Copyright © 2021 BeritaSatu
Allright Reserved

Pengosongan Lahan Sengketa Tidak Bisa Atas Kemauan Sepihak

Jumat, 15 Oktober 2021 | 00:38 WIB
Oleh : Vento Saudale / EHD
Aktivitas pembukaan lahan yang dilakukan Sentul City di Kampung Gunung Batu, Desa Bojong Koneng, Kabupaten Bogor, Rabu 13 Oktober 2021.

Bogor, Beritasatu.com - Badan Pertanahan Nasional (BPN) Kabupaten Bogor menegaskan, cara penggusuran atau pengosongan lahan sengketa harus melalui pengadilan dan tidak dilakukan sepihak.

Kepala Kantor BPN Kabupaten Bogor Sepyo Achanto mengatakan, dalam kasus sengketa lahan bila tidak ditemui titik kesepakatan melalui musyawarah maka harus diputuskan melalui pengadilan.

Advertisement

Berdasarkan keputusan pengadilan nantinya, penggugat atau tergugat yang dimenangkan meminta ke pengadilan untuk mengosongkan tanah sengketa terlebih dahulu.

"Nantinya pengadilan yang akan mengeksekusi dan eksekusi tidak bisa dilakukan secara sepihak maupun dilakukan paksa dengan mengarahkan Satpol PP ataupun preman," tutur Sepyo, kepada Beritasatu.com, Kamis (14/10/2021).

Ia pun berpesan kepada masyarakat untuk menghindari kasus sengketa lahan ketika akan membeli tanah dengan lebih teliti, apakah tanah tersebut bersengketa atau tidak agar kedepannya tidak akan terjadi permasalahan hukum yang tidak diinginkan.

Ia mengatakan, saat ini di Kabupaten Bogor memang masih banyak persoalan sengketa lahan selain yang terjadi pada Rocky Gerung dan Sentul City.

Dengan luas wilayah Kabupaten Bogor yang mencapai 298.838.304 hektare, kata Sepyo, kasus sengketa lahan juga terjadi pada area yang sudah bersertifikat.

Sepyo mengungkapkan, alasan utama maraknya kasus sengketa lahan dikarenakan antara pemegang sertifikat kepemilikan tanah dengan penguasaan lahan secara fisik merupakan pihak yang berbeda.

Oleh sebab itu, ia berpesan agar para pemegang hak milik atas tanah untuk dapat benar-benar merawat dan menggarap lahan tersebut.

Sepyo pun meminta agar pemilik sah lahan juga dapat menguasai lahan secara fisik dan tidak menelantarkan lahan tersebut.

Ia tidak menampik mengenai persoalan makelar tanah yang banyak ditemukan di wilayah Bogor. Ia mengakui memang selama ini ada makelar yang suka memperjualbelikan lahan tanpa sertifikat.

Kendati demikian, menurut Sepyo, persoalan makelar tersebut berada di luar kendali BPN. "Kalau permasalahan makelar itu di luar BPN. Kita mendengar informasi itu, tapi di luar kendali BPN," sanggahnya.



Saksikan live streaming program-program BeritaSatu TV di sini

Sumber: BeritaSatu.com


REKOMENDASI



BERITA LAINNYA


NASIONAL | 28 November 2021

NASIONAL | 28 November 2021

NASIONAL | 28 November 2021

NASIONAL | 28 November 2021

NASIONAL | 28 November 2021

NASIONAL | 28 November 2021

NASIONAL | 28 November 2021

NASIONAL | 28 November 2021

NASIONAL | 28 November 2021

NASIONAL | 28 November 2021

BERITA TERPOPULER


#1
Viktor Axelsen Puji Penampilan Jojo

#2
Andalan Singapura Tak Sangka ke Final Indonesia Terbuka

#3
Ini Video Mobil Salto Sean-Bamsoet di Meikarta Sprint Rally

#4
Hadapi Greysia/Apriyani di Final, Nami/Shida Percaya Diri

#5
Menang 2 Gim Langsung, The Minions Senang

#6
Mobil Ringsek, Bamsoet: Allah Masih Melindungi Saya dan Sean

#7
Jadwal Final Indonesia Terbuka, 2 Wakil Tuan Rumah Tampil

#8
Hadapi Lagi The Minions di Final, Hoki/Kobayasi Tak Gentar

#9
Polisi Jerat Pasal Penghinaan Ras dan Etnis pada Pria Bekasi

#10
Data Penerima Vaksin Covid-19 sampai 27 November 2021

TERKINI


BERITA GRAFIK | 28 November 2021

BERITA GRAFIK | 28 November 2021

EKONOMI | 28 November 2021

NASIONAL | 28 November 2021

BERITA GRAFIK | 28 November 2021

BERITA GRAFIK | 28 November 2021

GAYA HIDUP | 28 November 2021

KESEHATAN | 28 November 2021

BERITA GRAFIK | 28 November 2021

BERITA GRAFIK | 28 November 2021