Copyright © 2021 BeritaSatu
Allright Reserved

2 Pekan Pascaserangan KKB, IDI Papua Sebut Nakes yang Jadi Korban Masih Jalani Pemulihan

Minggu, 26 September 2021 | 13:38 WIB
Oleh : Maria Fatima Bona / JEM
IDI Papua bersama dengan 250 nakes menggelar aksi berjalan kaki atau long march damai mengelilingi jalan protokol di Oksibil, Ibu Kota Kabupaten Pegunungan Bintang, Papua, Kamis, 16 September 2021.

Jayapura, Beritasatu.com - Lebih dua pekan pascapenyerangan para tenaga kesehatan (nakes) yang diduga dilakukan kelompok kriminal bersenjata (KKB) di Puskesmas Kiwirok, Distrik Kiwirok, Kabupaten Pegunungan Bintang, Papua, pada September 2021 lalu. Sejumlah nakes yang menjadi korban dalam kejadian tersebut sampai saat ini masih menjalani pemulihan baik fisik maupun mental.

Ketua Ikatan Dokter (IDI) Papua Donald Aronggear mengatakan, IDI Papua saat ini terus mendampingi para nakes korban penyerangan tersebut dalam penanganan pemulihan secara fisik dan psikis.

Donald menyebutkan, jenazah perawat analis Gabriella Meilani sudah berhasil dievakuasi oleh TNI-Polri dari lokasi kejadian di di Kiwirok dan sudah dimakamkan di Tempat Pemakaman Umum (TPU) Tanah Hitam di Jayapura.

" IDI Papua menyampaikan hormat dan terima kasih yang sebesar-besarnya pada seluruh kru TNI-Polri yang telah sepenuh hati membantu proses evakuasi tersebut. IDI Papua juga menyampaikan duka cita mendalam atas wafatnya salah seorang anggota TNI-Polri yang tewas saat proses evakuasi jenazah," kata kata Donald, dalam keterangan pers diterima Beritasatu.com, Minggu (26/9/2021).

IDI Papua, lanjutnya, menyadari bahwa di masa pandemi ini, selain risiko infeksi Covid-19, tenaga kesehatan yang bertugas di Papua juga memiliki beban kerja yang berbeda serta mengalami risiko kesehatan dan keselamatan kerja lain yang bersifat biologis, fisik, maupun psikososial, namun keselamatan seluruh tenaga kesehatan yang berperan memberikan pelayanan kesehatan merupakan prioritas bagi negara," ucapnya.

Ia menyebutkan, serangan terhadap fasilitas dan layanan kesehatan di Puskesmas Kiwirok tidak hanya mengorbankan tenaga kesehatan, namun juga menghilangkan sarana dan hak masyarakat setempat yang membutuhkan bantuan atau penanganan medis dan kesehatan.

Donald menegaskan bahwa masyarakat di wilayah pedalaman Papua terutama di Pegunungan Bintang masih membutuhkan pelayanan dan penanganan masalah kesehatan.

"Agar para tenaga kesehatan dapat bekerja dengan tenang dan maksimal, IDI Papua meminta jaminan keamanan dan keselamatan pada saat mereka bertugas agar mereka dapat melayani masyarakat setempat dengan baik," ucapnya.



Saksikan live streaming program-program BeritaSatu TV di sini

Sumber: BeritaSatu.com


REKOMENDASI



BERITA LAINNYA


NASIONAL | 21 Oktober 2021

NASIONAL | 21 Oktober 2021

NASIONAL | 21 Oktober 2021

NASIONAL | 21 Oktober 2021

NASIONAL | 21 Oktober 2021

NASIONAL | 21 Oktober 2021

NASIONAL | 21 Oktober 2021

NASIONAL | 21 Oktober 2021

NASIONAL | 21 Oktober 2021

NASIONAL | 21 Oktober 2021

BERITA TERPOPULER


#1
Petisi Kembalikan Aipda Ambarita ke Raimas Backbone Jakarta Timur Menggema di Medsos

#2
Ini Daftar Smartphone yang Tidak Lagi Bisa Akses WhatsApp Mulai 1 November

#3
Pengamat: Naik Pesawat Wajib Tes PCR Bebani Calon Penumpang dan Maskapai

#4
Denmark Terbuka 2021, The Minions Tumbang di Tangan Pemain Muda Pelatnas

#5
Liga Champions: Bungkam Zenit, Juventus Sapu Bersih Kemenangan

#6
Lima Wakil Indonesia Tersingkir di Babak Pertama Denmark Terbuka

#7
Tak Menyangka Tumbangkan Minions, Fikri/Bagas: Di Latihan pun Kami Belum Pernah Menang

#8
Satgas Terbitkan Surat Edaran Wajib Tes PCR Naik Pesawat dari dan ke Jawa-Bali

#9
Liga Champions: Tertinggal Dua Gol, MU Bangkit dan Menang Berkat Ronaldo

#10
Calon Mahasiswa dari Indonesia Makin Tertarik Kuliah di Tiongkok

TERKINI


OLAHRAGA | 22 Oktober 2021

OLAHRAGA | 22 Oktober 2021

DIGITAL | 22 Oktober 2021

OLAHRAGA | 22 Oktober 2021

DUNIA | 21 Oktober 2021

DUNIA | 21 Oktober 2021

NASIONAL | 21 Oktober 2021

OLAHRAGA | 21 Oktober 2021

MEGAPOLITAN | 21 Oktober 2021

DUNIA | 21 Oktober 2021