Copyright © 2021 BeritaSatu
Allright Reserved

Mendikbudristek Nadiem Makarim Menginap di Rumah Guru untuk Belajar

Jumat, 17 September 2021 | 02:27 WIB
Oleh : Dwi Argo Santosa / DAS
Mendikbudristek Nadiem Anwar Makarim bermalam di rumah seorang guru di Plaosan, Tlogoadi, Mlati, Sleman, DI Yogyakarta, Senin, 13 Sepember 2021.

Jakarta, Beritasatu.com - Menteri Pendidikan, Kebudayaan, Riset, dan Teknologi Nadiem Anwar Makarim, bermalam di rumah seorang guru di Plaosan RT 08/RW 18, Tlogoadi, Mlati, Sleman, DI Yogyakarta, Senin (13/9/2021).

Menurut Nadiem, selain ingin merasakan langsung keseharian para guru ia juga bermaksud belajar dari Guru Penggerak.

Seperti dikutip dari laman Kemdikbud, Selasa (14/9/2021), rumah yang dijadikan tempat bermalan adalah milik calon Guru Penggerak angkatan ketiga, Khoiry Nuria Widyaningrum, atau biasa disapa Bu Nuri.


Nadiem berbincang dengan keluarga guru. (Kemdikbud)

Dari Kota Surakarta, Nadiem ketika itu langsung melanjutkan kunjungan kerja ke DI Yogyakarta guna meninjau implementasi pembelajaran tatap muka (PTM) terbatas dan berdialog dengan sejumlah kepala sekolah.

Sebelum memulai agenda resmi, Nadiem menginap di rumah Bu Nuri, guru di SDN Jetisharjo, Kabupaten Sleman.

Keluarga tempat Nadiem menginap adalah keluarga guru. Suami Bu Nuri juga berprofesi sebagai guru di SD Muhammadiyah Domban 3. Kedua orang tua Bu Nuri adalah pensiunan guru sekolah Muhammadiyah.

Baik Bu Nuri maupun suami tidak menyangka akan dikunjungi Mendikbudristek. Mereka mengaku terkejut sekaligus bahagia.

“Mohon maaf mengganggu, Ibu. Saya ingin mampir, apakah boleh?” ucap Menteri Nadiem di teras kediaman keluarga Ibu Nuri.

Mendikbudristek Nadiem Makarim menjelaskan, maksud dan tujuannya tak lain adalah untuk belajar dari Guru Penggerak.


Nadiem dengan Khoiry Nuria dan suami. (Kemdikbud)

“Program Guru Penggerak itu adalah salah satu program terpenting Kemdikbudristek, karena program ini adalah regenerasi pemimpin-pemimpin sekolah. Kalau saya tidak lagi menjabat sebagai menteri, yang akan meneruskan transformasi pendidikan adalah para Guru Penggerak. Saya ingin merasakan langsung keseharian sebagai calon Guru Penggerak agar saya lebih memahami. Saya ingin tahu suka dan duka Ibu Nuri sebagai guru,” ujar Nadiem sambil meminta izin bermalam.

Tuan rumah dan tamunya pun akhirnya duduk mengobrol di ruang tamu. Nadiem mengaku bahwa dirinya menangkap ada benang merah ketika bertemu dengan para calon Guru Penggerak di berbagai daerah di Indonesia.

Karakter calon Guru Penggerak itu lugas dalam menyampaikan pendapat dan gagasan. “Saya selalu melihat ada keresahan dalam diri guru-guru yang saya temui. Mereka semua ingin melakukan perubahan untuk meningkatkan kualitas pendidikan,” kata Nadiem.

Bu Nuri yang pernah mengenyam delapan tahun menjadi guru dan tiga tahun sebagai kepala sekolah di sekolah Muhammadiyah, kini memilih menjadi guru di sekolah negeri.

“Di sinilah (ketika mengajar di sekolah negeri) saya menemukan bahwa benar pendidikan memang harus ditransformasi. Kenapa sekolah negeri pinggiran tempat saya mengajar tidak sebagus sekolah swasta? Kemudian saya merasa tergerak,” katanya.


Berfoto bersama. (Kemdikbud)

Bercerita soal alasan memilih kembali menjadi guru padahal tadinya sudah menyandang status kepala sekolah, Bu Nuri menyinggung beban administrasi yang dialami sebagai kepala sekolah membuatnya tidak leluasa mengajar.

Nadiem sepakat bahwa administrasi pendidikan tidak sama dengan pembelajaran. Administrasi tidak ada hubungan langsung dengan murid dan hanya mengikuti aturan.

Sementara, tugas guru yang sebenarnya adalah fokus memberikan pembelajaran yang bermakna bagi murid. Karena itu Nadiem dalam kebijakan Merdeka Belajar Episode Pertama telah menyederhanakan Rencana Pelaksanaan Pembelajaran (RPP) menjadi satu komponen dan satu halaman saja, dari yang tadinya belasan komponen.


Nadiem meninjau PTM Terbatas. (Kemdikbud)

“Saya juga suka kebijakan Mas Menteri menghapus UN. Saya senang sekali,” timpal Bu Nuri.

Pembicaraan Nadiem atau yang biasa disapa Mas Menteri dengan keluarga Bu Nuri berlangsung hangat hingga waktunya istirahat malam.

Sebelum memulai peninjauannya ke SD Muhammadiyah, SMP Taman Dewasa Jetis, SMA Ma’arif dan berdialog dengan kepala-kepala sekolah se-DIY, pada Selasa (14/9), Mendikbudristek menyempatkan berolahraga bersama dan mengunjungi taman wisata yang dikelola Bu Nuri beserta suami.



Saksikan live streaming program-program BeritaSatu TV di sini

Sumber: BeritaSatu.com


REKOMENDASI



BERITA LAINNYA


NASIONAL | 22 Oktober 2021

NASIONAL | 22 Oktober 2021

NASIONAL | 22 Oktober 2021

NASIONAL | 22 Oktober 2021

NASIONAL | 22 Oktober 2021

NASIONAL | 22 Oktober 2021

NASIONAL | 22 Oktober 2021

NASIONAL | 22 Oktober 2021

NASIONAL | 22 Oktober 2021

NASIONAL | 22 Oktober 2021

BERITA TERPOPULER


#1
Petisi Kembalikan Aipda Ambarita ke Raimas Backbone Jakarta Timur Menggema di Medsos

#2
Tak Menyangka Tumbangkan Minions, Fikri/Bagas: Di Latihan pun Kami Belum Pernah Menang

#3
Denmark Terbuka 2021, The Minions Tumbang di Tangan Pemain Muda Pelatnas

#4
Aipda Ambarita, dari Bekerja di Perusahaan Cat hingga Jadi Polisi yang Ditakuti Penjahat Jalanan

#5
Denmark Terbuka: 6 Wakil Indonesia Siap Berjuang di Perempat Final, Jojo Hadapi Momota

#6
Kasus Sanksi Antidoping, Tim Investigasi Libatkan Polri dan Kejaksaan

#7
Kereta Cepat Dinilai Tingkatkan Daya Saing Indonesia

#8
FSP Hadirkan Software Auto Trading Kripto

#9
Kasus Dugaan Korupsi Perum Perindo, Kejagung Tetapkan 3 Tersangka

#10
Jalin Kerja Sama dengan Blitar dan Gorontalo, Anies Ingin Bantu Percepatan Ekonomi Nasional

TERKINI


MEGAPOLITAN | 22 Oktober 2021

EKONOMI | 22 Oktober 2021

POLITIK | 22 Oktober 2021

NASIONAL | 22 Oktober 2021

NASIONAL | 22 Oktober 2021

EKONOMI | 22 Oktober 2021

DUNIA | 22 Oktober 2021

NASIONAL | 22 Oktober 2021

DIGITAL | 22 Oktober 2021

EKONOMI | 22 Oktober 2021