Copyright © 2021 BeritaSatu
Allright Reserved

ICW: Tuntutan terhadap Juliari Ganjil dan Mencurigakan

Kamis, 29 Juli 2021 | 13:25 WIB
Oleh : Fana S Suparman / AB
Juliari Batubara.

Jakarta, Beritasatu.com - Indonesia Corruption Watch (ICW) menilai tuntutan terhadap mantan Menteri Sosial Juliari Batubara ganjil dan mencurigakan. Tuntutan jaksa terhadap Juliari dinilai sangat ringan mengingat tindak pidana korupsi yang dilakukannya layak dituntut hukuman seumur hidup.

Hal tersebut disampaikan peneliti ICW Almas Sjafrina dalam keterangan tertulis yang diterima redaksi, Kamis (29/7/2021).

"Ringannya tuntutan tersebut semakin menggambarkan keengganan KPK menindak tegas pelaku korupsi bansos. Tuntutan KPK ini terkesan ganjil dan mencurigakan. Sebab, pasal yang menjadi alas tuntutan, yaitu Pasal 12 huruf b Undang-Undang Pemberantasan Tindak Pidana Korupsi, sebenarnya mengakomodasi penjatuhan hukuman hingga penjara seumur hidup dan denda Rp 1 miliar," kata Almas Sjafrina.

Sebelumnya, jaksa KPK menuntut Juliari dijatuhi hukuman 11 tahun pidana penjara dan denda Rp 500 juta subsider 6 bulan kurungan serta pidana tambahan berupa kewajiban membayar uang pengganti sebesar Rp 14,5 miliar dan pencabutan hak politik selama 4 tahun. Jaksa meyakini Juliari terbukti bersalah dalam perkara suap pengadaan bansos Covid-19 untuk wilayah Jabodetabek.

Almas juga menilai tuntutan pidana tambahan dengan membayar uang pengganti Rp 14,5 miliar masih jauh dari memuaskan. Pasalnya, besaran uang pengganti tersebut kurang dari 50% dari nilai suap Rp 32,48 miliar yang diterima Juliari Batubara seperti dalam surat dakwaan jaksa.

"Tuntutan yang rendah ini kontradiktif dengan semangat pemberantasan korupsi, padahal pimpinan KPK telah sesumbar menyatakan akan menghukum berat koruptor bansos Covid-19," tegasnya.

Almas mengingatkan penegak hukum, termasuk KPK, merupakan representasi negara dan korban yang bertugas meminta pertanggungjawaban atas kejahatan pelaku. Hal ini ditegaskan dalam Pasal 5 huruf d UU 19/2019 tentang KPK. Regulasi itu menjelaskan bahwa dalam menjalankan tugas dan wewenangnya, KPK mengedepankan asas kepentingan umum.

"Alih-alih dijalankan, KPK justru lebih terlihat seperti perwakilan pelaku yang sedang berupaya semaksimal mungkin agar terdakwa dijatuhi hukuman rendah," katanya.

Dalam sidang perkara suap ini terungkap peran Juliari yang didakwa menerima suap Rp 32,4 miliar. Juliari disebut telah menarik fee dari 109 penyedia bansos melalui kuasa pengguna anggaran (KPA), Adi Wahyono dan pejabat pembuat komitmen (PPK) Matheus Joko Santoso yang juga menjadi terdakwa dalam kasus ini.

"Perbuatan korupsi yang diduga terjadi dalam distribusi bansos Covid-19 ini diduga kuat tidak hanya terkait dengan suap-menyuap, juga berpotensi merugikan keuangan atau perekonomian negara. Potensi tersebut dapat muncul dari besaran keuntungan yang tidak wajar yang diambil oleh para penyedia, yang minim pengalaman atau bahkan tidak memiliki pengalaman sama sekali, sebagai produsen utama program bansos," paparnya.

Juliari, kata Almas, diduga turut mengoordinasikan atau membagi-bagi pengadaan agar dilakukan oleh penyedia tertentu yang proses penunjukannya mengabaikan ketentuan pengadaan darurat. Para penyedia yang minim pengalaman tersebut kemungkinan dipilih karena kedekatan atau afiliasi politik tertentu. Perbuatan itu menggambarkan kesengajaan para terdakwa dalam menghambat upaya pemerintah memberikan perlindungan sosial kepada warga dalam rangka menangani dampak pandemi Covid-19. Kondisi ini semestinya menjadi dasar pemberat bagi penuntut umum dalam menyusun surat tuntutan kepada Juliari.

Untuk itu, ICW meminta majelis hakim Pengadilan Tipikor Jakarta mengambil langkah progresif dengan menjatuhkan hukuman maksimal terhadap Juliari, yakni pidana penjara seumur hidup.

"Juliari layak dijatuhi hukuman maksimal lantaran banyak warga terdampak pandemi yang haknya dilanggar akibat korupsi tersebut. Ke depan, vonis maksimal tersebut diharapkan berdaya cegah terhadap potensi terjadinya kasus serupa, terutama di tengah kondisi pandemi," tegasnya.



Saksikan live streaming program-program BeritaSatu TV di sini

Sumber: BeritaSatu.com


REKOMENDASI



BERITA LAINNYA


NASIONAL | 25 September 2021

NASIONAL | 25 September 2021

NASIONAL | 25 September 2021

NASIONAL | 25 September 2021

NASIONAL | 25 September 2021

NASIONAL | 25 September 2021

NASIONAL | 25 September 2021

NASIONAL | 25 September 2021

NASIONAL | 25 September 2021

NASIONAL | 25 September 2021

BERITA TERPOPULER


#1
Kasus Aktif Covid-19 di Jakarta 2.041, Positivity Rate 1%

#2
Penyelesaian Lahan Bojong Koneng, Ini Tawaran Sentul City ke Rocky Gerung

#3
Timnas Brasil Siapkan 25 Pemain Hadapi Lanjutan Kualifikasi Piala Dunia

#4
Polisi Ringkus Pembakar Mimbar Masjid Raya Makassar

#5
Warga Tidak Terima Penzaliman Kepala Sekuriti Permata Buana

#6
Pemerintah Dapat Izinkan Kegiatan Besar, Asalkan Patuhi Syarat

#7
Mimbar Masjid Raya Makassar Dibakar, Pelaku Terekam CCTV

#8
Saleh Husin Kedatangan Sahabat dari NTT

#9
JK Kecam Pembakaran Mimbar Masjid Raya Makassar, Masyarakat Jangan Terprovokasi

#10
Taliban Serukan Tumpas ISIS di Afghanistan

TERKINI


NASIONAL | 26 September 2021

BOLA | 26 September 2021

DUNIA | 26 September 2021

EKONOMI | 26 September 2021

DUNIA | 26 September 2021

OLAHRAGA | 26 September 2021

NASIONAL | 26 September 2021

OLAHRAGA | 26 September 2021

DUNIA | 26 September 2021

NASIONAL | 26 September 2021