Copyright © 2021 BeritaSatu
Allright Reserved

Pembangunan Bendungan Mbay Capai Tahap Sosialisasi Pelaksanaan di Tiga Kecamatan

Kamis, 16 September 2021 | 16:24 WIB
Oleh : Jeis Montesori, Indah Handayani / JEM
Pembangunan Bendungan Mbay mencapai tahap sosialisasi pelaksanaan di tiga kecamatan yang terdampak, yaitu di Kecamatan Aesesa Selatan, Aesesa, dan Nangaroro, Kabupaten Nagekeo, Nusa Tenggara Timur (NTT).

Nagekeo, Beritasatu.com - Pembangunan Bendungan Mbay mencapai tahap sosialisasi pelaksanaan di tiga kecamatan yang terdampak, yaitu di Kecamatan Aesesa Selatan, Aesesa, dan Nangaroro, Kabupaten Nagekeo, Nusa Tenggara Timur (NTT). Sosialisasi tersebut dilaksanakan oleh Kepala BWS NT II, Agus Sosiawan didampingi Kasie Pelaksanaan BWS NT II, Costandji Nait, Kasie KPI BWS NT II, Willem Sidharno, Kepala SNVT Pembangunan Bendungan II BWS NT II, Nedy Hidayat, PPK Pembangunan III, Yohanes Pabi, PPK Perencanaan Bendungan, Konsultan dan Kontraktor pelaksana.

Hadir juga pada kesempatan itu Bupati Nagekeo Johanes Don Bosco Do, Forkopimda Kabupaten Nagekeo, tim Appraisal, camat Aesesa Selatan, camat Aesesa, camat Nangaroro, para kepala desa terkait dan tokoh adat serta masyarakat terdampak.

Kepala BWS NT II, Agus Sosiawan ME mengatakan, sosialisasi tersebut terkait akan dimulainya pekerjaan di lapangan setelah kontrak Pekerjaan Pembangunan Bendungan Mbay Paket I dan Paket II ditandatangani pada 19 Agustus 2021 dengan waktu pelaksanaan sampai dengan 2024. Bendungan Mbay/Lambo ini membutuhkan lahan sekitar 592 hektare dengan kapasitas 51,74 juta M3.

“Bendungan ini akan memberikan manfaat irigasi terhadap 5.898,6 hektare, selain itu penyediaan air baku 205 liter/detik, dan pengendalian banjir dengan debit 283,33 m3/detik pada daerah hilir bendungan di Kecamatan Aesesa, Kabupaten Nagekeo,” ungkap Agus dalam keterangan pers, Kamis (16/9/2021).

Area terdampak meliputi Desa Rendubutowe di Kecamatan Aesesa Selatan, Desa Labulewa di Kecamatan Aesesa, dan Desa Ulupulu di Kecamatan Nangaroro. Pembayaran ganti rugi lahan akan dilaksanakan oleh Lembaga Manajemen Aset Negara (LMAN) Kementerian Keuangan di mana saat ini tim Appraisal sementara bertugas menilai harga tanah serta bangunan atau apapun yang ada di atasnya selama 30 hari kalender. Diharapkan, penilaian oleh tim Appraisal berjalan dengan lancar sehingga waktu 30 hari dapat tercapai selanjutnya BWS NT II segera mengusulkan kepada Kementerian Keuangan melalui LMAN.

“Dana yang tersedia cukup dan tinggal menunggu proses, apabila administrasi sudah lengkap dan dinyatakan clean and clear, itu sudah bisa dibayarkan,” tegasnya.

Melalui Perpres Nomor 109 Tahun 2020, ditetapkan Bendungan Mbay/Lambo termasuk Proyek Stategis Nasional (PSN) yang berarti pembangunannya dijamin oleh pemerintah pusat sampai selesai, baik pembangunan fisik maupun penyediaan anggarannya.

Kepala BWS NT II juga menyatakan, Bendungan Mbay/Lambo memiliki potensi besar untuk destinasi wisata baru di Kabupaten Nagekeo, dikombinasikan dengan rencana penataan Kampung Adat Kawa yang dekat dengan lokasi Bendungan Mbay/Lambo oleh Pemkab Nagekeo.

Pada presentasi tersebut dijelaskan bahwa pembangunan Bendungan Mbay/Lambo telah melalui proses yang panjang sejak tahun 1999-2000 dilakukan feasibility study (FS), tahun 2001-2002 pembuatan detail design, dan dilanjutkan tahun 2018 untuk kegiatan amdal, LARAP, dan review design.

Kemudian tahun 2019, lanjutan penyelidikan geologi, pembuatan model tes, sertifikasi desain Bendungan Mabay/Lambo dan penetapan lokasi Bendungan Mbay Lambo. Selama pekerjaan berlangsung dibuatkan terowongan pengalih aliran air (saluran pengelak) sepanjang 355 meter dengan lebar 5 meter, sehingga lokasi pekerjaan bangunan utama bendungan tetap kering.

Bendungan utama tipe zonal inti tegak dengan tinggi 48 meter, panjang puncak 380 meter, lebar 12 meter. Saluran pelimpah (spillway) dengan tipe pelimpah samping dan lebar ambang 50 meter. Terkait perekrutan tenaga lokal, BWS NT II akan menyelaraskan dengan kebutuhan menyangkut kualifikasi dan jumlah tenaga kerja. Selanjutnya, untuk mendukung kesiapan SDM akan dilakukan pelatihan termasuk dalam operasi dan pemeliharaan bendungan.

Sementara itu, Pater Paroki melihat dan menyambut baik PSN ini sebagai suatu anugerah terindah, terbesar bagi masyarakat Nagekeo tercinta. Proyek ini seiring dengan amanat gereja dan disambut gereja dengan sangat baik. Harapan gereja, ganti untuk diperhatikan dengan sungguh-sungguh, demikian juga dengan keterlibatan masyarakat lokal dalam proses pembangunan, dengan demikian masyarakat lokal punya kemampuan dengan belajar pada kontraktor maupun konsultan di bendungan ini.

Senada dengan itu, salah seorang masyarakat terdampak menyampaikan dukungannya terhadap pembangunan bendungan ini dan mengharapkan potensi tenaga lokal dapat dimanfaatkan sesuai dengan syarat dan ketentuan yang ada.

Terkait adanya keberatan dari beberapa peserta sosialisasi di Kecamatan Aesesa Selatan, Pemkab Nagekeo membuka ruang dan waktu untuk menerima dan melakukan diskusi bersama untuk penyelarasan beda pendapat yang ada.

Manfaat Besar

Bupati Nagekeo Johanes Don Bosco Do mendukung penuh pembangunan Bendungan Nagekeo yang akan membawa manfaat besar bagi masyarakat Nagekeo dan khususnya warga terdampak. Ditegaskan, penentuan lokasi merupakan keputusan dari hasil penelitian secara teknik dan bukan suka atau tidak suka.

“Nagekeo sebagai salah satu Kawasan Pengembangan Ekonomi Terpadu (Kapet) butuh infrastruktur maupun sarana pendukung di antaranya infrastruktur SDA,” tegas Bupati Nagekeo.

Pada kesempatan itu, diucapkan terima kasih kepada Kementerian PUPR melalui BWS NT II karena Proyek Strategis Nasional ini mulai diwujudkan untuk kesejahteraan masyarakat Nagekeo secara khusus. Masyarakat Nagekeo diajak untuk mendukung penuh pelaksanaan pembangunan bendungan terbesar di NTT ini. Diharapkan, nantinya dalam pelaksanaan pembangunan bendungan dapat melibatkan pekerja lokal atau yang berasal dari Kabupaten Nagekeo sesuai dengan kriteria keterampilan yang dibutuhkan.

Untuk penanaman di sabuk hijau (green belt) akan dikerjakan secara bersama dengan kelompok masyarakat terutama yang terdampak dari pembangunan bendungan ini. Pada akhir kegiatan sosialisasi dilakukan penandatanganan berita acara sosialisasi oleh bupati, kepala BWS NT II, camat, kepala desa, lembaga pemangku adat, dan tokoh masyarakat.



Saksikan live streaming program-program BeritaSatu TV di sini

Sumber: BeritaSatu.com


REKOMENDASI



BERITA LAINNYA


NASIONAL | 21 Oktober 2021

NASIONAL | 21 Oktober 2021

NASIONAL | 21 Oktober 2021

NASIONAL | 21 Oktober 2021

NASIONAL | 21 Oktober 2021

NASIONAL | 21 Oktober 2021

NASIONAL | 21 Oktober 2021

NASIONAL | 21 Oktober 2021

NASIONAL | 21 Oktober 2021

NASIONAL | 21 Oktober 2021

BERITA TERPOPULER


#1
Petisi Kembalikan Aipda Ambarita ke Raimas Backbone Jakarta Timur Menggema di Medsos

#2
Ini Daftar Smartphone yang Tidak Lagi Bisa Akses WhatsApp Mulai 1 November

#3
Pengamat: Naik Pesawat Wajib Tes PCR Bebani Calon Penumpang dan Maskapai

#4
Denmark Terbuka 2021, The Minions Tumbang di Tangan Pemain Muda Pelatnas

#5
Liga Champions: Bungkam Zenit, Juventus Sapu Bersih Kemenangan

#6
Lima Wakil Indonesia Tersingkir di Babak Pertama Denmark Terbuka

#7
Tak Menyangka Tumbangkan Minions, Fikri/Bagas: Di Latihan pun Kami Belum Pernah Menang

#8
Satgas Terbitkan Surat Edaran Wajib Tes PCR Naik Pesawat dari dan ke Jawa-Bali

#9
Liga Champions: Tertinggal Dua Gol, MU Bangkit dan Menang Berkat Ronaldo

#10
Calon Mahasiswa dari Indonesia Makin Tertarik Kuliah di Tiongkok

TERKINI


OLAHRAGA | 22 Oktober 2021

OLAHRAGA | 22 Oktober 2021

DIGITAL | 22 Oktober 2021

OLAHRAGA | 22 Oktober 2021

DUNIA | 21 Oktober 2021

DUNIA | 21 Oktober 2021

NASIONAL | 21 Oktober 2021

OLAHRAGA | 21 Oktober 2021

MEGAPOLITAN | 21 Oktober 2021

DUNIA | 21 Oktober 2021