Copyright © 2021 BeritaSatu
Allright Reserved

BNPT: Lawan Propaganda Khilafah, Taati Perjanjian dalam Berbangsa dan Bernegara

Jumat, 15 Oktober 2021 | 13:08 WIB
Oleh : BW
Direktur Pencegahan Badan Nasional Pencegahan Terorisme (BNPT), Brigjen Pol Ahmad Nurwakhid.

Jakarta, Beritasatu.com - Badan Nasional Penanggulangan Terorisme (BNPT) menyampaikan, untuk mereduksi dan melawan propaganda kelompok khilafah, umat beragama di Indonesia wajib menaati perjanjian yang sudah menjadi kesepakatan para pendiri bangsa, tokoh bangsa, alim ulama, dan tokoh agama.

"Menjadi kewajiban kita semua umat beragama di Indonesia menaati perjanjian yang sudah menjadi kesepakatan. Kita semua wajib menaati perjanjian dalam berbangsa dan bernegara dalam bentuk konsensus nasional yaitu Pancasila, Bhinneka Tunggal Ika, NKRI, UUD 45 atau PBNU. Itu wajib," kata Direktur Pencegahan BNPT Brigjen Pol R Ahmad Nurwakhid dalam keterangan yang diterima di Jakarta, Jumat (15/10/2021).

Advertisement

Dia menyebut, dalam indeks potensi radikalisme di Indonesia, masih ada sekitar 12,2 persen yang masuk dalam kategori OTG (orang tanpa gejala) yang terpapar radikalisme. Indikatornya mereka ini anti-Pancasila dan pro khilafah.

Untuk itu, kata Ahmad Nurwakhid, kalau ada orang atau kelompok yang menggelorakan khilafah dan daulah, itu haram hukumnya di Indonesia karena itu sama saja melanggar konsensus nasional. Apalagi tokoh-tokoh yang membuat perjanjian yang sudah menjadi kesepakatan itu sudah wafat semuanya.

"Secara hukum siapa yang bisa membatalkan perjanjian, para pihak yang bersepakat, yang sekarang sudah wafat? Silakan kalau mau diubah ke alam barzah sana. Artinya apa Pancasila, NKRI harga mati. Dan siapa pun yang melanggar perjanjian itu hukumnya jahiliyah, haram," kata Nurwakhid, saat menjadi narasumber Diskusi Kebangsaan Membangun Harmoni Bangsa Bersama BNPT di Balai Desa Banjar Rejo, Kecamatan Batang Hari, Kabupaten Lampung Timur, Lampung, Kamis (14/10/2021).

Mantan Kabagops Densus 88 ini mengajak seluruh hadirin untuk benar memahami makna tauhid. Ini penting agar umat beragama tidak mudah terpecah belah oleh politik adu domba kelompok radikal dan pengusung khilafah. Ia yakin bila umat beragama memahami tauhid, maka bangsa Indonesia akan imun dari radikalisme.

"Jadi Tuhan di alam semesta itu zatnya satu, namanya beda-beda, cara nyembahnya beda-beda, kalau beda, tidak boleh disamakan. Itu namanya lakum diinukum waliyadiin. Artinya bagimu agamamu bagiku agamaku," jelasnya.

Diluruskan
Selain itu, ia juga meluruskan makna ukhuwah islamiah. Makna ini harus diluruskan karena bila pemahamannya salah justru maknanya menjadi radikal dan takfiri.

“Ukhuwah islamiah jangan diartikan persaudaraan sesama umat Islam, tetapi persaudaraan secara Islami,” tegasnya.

Nurwakhid menegaskan. radikalisme dan terorisme mengatasnamakan Islam sejatinya fitnah bagi Islam. Pasalnya ideologi takfiri, agenda, dan tindakan bertentangan dengan nilai Islam yang rahmatan lil alamin yang mewajibakan toleransi, kasih sayang, akhlakul karimah, dan taat serta patuh kepada pemerintah yang sah.

"Radikalisme dan terorisme mengatasnamakan agama adalah musuh agama dan musuh negara," kata Ahmad.

Ia menegaskan, radikalisme adalah musuh semua agama dan tidak ada kaitannya tindakan terorisme dengan agama apa pun. Namun, terorisme terkait dengan pemahaman dengan pemahaman dan cara beragama umatnya.

"Yakinlah radikalisme mengatasnamakan Islam adalah fitnah bagi Islam, adalah proxy untuk menghancurkan Islam dan untuk menghancurkan NKRI. Maka harus menjadi musuh kita bersama. Kita harus bersatu dan melawan bersama-sama," kata Ahmad Nurwakhid.

Ia pun mengajak masyarakat untuk ikut mewaspadai atau mendeteksi gejala radikalisme di masyarakat.

Ia menegaskan, Indonesia adalah Bhinneka Tunggal Ika, yaitu berbeda-beda tetapi tetap satu juga, jadi perbedaan dan keragaman Indonesia itu adalah keniscayaan. Perbedaan itu justru harus jadikan kekuatan dalam persatuan. Karena itu, bangsa Indonesia yang beragama itu wajib mencintai tanah air dan bangsanya.



Saksikan live streaming program-program BeritaSatu TV di sini

Sumber: ANTARA


REKOMENDASI



BERITA LAINNYA


NASIONAL | 27 November 2021

NASIONAL | 27 November 2021

NASIONAL | 27 November 2021

NASIONAL | 27 November 2021

NASIONAL | 27 November 2021

NASIONAL | 27 November 2021

NASIONAL | 27 November 2021

NASIONAL | 27 November 2021

NASIONAL | 27 November 2021

NASIONAL | 27 November 2021

BERITA TERPOPULER


#1
2 Wakil Thailand Raih Tiket Final Indonesia Terbuka

#2
Ini Video Mobil Salto Sean-Bamsoet di Meikarta Sprint Rally

#3
Kondisi Terkini Kabag Ops Ditlantas Korban Pemukulan PP

#4
Terlambat Batasi Perjalanan, Omicron Terdeteksi di 4 Negara

#5
Kementerian PUPR: Ini Cara Kerja Tol Nirsentuh MLFF

#6
Alami Insiden Saat Reli di Meikarta, Bamsoet Baik-baik Saja

#7
Data Penerima Vaksin Covid-19 sampai 27 November 2021

#8
Varian Omicron, Ratusan Penumpang Afsel Tertahan di Schiphol

#9
Jojo Gagal Tumbangkan Juara Olimpiade

#10
Ini Jadwal 3 Wakil Indonesia di Semifinal Indonesia Terbuka

TERKINI


BOLA | 27 November 2021

KESEHATAN | 27 November 2021

POLITIK | 27 November 2021

DUNIA | 27 November 2021

MEGAPOLITAN | 27 November 2021

NASIONAL | 27 November 2021

DIGITAL | 27 November 2021

OLAHRAGA | 27 November 2021

BOLA | 27 November 2021

OLAHRAGA | 27 November 2021