Copyright © 2021 BeritaSatu
Allright Reserved

Effendi Simbolon Nilai Labelisasi Teroris yang Dilakukan Mahfud MD Keliru

Kamis, 23 September 2021 | 18:09 WIB
Oleh : Lenny Tristia Tambun / FFS
Effendi Simbolon.

Jakarta, Beritasatu.com – Anggota Komisi I DPR dari Fraksi PDIP, Effendi Simbolon menilai labelisasi teroris terhadap gerakan-gerakan referendum Papua yang dilakukan Menteri Koordinator bidang Politik, Hukum dan Keamanan (Menko Polhukam) Mahfud MD adalah keliru. Effendi juga menilai strategi Indonesia mengatasi gerakan referendum di Papua telah tertinggal.

“Pada dasarnya kalau melihat dari strategi kita saat ini, memang jujur saya melihat kita tertinggal ya dari gerakan-gerakan referendum itu sendiri,” kata Effendi SImbolon dalam diskusi bertajuk "Jalan Terjal Pemberantasan KKB di Papua" di kompleks Parlemen, Senayan, Jakarta, Kamis (23/9/2021).

Advertisement

Menurut Effendi, pelabelan teroris terhadap kelompok yang menyuarakan referendum seperti Kelompok Kriminal Bersenjata (KKB) di Papua justru mengkerdilkan mereka. Padahal faktanya, mereka bukan teroris.

“Jadi jangan juga kemudian mudah menterminologikan, menstigmakan sama kelompok yang ada di Poso, misalnya, yang memang aksi teror,” ujar Effendi SImbolon.

Di sisi lain, Effendi justru menilai KKB Papua dan gerakan-gerakan referendum Papua sangat terpadu. Bahkan gerakan di Papua kerap mendengungkan suaranya di sidang-sidang PBB. Mereka menjadikan ajang pertemuan pimpinan dunia untuk meminta pelaksanaan referendum lagi di Papua.

“Jadi itu poinnya. Kita kadang kala ingin menggeneralisir menghadapi masalah di Papua itu seperti teroris di tempat lain di wilayah Indonesia. Saya kira, menurut saya, agak keliru lah Mahfud CS itu,” terang Effendi Simbolon.

Effendi mengungkapkan bila pola kerja pemerintah dalam menghadapi KKB Papua yang sekarang ini masih diteruskan, maka dari waktu ke waktu justru akan membuat pemerintah keteteran. Semakin sulit menarik simpati dari masyarakat, apalagi masih banyak masyarakat Papua yang berpihak terhadap perjuangan kelompok proreferendum tersebut.

Ditegaskan Effendi, yang diperjuangkan KKB Papua hanya satu, yaitu ingin referendum atau merdeka. Karena itu, Undang-Undang (UU) Otonomi Khusus (Otsus) Papua yang baru bukan jawaban untuk menyelesaikan masalah tersebut.

Justru bila pemerintah tidak menemukan cara yang tepat untuk mengatasi masalah di Papua, Effendi khawatir peristiwa lepasnya Timor Timur dari Indonesia, yang sekarang menjadi negara Timor Leste, akan terulang kembali.

“Jadi itu saya kira kalau upaya pemerintah yang selama ini dilakukan pembangunan, saya kira biasa-biasa saja ya, saya jujur-jujur saja ya melihat ini,” jelas Effendi Simbolon.

Dikatakan, jika ingin membangun Papua yang berkarakter ciri infrastruktur, lalu yang dibangun hanya kompleks untuk PON, hal tersebut tidak membantu kemajuan Papua. Bangunannya tidak ada nilai modernnya sedikitpun, cenderung dibangun ke bangunan di era tahun 1960.

“Coba belajar lah dari negara-negara Amerika yang memanjakan Alaska, Hawaii, itu kan merupakan bentuk-bentuk yang mereka lakukan untuk tidak adanya benih-benih pemberontakan dari komunitas Alaska, Hawaii. Saya kira cara-cara seperti itu yang seharusnya dipakai,” ungkap Effendi Simbolon.



Saksikan live streaming program-program BeritaSatu TV di sini

Sumber: BeritaSatu.com


REKOMENDASI



BERITA LAINNYA


NASIONAL | 27 November 2021

NASIONAL | 27 November 2021

NASIONAL | 27 November 2021

NASIONAL | 27 November 2021

NASIONAL | 27 November 2021

NASIONAL | 27 November 2021

NASIONAL | 27 November 2021

NASIONAL | 27 November 2021

NASIONAL | 27 November 2021

NASIONAL | 27 November 2021

BERITA TERPOPULER


#1
2 Wakil Thailand Raih Tiket Final Indonesia Terbuka

#2
Ini Video Mobil Salto Sean-Bamsoet di Meikarta Sprint Rally

#3
Kondisi Terkini Kabag Ops Ditlantas Korban Pemukulan PP

#4
Terlambat Batasi Perjalanan, Omicron Terdeteksi di 4 Negara

#5
Kementerian PUPR: Ini Cara Kerja Tol Nirsentuh MLFF

#6
Alami Insiden Saat Reli di Meikarta, Bamsoet Baik-baik Saja

#7
Data Penerima Vaksin Covid-19 sampai 27 November 2021

#8
Varian Omicron, Ratusan Penumpang Afsel Tertahan di Schiphol

#9
Jojo Gagal Tumbangkan Juara Olimpiade

#10
Mobil Ringsek, Bamsoet: Allah Masih Melindungi Saya dan Sean

TERKINI


BOLA | 27 November 2021

KESEHATAN | 27 November 2021

POLITIK | 27 November 2021

DUNIA | 27 November 2021

MEGAPOLITAN | 27 November 2021

NASIONAL | 27 November 2021

DIGITAL | 27 November 2021

OLAHRAGA | 27 November 2021

BOLA | 27 November 2021

OLAHRAGA | 27 November 2021