Copyright © 2021 BeritaSatu
Allright Reserved

Alex Noerdin dan Muddai Madang Ditahan di Rutan Salemba

Kamis, 16 September 2021 | 20:29 WIB
Oleh : Bayu Marhaenjati / WM
Kepala Pusat Penerangan Hukum Kejaksaan Agung Leonard Eben Ezer Simanjuntak.

Jakarta, Beritasatu.com - Tim penyidik Jaksa Agung Muda Tindak Pidana Khusus (Jampidsus) Kejaksaan Agung (Kejagung), menahan tersangka Alex Noerdin dan Muddai Madang, terkait kasus dugaan korupsi pembelian gas bumi oleh BUMD Perusahaan Daerah Pertambangan dan Energi (PDPDE) Sumatera Selatan, di Rumah Tahanan Salemba cabang Kejagung.

"Untuk mempercepat proses penyidikan, selanjutnya terhadap dua orang tersangka dilakukan penahan," ujar Kepala Pusat Penerangan Hukum Kejaksaan Agung Leonard Eben Ezer Simanjuntak, Kamis (16/9/2021).

Dikatakan Leonard, tersangka Muddai Madang dilakukan penahanan sesuai Surat Perintah Nomor: PRIN-21/F.2/Fd.2/09/2021, tanggal 16 September 2021, selama 20 hari terhitung sejak tanggal 16 September 2021 sampai dengan 5 Oktober 2021, di Rumah Tahanan Negara Salemba cabang Kejaksaan Agung.

"Terhadap tersangka AN dilakukan penahanan sesuai Surat Perintah Nomor: PRIN-22/F.2/Fd.2/09/2021, tanggal 16 September 2021, selama 20 hari terhitung sejak tanggal 16 September 2021 sampai dengan 5 Oktober 2021, di Rumah Tahanan Negara Salemba cabang Kejaksaan Agung," ungkapnya.

Sebelumnya, Leonard menyampaikan, tim penyidik Jampidsus Kejagung telah menetapkan Alex Noerdin dan Muddai Madang sebagai tersangka terkait dugaan tindak pidana korupsi pembelian gas bumi oleh BUMD Perusahaan Daerah Pertambangan dan Energi (PDPDE) Sumatera Selatan tahun 2010-2019.

Penetapan tersangka Muddai Madang selaku Direktur PT Dika Karya Lintas Nusa, merangkap Komisaris Utama dan Direktur PT PDPDE Gas berdasarkan Surat Perintah Penyidikan Direktur Penyidikan Jaksa Agung Muda Tindak Pidana Khusus Nomor: Print-31/F.2/Fd.2/09/2021, tanggal 16 September 2021 dan Surat Penetapan Tersangka Nomor: TAP- 27/F.2/Fd.2/09/2021 tanggal 16 September 2021.

Sementara, penetapan tersangka terhadap Alex Noerdin selaku Gubernur Sumatera Selatan periode 2008-2013 dan periode 2013-2018, berdasarkan Surat Perintah Penyidikan Direktur Penyidikan Jaksa Agung Muda Tindak Pidana Khusus Nomor: Print-32/F.2/Fd.2/09/2021, tanggal 16 September 2021 dan Surat Penetapan Tersangka Nomor: TAP- 28/F.2/Fd.2/09/2021, tanggal 16 September 2021.

Leonard mengungkapkan, perkara ini bermula ketika Pemerintah Provinsi Sumatera Selatan (Sumsel), memperoleh alokasi untuk membeli gas bumi bagian negara dari JOB PT Pertamina, Talisman Ltd. Pasific Oil And Gas Ltd., Jambi Merang (JOB Jambi Merang) sebesar 15 MMSCFD berdasarkan Keputusan Kepala Badan Pengelola Minyak dan Gas (BP Migas) atas permintaan Gubernur Sumsel. Kepala BP Migas kemudian ditunjuk sebagai pembeli gas bumi bagian negara itu.

Namun dengan dalih PDPDE Sumsel tidak mempunyai pengalaman teknis dan dana, maka PDPDE Sumsel bekerja sama dengan investor swasta. "PT DKLN membentuk perusahaan patungan (PT PDPDE Gas) yang komposisi kepemilikan sahamnya 15% untuk PDPDE Sumsel dan 85% untuk PT DKLN," jelas Leonard.

Leonard menambahkan, akibat dari dugaan penyimpangan itu, negara mengalami kerugian yang menurut hitungan Badan Pemeriksa Keuangan (BPK) RI sebesar US$ 30.194.452.79, berasal dari hasil penerimaan penjualan gas dikurangi biaya operasional selama kurun waktu 2010-2019, yang seharusnya diterima oleh PDPDE Sumsel.

"Kemudian sebesar US$ 63.750,00 dan Rp 2.131.250.000,00 yang merupakan setoran modal yang tidak seharusnya dibayarkan oleh PDPDE Sumsel," katanya.



Saksikan live streaming program-program BeritaSatu TV di sini

Sumber: BeritaSatu.com


REKOMENDASI



BERITA LAINNYA


NASIONAL | 26 Oktober 2021

NASIONAL | 26 Oktober 2021

NASIONAL | 26 Oktober 2021

NASIONAL | 26 Oktober 2021

NASIONAL | 26 Oktober 2021

NASIONAL | 26 Oktober 2021

NASIONAL | 26 Oktober 2021

NASIONAL | 26 Oktober 2021

NASIONAL | 26 Oktober 2021

NASIONAL | 26 Oktober 2021

BERITA TERPOPULER


#1
Didorong Jadi Jubir Presiden Jokowi, Ini Respons Fahri Hamzah

#2
Kabar Taliban Penggal Pemain Voli Afghanistan Dibantah Keluarga

#3
Kompolnas: Praktik Militeristik Tak Layak Diterapkan di Polri

#4
Rexy Mainaky Ditunjuk Jadi Wakil Direktur Pembinaan Bulutangkis Malaysia

#5
Sri Mulyani Waspadai 4 Isu Global yang Berpotensi Ganggu Perekonomian

#6
Ronaldo Tolak Conte Jadi Pelatih MU

#7
Mantan Mensesneg Sudi Silalahi Meninggal Dunia di RSPAD

#8
Puan Dukung Kenaikan Upah Minimum 2022 Demi Pemulihan Ekonomi Rakyat

#9
35 Warga Koja Keracunan Nasi Boks, PSI DKI Minta Maaf

#10
Kecelakaan Transjakarta, Polda: Tidak Ada Upaya Pengereman

TERKINI


POLITIK | 26 Oktober 2021

KESEHATAN | 26 Oktober 2021

NASIONAL | 26 Oktober 2021

NASIONAL | 26 Oktober 2021

EKONOMI | 26 Oktober 2021

EKONOMI | 26 Oktober 2021

EKONOMI | 26 Oktober 2021

EKONOMI | 26 Oktober 2021

DUNIA | 26 Oktober 2021

NASIONAL | 26 Oktober 2021