Copyright © 2021 BeritaSatu
Allright Reserved

Pentingnya Bekal S1 bagi Pilot Hadapi Masa Depan Industri Aviasi

Jumat, 17 September 2021 | 14:14 WIB
Oleh : Rully Satriadi / RSAT
Peluncuran konsep baru pendidikan pilot, Pilotpreneur

Jakarta, Beritasatu.com - USG Education melalui program bisnis UIC College & UBS bersama FlyBest Flight Academy meluncurkan konsep baru pendidikan pilot yakni Pilotpreneur dengan tujuan menyiapkan future pilots with entrepreneurial mindset.

Program Pilotpreneur ini terdiri dari tiga jalur studi. Pertama untuk calon pilot (Cadet) melalui program Pilot License Program dan Bachelor of Business (Aviation).

"Dengan durasi belajar 3,5 tahun, siswa yang mengambil program ini akan mendapatkan Airline Pilot License (Commercial Pilot License) dan gelar sarjana (S1) dalam bidang Manajemen jurusan Bisnis Penerbangan dari STIE UniSadhuGuna. Selain itu siswa juga mendapatkan BTEC Level 7 Extended Diploma dari Pearson UK," ujar Capt Dharmadi, Board of Advisors to General Chairman INACA (Indonesia National Air Carriers Association) yang juga CEO PT Aviasi Solusi Prima dan mantan CEO Air Asia Indonesia, Kamis (16/9/2021).

Dharmadi mengatakan, setelah itu siswa bisa meraih Bachelor of Arts (Honours) di bidang enterprise and innovation dari Teesside University UK dan dapat melanjutkan sampai ke jenjang magister.

Program kedua untuk profesional pilot yang ingin meningkatkan izin terbang ke Air Transport Pilot License (ATPL), dan mendapatkan gelar sarjana (S1) dalam bidang Manajemen jurusan Bisnis Penerbangan atau Bachelor of Arts (Honours) Enterprise and innovation guna menunjang karir mereka di dunia penerbangan masa depan.

Ketiga Executive Development Program yang dikhususkan untuk kapten pilot yang ingin mendapatkan gelar Master of Science (International Management) dari Teesside University UK dalam waktu 1 tahun, sehingga dapat di pergunakan untuk modal bekerja di manajerial tingkat tinggi di industri penerbangan baik manajemen penerbangan atau pun bandara.

Melalui pendidikan bisnis di bidang penerbangan tersebut para pilot akan menguasai teknis dan keahlian manajemen khusus dalam mengelola industri penerbangan yang diperlukan di masa depan.

Menurut Dharmadi, seorang pilot harus bisa menjadi pemimpin yang terampil, pengambil keputusan yang tepat dan mengelola sumber daya manusia dengan baik, dengan gelar sarjana dan wawasan manajerial tentang pengelolaan bandara dan industri penerbangan, pilot juga dapat mengembangkan kariernya menempati posisi-posisi di darat.

"Terutama pada saat sudah mencapai usia tidak produktif terbang. Para pilot dengan gelar sarjana tinggi dapat berkarya di manajemen penerbangan, sehingga jenjang kariernya lebih panjang,” tambah Dharmadi.

Karin Item, Chairperson PIP2I (Perkumpulan Institusi Pendidikan Penerbangan Indonesia) yang juga Director & Principle FlyBest Flight Academy memperkirakan pada tahun 2023, airline akan mulai proses recovery pasca pandemi.

Untuk itu mulai tahun 2022 lini rekrutmen pilot juga akan lebih intensif dan kompetitif untuk menghadapi tren kebutuhan masa depan.

Seiring dengan zona transaksi bebas (ASEAN Free Trade Zone) mobilitas internasional baik untuk transaksi perdagangan, tujuan pariwisata, bidang lainnya, serta masuknya tenaga kerja asing akan meningkat. Hal ini berarti, kompetisi pun akan semakin tinggi, para pelaku industri penerbangan termasuk pilot harus siap dalam menyambut tantangan ini.

Melalui program yang dikembangan bersama USG Education pihaknya akan melahirkan pilot yang mempunyai kompetensi yang kuat dan mampu bersaing dan berkarier di industri penerbangan nasional dan internasional

“Kami bekali siswa bukan hanya dari sisi teknis penerbangan tetapi juga dari sisi manajemennya. Sehingga lulusan dapat mengejar berbagai bermacam karier di industri penerbangan, baik sebagai pilot maupun pelaku ekosistem penerbangan lainnya” tambah Karin.

Aimee Sukesna, Head of UniSadhuGuna BSD Campus mengatakan mampu berkarier dalam dunia Aviasi bukan hal mudah yang dapat diraih kebanyakan orang, karena maskapai penerbangan memiliki aturan dan seleksi yang cukup ketat, beberapa di antaranya selain Air Transport Pilot License dengan minimum 1,500 jam terbang juga membutuhkan kualifikasi Bachelor.

"Disinilah kami hadir sebagai solusi bagi generasi muda dalam mewujudkan mimpi mereka untuk dapat terjun ke dunia air hospitality dalam memenuhi syarat tersebut terutama dari sisi bekal akademis dan pengembangan soft skills. Program kolaborasi ini bertujuan untuk melahirkan para pilot yang mempunyai entrepreneurial mindset, atau yang kami sebut Creating Pilotpreneur," ujar Aimee.

Selain mempelajari teknis penerbangan, siswa akan mempelajari lima pilar utama bisnis yaitu membuat strategi pemasaran yang tepat, strategi penjualan, menjaga kualitas operasi, mengatur keuangan, dan manajemen sumber daya manusia yang diperkaya dengan studi kasus nyata bidang penerbangan.

"Sehingga tujuan kami, setelah selesai program tersebut baik di jenjang sarjana maupun pasca sarjana, siswa tidak hanya berkarier di operasional penerbangan tetapi juga mempunyai kemampuan memimpin dan mengelola industri penerbangan atau bahkan lini industri lainnya” tambah Aimee.



Saksikan live streaming program-program BeritaSatu TV di sini

Sumber: BeritaSatu.com


REKOMENDASI



BERITA LAINNYA


NASIONAL | 26 Oktober 2021

NASIONAL | 26 Oktober 2021

NASIONAL | 25 Oktober 2021

NASIONAL | 25 Oktober 2021

NASIONAL | 25 Oktober 2021

NASIONAL | 25 Oktober 2021

NASIONAL | 25 Oktober 2021

NASIONAL | 25 Oktober 2021

NASIONAL | 25 Oktober 2021

NASIONAL | 25 Oktober 2021

BERITA TERPOPULER


#1
LRT Jabodebek Tabrakan, Tidak Ada Korban Jiwa

#2
Tabrakan Bus Transjakarta, Polisi: 30 Orang Luka, 3 Meninggal Dunia

#3
Didorong Jadi Jubir Presiden Jokowi, Ini Respons Fahri Hamzah

#4
Jokowi: Turunkan Harga Tes PCR Jadi Rp 300.000

#5
Jokowi Lantik Fadjroel Rachman, Rosan Roeslani, dan 15 Duta Besar di Istana Negara

#6
MU Dibantai Liverpool, Ronaldo Luapkan Kekecewaan

#7
Update Tabrakan Transjakarta, 37 Luka dan 2 Orang Meninggal

#8
Kabar Taliban Penggal Pemain Voli Afghanistan Dibantah Keluarga

#9
Sri Mulyani Waspadai 4 Isu Global yang Berpotensi Ganggu Perekonomian

#10
Tabrakan Bus Transjakarta, 3 Tewas

TERKINI


EKONOMI | 26 Oktober 2021

NASIONAL | 26 Oktober 2021

OLAHRAGA | 26 Oktober 2021

EKONOMI | 26 Oktober 2021

EKONOMI | 26 Oktober 2021

EKONOMI | 26 Oktober 2021

EKONOMI | 26 Oktober 2021

EKONOMI | 26 Oktober 2021

EKONOMI | 26 Oktober 2021

EKONOMI | 26 Oktober 2021