Copyright © 2021 BeritaSatu
Allright Reserved

Eks Mensos Juliari Juga Dituntut Bayar Uang Pengganti Rp 14,5 Miliar

Rabu, 28 Juli 2021 | 16:08 WIB
Oleh : Fana F Suparman / JEM
Juliari Batubara.

Jakarta, Beritasatu.com - Jaksa Penuntut KPK tak hanya menuntut mantan Menteri Sosial (Mensos) Juliari P Batubara dengan hukuman 11 tahun pidana penjara dan denda Rp 500 juta subsider 6 bulan kurungan atas perkara suap pengadaan bantuan sosial (bansos) Covid-19 untuk wilayah Jabodetabek. Jaksa Penuntut juga menuntut agar Juliari dijatuhi hukuman tambahan berupa kewajiban membayar uang pengganti sebesar Rp 14,5 miliar. Juliari bakal dijatuhi tambahan hukuman 2 tahun pidana penjara jika tak mampu membayar uang pengganti tersebut dalam waktu sebulan setelah putusan berkekuatan hukum tetap dan harta bendanya tidak cukup untuk membayar kewajiban tersebut.

"Menetapkan agar terdakwa membayar uang pengganti kepada negara sebesar Rp14.597.450.000,00, jika terpidana tidak membayar uang pengganti dalam waktu satu bulan sesudah putusan pengadilan yang telah memperoleh kekuatan hukum tetap, maka harta bendanya dapat disita oleh Jaksa dan dilelang untuk menutupi uang pengganti tersebut, jika tidak mencukupi dipidana penjara selama 2 tahun," kata Jaksa Penuntut KPK, Ikhsan Fernandi saat membacakan amar tuntutan Juliari dalam persidangan yang digelar daring, Rabu (28/7/2021).

Selain itu, Jaksa juga menuntut pidana tambahan lainnya kepada Juliari Peter Batubara. Pidana tambahan itu berupa pencabutan hak untuk dipilih dalam jabatan publik atau hak politik selama empat tahun setelah Juliari rampung menjalani pidana penjara.

"Menjatuhkan pidana tambahan kepada terdakwa berupa pencabutan hak untuk dipilih dalam jabatan publik selama 4 tahun setelah terdakwa selesai menjalani pidana pokok," kata Jaksa.

Diketahui, Jaksa KPK mendakwa mantan Mensos Juliari P. Batubara menerima suap sebesar Rp32,48 miliar dari para vendor atau pengusaha yang menggarap proyek pengadaan Bansos untuk penanganan Covid-19.

Uang suap yang diterima Juliari Batubara melalui Adi Wahyono dan Matheus Joko Santoso itu berkaitan dengan penunjukan sejumlah perusahaan penggarap proyek bansos Covid-19, seperti PT Pertani, PT Mandala Hamonganan Sude dan PT Tigapilar Agro Utama serta sejumlah vendor lainnya.



Saksikan live streaming program-program BeritaSatu TV di sini

Sumber: BeritaSatu.com


REKOMENDASI



BERITA LAINNYA


NASIONAL | 27 September 2021

NASIONAL | 27 September 2021

NASIONAL | 27 September 2021

NASIONAL | 27 September 2021

NASIONAL | 27 September 2021

NASIONAL | 27 September 2021

NASIONAL | 27 September 2021

NASIONAL | 27 September 2021

NASIONAL | 27 September 2021

NASIONAL | 27 September 2021

BERITA TERPOPULER


#1
Kasus Sengketa Tanah Rocky Gerung, Camat dan BPN Silang Pendapat

#2
Ditabrak Bus yang Melaju Kencang, Wanita Pengendara Motor Tewas di Bogor

#3
Bayi 10 Bulan Dicat Jadi Manusia Silver Tanpa Sepengetahuan Ibu Kandung

#4
Imbal Hasil SUN Diproyeksi Naik Dipengaruhi Sentimen Tapering The Fed

#5
PS Pati Kalah Lawan Persis di Liga 2, Ini Kata Atta Halilintar

#6
Dua Ormas Bentrok di Perbatasan Cianjur-Sukabumi, Satu Tewas

#7
Hasil Sementara Pemilu Jerman: Partai Merkel Kalah Tipis

#8
Lamongan Dipilih Jadi Pilot Project Penanganan Kemiskinan Ekstrem Nasional

#9
Piala Sudirman: Greysia/Apriyani Disimpan, Ini Susunan Tim Indonesia Lawan Rusia

#10
BPN: Pemilik Lahan Garap Hanya Boleh Menggarap, Tidak Mendirikan Bangunan

TERKINI


BERITA GRAFIK | 27 September 2021

BERITA GRAFIK | 27 September 2021

OLAHRAGA | 27 September 2021

MEGAPOLITAN | 27 September 2021

EKONOMI | 27 September 2021

HIBURAN | 27 September 2021

NASIONAL | 27 September 2021

NASIONAL | 27 September 2021

KESEHATAN | 27 September 2021

EKONOMI | 27 September 2021