Copyright © 2021 BeritaSatu
Allright Reserved

Ricky Vinando Ungkap Petunjuk Penting Pelaku Pembunuhan Ibu-Anak di Subang

Kamis, 16 September 2021 | 19:23 WIB
Oleh : Yudo Dahono / YUD
Ilustrasi jenazah

Subang, Beritasatu.com - Penyidik Polres Subang dibantu penyidik dari Polda Jawa Barat dan Bareskrim Mabes Polri, hingga kini masih belum berhasil mengungkap pelaku pembunuhan terhadap ibu dan anak Tuti (55) dan anak gadisnya Amelia Mustika Ratu (23). Peristiwa pembunuhan yang menggemparkan pada Rabu (18/9/2021) tersebut hampir memasuki empat pekan, dan hingga kini masih menyisakan misteri.

Ricky Vinando mengungkapkan bahwa terjadi berbagai petunjuk penting dalam peristiwa pembunuhan ibu dan anak tersebut.

Polisi masih terus melakukan pendalaman, bahkan setelah hasil Laboratorim Forensik (Labfor) keluar, polisi kembali memeriksa beberapa saksi pada Senin (13/9/2021), sore hingga malam hari. Saksi yang diperiksa salah satunya adalah suami korban, Yosef. Dan hari ini Kamis (16/9/2021), Yosef beserta istri mudanya, Mimin kembali menjalani pemeriksaan. Bagi Yosef ini pemeriksaan untuk yang ke -10 kalinya. Fakta terbaru adalah mengenai bercak darah pada jakef Yosef.

Praktisi Hukum Ricky Vinando memberi apresiasi bagi Bareskrim Polri yang telah turun langsung ke TKP di Subang agar kasus ini cepat terungkap. Dia juga kembali angkat bicara atas ditemukannya bercak darah pada jaket Yosef. Menurutnya hal ini dapat menjadi bukti petunjuk utama dalam memecahkan kebuntuan dalam pengungkapan kasus ini.

"Apresiasi yang luar biasa kepada Direktur Tindak Pidana Umum Bareskrim Polri, Brigjen Andi Rian Djajadi yang telah menerjunkan tim ke TKP. Dan kasus ini sebenarnya sudah begitu banyak bukti petunjuk yang mengarah pada terduga Yosef sehingga kepada agar segera dapat menetapkan Yosef sebagai tersangka," kata Ricky melalui keterangan tertulis, Kamis (16/9/2021).

Lebih lanjut Ricky membeberkan beberapa bukti kuat terkait kasus pembunuhan Amel dan ibunya.

"Bukti petunjuk pertama dan paling kuat itu antara lain adanya bercak darah di jaket Yosef. Bercak darah diduga kuat darah anak dan istrinya saat terjadinya peristiwa tersebut terjadi karena bagian kepala korban luka parah. Dan sangat tidak logis apabila 18 Agustus pagi setelah kejadian berdarah, Yosef datang ke TKP langsung membuka jaket dan meletakkan sembarangan jaketnya di TKP karena di TKP banyak darah," imbuh Ricky.

Menurut Ricky, Yosef juga pintar karena dia tidak mungkin menaruh secara sembarangan jaket di tempat yang ada darah. Selain itu menurutnya tidak logis darah dari haid Mimin istri muda Yosef begitu pula dengan pernyataan bahwa itu darah dari kucing atau anjing yang terciprat di jaket Yosef.

Menurutnya, terlebih lagi Yosef hari ini juga akan kembali menjalani pemeriksaan secara maraton yang ke 9 kali. Pemeriksaan seolah dikebut setelah Senin (14/9/2021) juga menjalani pemeriksaan yang ke-8 tak lama setelah hasil Labfor keluar termasuk hasil DNA. Sehingga menurutnya, kasus ini jangan mengandalkan bukti keterangan saksi, tapi bukti bukti petunjuk dan keterangan Yosef sendiri yang sejak awal telah mengarahkan dirinya diduga terlibat dalam kasus pembunuhan ini.

Bukti petunjuk kedua dari keterangan Yosef yang mana Yosef sendiri mengarahkan orang fokus ke dia salah satunya adalah ucapan Yosef saat diwawancara wartawan yaitu Yosef mengucapkan: "ancur, mungkin ada pembunuhan", yang kemudian benar ternyata ada pembunuhan.

"Begitu kata Yosef saat wawancara sama wartawan, padahal Yosef belum lihat mayat saat datang ke TKP. Datang kedua kali baru liat mayat di mobil. Saat masuk ke dalam rumah semua berantakan kok bisa langsung bilang, 'Ancur, mungkin ada pembunuhan'? Normalnya ketika seorang suami mencari istri dan anaknya dan tidak ditemukan di dalam rumah, seorang suami tidak akan memakai kata 'ancur, mungkin ada pembunuhan", karena kan harusnya tak tahu apa-apa yang telah terjadi," papar Ricky.

Perkataan tersebut menurut Ricky terkesan Yosen sudah yakin telah terjadi pembunuhan bukan mengatakan telah terjadi penganiayaan atau penganiayaan berat dalam rumahnya.

Ricky juga menerangkan keterangan lain Yosef saat diwawancarai awak media bisa dianggap sebagai petunjuk ketiga, yaitu Yosef mengatakan kepada wartawan,"Coba lihat saja." "Dia mengarahkan orang yang mewawancarainnya agar masuk melihat yang diyakininya ada pembunuhan di dalam rumah tersebut," kata Ricky.

Sementara petunjuk keempat juga dari perkataan Yosef sendiri. Yosef sempat mengatakan "Saya tak otak-atik mobil".

Menurut Ricky seharusnya Yosef tidak mengatakan seperti itu, karena saat pertama kali datang ke TKP dia belum melihat jenazah, tetapi yang bersangkutan justru bisa bilang "saya tidak otak atik mobil".

"Tetapi ternyata kemudian di bagasi ditemukan ada 2 mayat. Kenapa bisa kebetulan ada 2 mayat? Peristiwa terjadi saat Yosef meninggalkan rumah dan anak istrinya telah tewas saat Yosef kembali ke TKP. Kenapa banyak yang kebetulan? Dia datang untuk kedua kalinya ke TKP baru lihat mayat di bagasi mobil setelah balik dari Polsek Jalancagak. Itu adalah empat bukti petunjuk yang sangat kuat".

Dirinya juga mencontohkan kasus-kasus yang penetapan tersangka tidak hanya mengandalkan keterangan saksi dan hanya berdasarkan banyaknya bukti petunjuk dan keterangan ahli yaitu dalam kasus Anggeline dan Wayan Mirna Salihin.

"Tetapkan saja Yosef sebagai tersangka. Dulu dalam kasus Anggeline tak ada pengakuan dari Margareth Megawe, tetapi penetapan tersangka dilakukan karena adanya keterangan ahli dan banyaknya bukti petunjuk saat itu total 51 bukti petunjuk salah satunya soal Anggeline diculik. Sedangkan dalam kasus Jessica Kumala Wongso juga tak ada pengakuan, tapi semua bukti adalah bukti petunjuk dan ahli," papar Ricky.

Kendati begitu Jesisca tetap divonis 20 tahun walau dia tidak bersalah dan bukti petunjuk yang sangat lemah hanya karena dia menutupi gelas memakai paper bagdan mengaruk-garuk telapak tangannya. Fakta tangannya tak hancur atau luka bakar akibat korosifnya sianida. Petunjuk lain adalah celana dibuang diduga karena ada sianida, faktanya pahanya tidak luka bakar akibat sianida ungkap Ricky.

"Jadi bukti petunjuk yang lemah banget saja bisa membawa Jessica ke penjara. Tentu tak fair itu bagi dia. Hal yang sama harus dipraktikkan terhadap Yosef pakai bukti petunjuk dan ahli saja. Nah kasus Yosef kan kuat sekali semua bukti petunjuk mengarah ke Yosef sendiri terutama bercak darah. Masak Mimin kalau mens darahnya dilap pake jaket Yosef, bau amis donk, masa Yosef tidak jijik pakai jaket yang sudah dilap mens Mimin, masa tidak ada jaket lain kenapa harus pake jaket itu kok bisa pakai jaket yang ada darah berbarengan dengan kejadian itu? Jadi tetapkan saja Yosef sebagai tersangka diduga ya, karena tak mungkin itu darah kucing atau mens Mimin," tandasnya.

Ricky menyebut Yosef yang pagi-pagi pada 18 Agustus 2021 pulang ke TKP mau ambil stik golf adalah rangkaian alibi yang sengaja diskenariokan agar seolah-olah Yosep tidak tahu apapun yang terjadi rentang sejak dia meninggalkan TKP hingga pagi setidak-tidaknya jam 05:00 WIB dan agar dapat menjauh dari locus delicti. Dia juga menyebut dengan adanya bercak darah di jaket Yosef, maka alibi Yosep ada di rumah istri muda saat kejadian telah terpatahkan.

"Jadi dia pulang ke TKP untuk ambil stik golf itu adalah berdrama, skenario dan usahanya menjauhkan dirinya dari locus delicti. Dia datang ke TKP seolah-olah tak tahu apa-apa. Tapi kenapa belum lihat mayat sudah bisa bilang mungkin ada pembunuhan? Kok bisa bilang saya tak otak-atik mobil? Tetapi ternyata ada mayat di mobil itu," ujarnya.

"Kenapa semua kebetulan? Soal Yosef saat kejadian dikatakan ada di rumah istri mudanya Mimin, saksi-saksinya Mimin dan anak Mimin, jawaban saya dengan adanya bercak darah di jaket Yosef, maka saat ini Yosef tak punya bukti apapun saat kejadian ada dirumah Mimin dan tidak di TKP. Jadi, alibi bahwa Yosef ada dirumah istri muda saat kejadian telah terpatahkan. Karena sekali lagi mau ambil stik golf itu diduga hanya untuk menjauhkan dirinya dari locus delicti saja" tandasnya.

"Kemudian kata Yosef, sepatu olahraga warna putih yang ditemukan di sekitaran kebun yang tak jauh dari TKP adalah milik Amel, ini tak bisa dipercaya karena Amel sudah tewas, Yosef bebas bisa bicara apapun, jadi sebaiknya sepatu itu juga diperiksa Labfor, Apakah sepatu itu pernah dipakai Yosef atau tidak pernah?" papar Ricky.

"Juga tudingan Yosef kepada Danu dan Yoris, kata Yosef, keduanya punya akses ke rumah yang jadi TKP juga tidak logis, karena secara logika hukum pidana, Danu dan Yoris tidak bisa menguasai penuh TKP dan waktu di TKP karena keduanya tidak pernah tahu kapan Yosep akan tidur di rumah istri mudanya, sehingga bisa leluasa di TKP tanpa Yosef, tak logislah jauh-jauh hari Yosef laporan dulu sama Yoris dan Danu bahwa Yosef mau bobo sama istri muda tanggal 17 Agustus malam, masa mau tidur sama istri muda aja laporan dulu kayak penting aja, kayak anak kecil aja, makanya tudingan Yosef terhadap Danu dan Yoris melawan akal sehat," tutup Ricky.



Saksikan live streaming program-program BeritaSatu TV di sini

Sumber: BeritaSatu.com


REKOMENDASI



BERITA LAINNYA


NASIONAL | 18 Oktober 2021

NASIONAL | 18 Oktober 2021

NASIONAL | 18 Oktober 2021

NASIONAL | 18 Oktober 2021

NASIONAL | 18 Oktober 2021

NASIONAL | 18 Oktober 2021

NASIONAL | 18 Oktober 2021

NASIONAL | 17 Oktober 2021

NASIONAL | 17 Oktober 2021

NASIONAL | 17 Oktober 2021

BERITA TERPOPULER


#1
Wow, Bogor Bakal Punya Jembatan Gantung Terpanjang di Dunia

#2
Tim Thomas Juara Tanpa Pengibaran Merah Putih, Taufik Hidayat Kecam Pemerintah

#3
Merah Putih Dilarang di Piala Thomas, Puan: Kita "Kibarkan" di Dada

#4
Taklukkan Tiongkok 3-0, Indonesia Juara Piala Thomas

#5
Kronologi Sanksi WADA yang Berdampak Pahit buat Tim Thomas Indonesia

#6
Tak Sangka Jadi Ganda Pertama, Fajar/Rian: Kami Tak Mau Jadi Pelapis Terus

#7
Astronaut Prancis Tangkap Fenomena Aneh di Atas Benua Eropa

#8
Piala Thomas: Fajar/Rian Taklukkan He/Zhou, Indonesia Unggul 2-0 atas Tiongkok

#9
Piala Thomas: Marcus Diistirahatkan, Kevin Duet dengan Daniel di Final

#10
Juara Piala Thomas Tanpa Kibaran Merah Putih, Netizen: Malu-maluin Saja

TERKINI


MEGAPOLITAN | 18 Oktober 2021

OLAHRAGA | 18 Oktober 2021

POLITIK | 18 Oktober 2021

MEGAPOLITAN | 18 Oktober 2021

DUNIA | 18 Oktober 2021

KESEHATAN | 18 Oktober 2021

NASIONAL | 18 Oktober 2021

EKONOMI | 18 Oktober 2021

OLAHRAGA | 18 Oktober 2021

MEGAPOLITAN | 18 Oktober 2021