Copyright © 2021 BeritaSatu
Allright Reserved

Polisi Periksa 18 Saksi Terkait Kasus Napoleon Aniaya Muhammad Kace

Kamis, 23 September 2021 | 18:02 WIB
Oleh : Bayu Marhaenjati / JEM
Kepala Biro Penerangan Masyarakat Mabes Polri Brigjen Pol Rusdi Hartono.

Jakarta, Beritasatu.com - Penyidik Direktorat Tindak Pidana Umum Badan Reserse Kriminal Polri telah memeriksa 18 saksi terkait kasus dugaan penganiayaan yang dilakukan Napoleon Bonaparte kepada Muhamad Kasman alias Muhammad Kace, di Rutan Bareskrim Polri.

"Kasus penganiayaan itu sendiri sedang proses oleh penyidik, sudah dalam tahap penyidikan. Penyidik telah mengumpulkan alat-alat bukti yang berhubungan dengan kasus itu sendiri, antara lain telah memeriksa 18 saksi, empat petugas yang jaga saat itu, dua saksi ahli dalam hal ini dokter yang memeriksa saudara MK, dan sisanya adalah para penghuni Rutan Bareskrim Polri. Ada 18 saksi yang telah diperiksa," ujar Karo Penmas Divisi Humas Polri Brigjen Pol Rusdi Hartono, di Mabes Polri, Kamis (23/9/2021).

Dikatakan Rusdi, penyidik masih terus mengumpulkan alat bukti untuk membuat terang kasus penganiayaan itu.

"Ya mudah-mudahan tidak beberapa lama lagi, dari alat bukti yang ada penyidik akan melakukan gelar perkara untuk menentukan tersangka dalam kasus ini," ungkapnya.

Rusdi menyampaikan, Polri ingin merampungkan kasus penganiayaan ini secara komprehensif. "Penanganannya sekali lagi, Polri ingin menyelesaikan secara komprehensif. Internal oleh Propam, dan masalah penganiayaan sedang ditangani penyidik Bareskrim Polri," katanya.

Sebelumnya diketahui, Bareskrim Polri telah menerima satu laporan polisi (LP) yaitu, LP nomor: 0510/XIII/2021/Bareskrim, tertanggal 26 Agustus 2021, atas nama pelapor Muhamad Kasman alias Muhammad Kace. Kasusnya, terkait dugaan penganiayaan dengan pelaku disebut sesama penghuni Rutan Bareskrim Polri.

Belakangan diketahui, terduga pelaku penganiayaan ternyata Irjen Napoleon Bonaparte. Mantan Kadiv Hubinter Polri itu ditahan atas perkara suap penghapusan nama Djoko Tjandra dari daftar red notice Interpol.

Selain melakukan penganiayaan berupa pemukulan, Napoleon juga melumuri wajah dan tubuh Kece dengan kotoran manusia. Dalam menjalankan aksinya, jenderal bintang dua itu dibantu tiga tahanan lain, salah satunya mantan panglima FPI Maman Suryadi.



Saksikan live streaming program-program BeritaSatu TV di sini

Sumber: BeritaSatu.com


REKOMENDASI



BERITA LAINNYA


NASIONAL | 20 Oktober 2021

NASIONAL | 20 Oktober 2021

NASIONAL | 20 Oktober 2021

NASIONAL | 20 Oktober 2021

NASIONAL | 20 Oktober 2021

NASIONAL | 20 Oktober 2021

NASIONAL | 20 Oktober 2021

NASIONAL | 20 Oktober 2021

NASIONAL | 20 Oktober 2021

NASIONAL | 20 Oktober 2021

BERITA TERPOPULER


#1
Bersihkan Tangan untuk Cegah Penyakit

#2
Losmen Bu Broto Tayang di Bioskop Pertengahan November

#3
Begini Cara Kerja Obat Covid Molnupiravir

#4
Penyelam Temukan Pedang Tentara Perang Salib Berusia 900 Tahun di Laut Israel

#5
Masih Dibahas, Syarat Perjalanan Pesawat Domestik Belum Berubah

#6
Anies Merasa Aneh PDIP dan PSI DKI Interpelasi Formula E

#7
Deklarator Anies: Keluarga Besar Saya di Sulawesi Iri dengan Warga Jakarta

#8
Dinilai Berhasil Pimpin Jakarta, Anies Baswedan Dideklarasikan Jadi Capres 2024

#9
Tangkap 2 Kader Golkar, KPK Tegaskan Tak Berpolitik

#10
Viani Limardi Resmi Gugat PSI Rp 1 Triliun

TERKINI


MEGAPOLITAN | 20 Oktober 2021

BERITA GRAFIK | 20 Oktober 2021

NASIONAL | 20 Oktober 2021

DUNIA | 20 Oktober 2021

EKONOMI | 20 Oktober 2021

DUNIA | 20 Oktober 2021

MEGAPOLITAN | 20 Oktober 2021

MEGAPOLITAN | 20 Oktober 2021

EKONOMI | 20 Oktober 2021

NASIONAL | 20 Oktober 2021