Copyright © 2021 BeritaSatu
Allright Reserved

Kemendikbudristek: Baru 42% Sekolah di PPKM Level 1-3 Gelar PTM Terbatas

Kamis, 23 September 2021 | 09:37 WIB
Oleh : Maria Fatima Bona / EHD
Siswa dan guru menerapkan jaga jarak dalam pembelajaran tatap muka.

Jakarta, Beritasatu.com - Dirjen Pendidikan Anak Usia Dini, Pendidikan Dasar, dan Pendidikan Menengah (Dirjen Pauddikdasdikmen) Jumeri mengatakan, berdasarkan data Kementerian Pendidikan, Kebudayaan, Riset, dan Teknologi (Kemendikbudristrk) per 19 September 2021, baru 42% satuan pendidikan yang berada di level 3, 2, dan 1 selama pemberlakukan PPKM yang menyelenggarakan pembelajaran tatap muka (PTM) Terbatas.

Untuk itu, Jumeri menegaskan, peranan pemerintah daerah (pemda) juga sangat penting untuk menyukseskan PTM terbatas.

“Kami sangat membutuhkan dukungan dari pemerintah daerah memberikan izin bagi satuan pendidikan di level 1-3 untuk melaksanakan PTM Terbatas, tentunya dengan protokol dan aturan sesuai Inmendagri PPKM dan SKB 4 Menteri," kata Jumeri dalam keterangan pers diterima Beritasatu.com, Kamis (23/9/2021).

Jumeri menyebutkan, SKB 4 Menteri tentang panduan penyelenggaraan pembelajaran di masa pandemi Covid-19 menetapkan satuan pendidikan menyediakan pilihan layanan PTM terbatas dengan tetap menerapkan protokol kesehatan (prokes) dan seizin orang tua/wali murid, serta pembelajaran jarak jauh (PJJ).

Dikatakan Jumeri, pihaknya selalu berkoordinasi dengan pemda untuk melakukan pengawasan dan pemantauan dinamika sekolah yang melaksanakan PTM Terbatas.

“Kami juga akan terus menyampaikan pembaruan data secara transparan untuk kesuksesan PTM terbatas, mengingat bahwa pembelajaran jarak jauh berkepanjangan dapat berdampak negatif bisa menyebabkan anak-anak Indonesia sulit mengejar ketertinggalan,” jelasnya.

Sementara terkait kekhawatiran adanya klaster sekolah, Jumeri menjelaskan bahwa sejak awal pandemi tahun 2020 lalu hingga saat ini, ada 45.284 atau 97,2% satuan pendidikan terlapor aman menjalankan PTM Terbatas.

Sementara itu dari total 46.580 satuan pendidikan yang telah melaksanakan PTM Terbatas, jumlah laporan dari satuan pendidikan terkait penularan Covid-19 di satuan pendidikan relatif kecil yaitu 2,8% atau 1.296.

“Protokol terkait risiko klaster sekolah ini juga sudah jelas dan ketat diatur di dalam SKB 4 Menteri, termasuk di dalamnya pemerintah daerah menutup sekolah, menghentikan PTM Terbatas, melakukan testing, tracing, dan treatment jika ada temuan kasus positif Covid-19,” terang Jumeri.

Ia menegaskan, pemerintah juga memahami kondisi setiap sekolah dan wilayah di Indonesia sangat beragam sehingga tidak mungkin disamaratakan.

Dalam hal ini, sekolah akan tetap melayani murid sesuai dengan kesanggupannya untuk bisa mengikuti model pembelajaran yang sesuai, baik itu PTM Terbatas dan PJJ.

“Anak-anak bisa tetap belajar dari rumah jika orang tua belum yakin dan belum memberikan izin untuk mengikuti PTM terbatas. Saya tekankan bahwa tidak ada proses menghukum dan diskriminasi bagi anak-anak yang belajar dari rumah,” tegas Jumeri.

Menurutnya, kolaborasi yang efektif antara guru, kepala sekolah, komite sekolah, dan pengawas sekolah, serta orang tua diharapkan akan menyukseskan implementasi PTM terbatas.

Sementara itu penuntasan vaksinasi bagi pendidik dan tenaga kependidikan (PTK) juga menjadi fokus Kemdikbudristek dan Kementerian Kesehatan (Kemkes) dalam upaya menghadirkan sekolah aman dan nyaman di tengah pandemi Covid-19.

Vaksinasi PTK ini didorong agar PTM Terbatas sesuai amanat Presiden Jokowi dapat segera dilakukan di daerah yang belum melaksanakan.

“Mas Menteri Nadiem yang tengah berkunjung ke Jambi dan sebelumnya ke Solo juga menyampaikan bahwa aspirasi masyarakat terutama orang tua, pendidik, dan murid-murid sangat tinggi untuk bisa kembali ke sekolah. Untuk itu Kemdikbudristek senantiasa mengimbau agar sekolah mengedepankan prinsip kehati-hatian untuk memastikan kesehatan dan keselamatan warga sekolah tetap menjadi yang utama saat melaksanakan PTM Terbatas,” tutup Jumeri.



Saksikan live streaming program-program BeritaSatu TV di sini

Sumber: BeritaSatu.com


REKOMENDASI



BERITA LAINNYA


NASIONAL | 20 Oktober 2021

NASIONAL | 20 Oktober 2021

NASIONAL | 20 Oktober 2021

NASIONAL | 20 Oktober 2021

NASIONAL | 20 Oktober 2021

NASIONAL | 20 Oktober 2021

NASIONAL | 20 Oktober 2021

NASIONAL | 20 Oktober 2021

NASIONAL | 20 Oktober 2021

NASIONAL | 20 Oktober 2021

BERITA TERPOPULER


#1
Bersihkan Tangan untuk Cegah Penyakit

#2
Losmen Bu Broto Tayang di Bioskop Pertengahan November

#3
Begini Cara Kerja Obat Covid Molnupiravir

#4
Ini Daftar 106 Pinjol Legal dari OJK

#5
Penyelam Temukan Pedang Tentara Perang Salib Berusia 900 Tahun di Laut Israel

#6
Masih Dibahas, Syarat Perjalanan Pesawat Domestik Belum Berubah

#7
Anies Merasa Aneh PDIP dan PSI DKI Interpelasi Formula E

#8
Gelombang Ketiga Covid-19 Diprediksi Desember, Satgas: Perlu Pengetatan Aktivitas

#9
Deklarator Anies: Keluarga Besar Saya di Sulawesi Iri dengan Warga Jakarta

#10
Dinilai Berhasil Pimpin Jakarta, Anies Baswedan Dideklarasikan Jadi Capres 2024

TERKINI


EKONOMI | 20 Oktober 2021

DUNIA | 20 Oktober 2021

MEGAPOLITAN | 20 Oktober 2021

MEGAPOLITAN | 20 Oktober 2021

EKONOMI | 20 Oktober 2021

NASIONAL | 20 Oktober 2021

NASIONAL | 20 Oktober 2021

DUNIA | 20 Oktober 2021

BERITA GRAFIK | 20 Oktober 2021

BERITA GRAFIK | 20 Oktober 2021