dengan begitu, kata Nizam, anggaran yang tersisa hanya senilai 1/3 dari perguruan tinggi negeri yang bisa menghasilkan Penerimaan Negara Bukan Pajak (PNPB).

Untuk itu, Nizam menyebutkan, anggaran APBN Kemdikbudristek yang dikelola Direktorat Jenderal (Ditjen) Dikti untuk mendanai pembangunan dan penguatan perguruan tinggi hanya sekitar Rp 5T. Sementara total mahasiswa secara keseluruhan sebanyak 8,5 juta dengan rincian 3 juta adalah mahasiswa di perguruan tinggi negeri (PTN)

“Ini dibagi dengan seluruh mahasiswa kita, per mahasiswa hanya mendapatkan subsidi kira-kara hanya Rp 2 juta per tahun,” paparnya.

Dikatakan Nizam, dengan dana seadanya tersebut perguruan tinggi dituntut untuk masuk 500 World Class University. Kata dia, capaian yang ada saat ini patut diapresiasi karena perguruan tinggi telah bekerja luar biasa dengan dana seadanya.

Oleh karena itu, ia berharap perlu kesadaran publik untuk investasi di pendidikan karena negara tidak bisa membiayai semuanya.

Pada kesempatan sama, Chief Operating Officer of Berita Satu Media Holdings (BSMH), Anthony Wonsono mengatakan, BMSH mendukung penuh program Kemdikbudristek. Pasalnya, program tersebut sejalan dengan program BMSH.

Anthony menyebutkan, pada tahun 2020, BSMH menawarkan program beasiswa untuk 25 siswa dan berharap setelah lulus menjadi bagian dari BMSH.

Program beasiswa BMSH diluncurkan di tahun sama dengan program Kampus Merdeka, sehingga BMSH langsung menyesuaikan, yakni memberi kesempatan magang bagi mahasiswa dan menjadi bagian dari sistem kredit semester (SKS).

“Jadi programnya kita langsung mengikuti Merdeka Belajar dan di dalam 3 tahun. Tahun ketiganya yang terakhir mereka langsung magang di Beritasatu yang seharusnya mulai di 2022. Awalnya memulai itu harus ditunda (magang, red) sampai 2023 pada saat itu,” ucapnya.

Menurut Anthony, program Merdeka Belajar memberi kesempatan kepada industri untuk membangun SDM di bidang masing-masing.

Lanjut Anthony, beasiswa BMSH ini bekerjasama dengan Universitas Pelita Harapan (UPH) untuk membangun kelas baru yang langsung mengaplikasikan program Merdeka Belajar.

Anthony juga menyinggung terkait dengan peran media yang membangun budaya dan semangat masyarakat Korea Selatan selaras dengan visi BMSH yang merupakan perpanjangan dari misi Lippo Group.

Dikatakan Anthony saat di awal tahun 2000-an membangun Yayasan Pelita Harapan, Mochtar Riady melihat bahwa ada kekurangan pendidikan publik.

“Jadi kita juga sangat setuju dan siap untuk terus mendukung program apapun yang ada dari Kemdikbud untuk membangun program inovasi, semangat kerja sama dan kebanggaan pada produk lokal,” ucap Anthony.



Saksikan live streaming program-program BeritaSatu TV di sini

Sumber: BeritaSatu.com


REKOMENDASI



BERITA LAINNYA


NASIONAL | 28 September 2021

NASIONAL | 27 September 2021

NASIONAL | 27 September 2021

NASIONAL | 27 September 2021

NASIONAL | 27 September 2021

NASIONAL | 27 September 2021

NASIONAL | 27 September 2021

NASIONAL | 27 September 2021

NASIONAL | 27 September 2021

NASIONAL | 27 September 2021

BERITA TERPOPULER


#1
BPN: Pemilik Lahan Garap Hanya Boleh Menggarap, Tidak Mendirikan Bangunan

#2
Ditabrak Bus yang Melaju Kencang, Wanita Pengendara Motor Tewas di Bogor

#3
PS Pati Kalah Lawan Persis di Liga 2, Ini Kata Atta Halilintar

#4
Ini Alasan Bupati Bogor Bersikukuh Bangun Jalur Puncak 2

#5
Yusril Ajukan Judicial Review AD/ART Demokrat, SBY: Hukum Bisa Dibeli, tetapi Tidak untuk Keadilan

#6
PSI Berhentikan Viani Limiardi Sebagai Anggota DPRD DKI dan Kader Partai

#7
Panglima TNI Tidak Mau Berpolemik Soal Pernyataan Gatot Nurmantyo

#8
Sistem Radarnya Dihancurkan AS, Bandara Kabul Kini Siap Beroperasi Kembali

#9
7 Fraksi DPRD DKI Tidak Akan Hadiri Paripurna Interpelasi Formula E

#10
Luhut Jalani Pemeriksaan Terkait Laporannya soal Pencemaran Nama Baik

TERKINI


EKONOMI | 28 September 2021

EKONOMI | 28 September 2021

EKONOMI | 28 September 2021

EKONOMI | 28 September 2021

EKONOMI | 28 September 2021

OLAHRAGA | 28 September 2021

NASIONAL | 28 September 2021

OLAHRAGA | 28 September 2021

OLAHRAGA | 27 September 2021

MEGAPOLITAN | 27 September 2021