Copyright © 2021 BeritaSatu
Allright Reserved

Made in Cirebon 2021 Perdalam Minat Siswa untuk Pendidikan Seni dan Budaya

Jumat, 15 Oktober 2021 | 21:37 WIB
Oleh : Hendro D Situmorang / WM
Presentasi akhir siswa SMPN 1 Kota Cirebon pendidikan seni dan budaya dalam program Made in Cirebon 2021

Jakarta, Beritasatu.com - Guna memperdalam minat siswa dalam pendidikan seni dan budaya, diluncurkanlah Made in Cirebon 2021. Program perpaduan dua negara Korea-Indonesia ini merupakan proyek bantuan pengembangan resmi (Official Development Assistance/ODA) yang diinisiasi oleh Kementerian Kebudayaan, Olahraga, dan Pariwisata Korea (MCST) dan dipersembahkan oleh Korea Arts and Culture Education Services (KACES) dengan kolaborasi bersama L’Art Company, ARCOLABS, Pemerintah Kota Cirebon, dan Sinau Art.

Advertisement

Direktur dari Divisi Sumber Daya Pendidikan di KACES, Yujin Hong mengatakan, kegiatan ini merupakan kelanjutan dari proyek Made in Cirebon yang dilaksanakan pada 2020 lalu. Acara tahun ini berlangsung selama Juli-Oktober 2021 yang melibatkan 13 seniman dan sekitar 20 guru serta 175 siswa dari SMPN 1 Kota Cirebon dan SMPN 18 Kota Cirebon.

"Hal ini bertujuan untuk menumbuhkan inovasi dan sistem pendidikan seni dan budaya yang berkelanjutan di Indonesia melalui kerja sama dengan seniman lokal. Pendidikan seni dan budaya bisa menjadi metode yang efektif untuk menumbuhkan kreativitas dan imajinasi, kemampuan yang sangat penting dan bisa mengubah kehidupan seseorang,” kata Yujin Hong saat penutupan presentasi akhir secara virtual, Jumat (15/10/2021).

KACES melanjutkan kerja sama dengan ARCOLABS Center for Art and Community Management sebagai mitra lokal yang menyelenggarakannya di Indonesia. Dalam riset yang telah dilakukan sebelumnya, ditemukan adanya tantangan-tantangan genting yang dihadapi oleh pendidikan seni dan budaya di Indonesia, termasuk alokasi jam pembelajaran yang kurang dan bidang keahlian guru.

Meski telah ada sejumlah upaya pendidikan seni alternatif yang dicetuskan oleh swasta atau kolektif seniman dan pemerintah, upaya-upaya independen ini masih perlu dikaji lebih jauh terkait efektivitas materi dan dampaknya kepada siswa. Made in Cirebon berusaha untuk mencari solusi dari tantangan ini lewat kurikulum yang sudah ada.

Direktur ARCOLABS, Jeong Ok Jeon menyatakan bahwa tujuan ini diterjemahkan lewat fokus program pada kolaborasi dengan seniman lokal melalui model pembelajaran terintegrasi. Untuk memberikan pembelajaran yang komprehensif, kelas-kelas seni ini dikembangkan dengan menggabungkan seni media baru, alam dan pengetahuan lingkungan, budaya dan tradisi lokal, musik, seni, sastra, sains dan seni penampilan.

"Melalui pendekatan multidisipliner ini, peserta juga bisa memperdalam minat mereka di bidang seni dan budaya, memperluas pengetahuan mereka akan dunia dengan tetap membuka diri untuk mencari solusi terhadap permasalahan komunitas,” ujar Jeong Ok Jeon.

Dengan program yang kembali dilaksanakan di tengah pandemi Covid-19, tema di tahun ini adalah Trust and Growth yang berusaha memusatkan perhatian kita pada kesempatan-kesempatan untuk terhubung kembali, membangun dan mempertahankan rasa percaya, di tengah mobilitas yang serba terbatas untuk bisa mencapai perkembangan diri baik secara personal maupun profesional.

Sementara Nico Broer, pendiri Sinau Art menyatakan menjalankan program ini di tengah situasi pandemi memang menantang, apalagi karena di tahun ini kami melibatkan lebih banyak siswa dan guru.

"Berhubung ini adalah tahun kedua, kami lebih percaya diri dibandingkan tahun lalu, tetapi di saat yang sama ada banyak sekali pembelajaran baru tidak hanya terkait eksplorasi teknik atau medium, tetapi juga tentang budaya dan komunitas lain. Jadi ini adalah pembelajaran dan pengalaman yang penting dan bermakna bagi kami,” pungkasnya.

Selama Juli hingga Oktober, terdapat empat kegiatan yang berlangsung.
1. Workshop for Teaching Artists: 26 – 27 Juli 2021
Lokakarya ini bertujuan memberikan seniman pengajar dan seniman lokal dengan informasi tentang program, masyarakat Indonesia dan Cirebon serta kiat menggabungkan praktik artistik mereka dengan audiens yang berbeda.

Seniman Pengajar merupakan seniman Korea dan Indonesia dari berbagai disiplin:
Park Seung Soon (seniman media, Korea), Aprina Murwanti (pendidik dan seniman tekstil, Indonesia), Rizki Taufik Rakhman (pendidik desain grafis dan pencerita, Indonesia)

2. Workshop for Local Artists (Sinau Art): 9 – 14 Agustus 2021
Lokakarya oleh seniman pengajar kepada seniman lokal di Cirebon, untuk mengembangkan materi pelatihan dan konten kreatif kepada Guru, Siswa, dan masyarakat Cirebon.

Seniman Lokal dipilih dari kolektif seniman Sinau Art yang berbasis di Cirebon:
Agus Rachmat (tekstil), Bertrand Prayoga (MC), Danny Roza (fotografi), Hafrizal Suyandi (musik), Muchamad Faizal (film), Mulyana (karawitan), Saeroji (Musik Kontemporer), Saiful Hadi (sastra), Titis Nur Ennisa (tekstil), Yeni Yuli Umiyati (kriya)

3. Workshop for Teachers and Students:
20-24 September 2021 (SMPN 18 Kota Cirebon), 27 September hingga 1 Oktober 2021 (SMPN 1 Kota Cirebon)
Dipandu oleh para seniman Sinau Art, workshop ini bertujuan untuk membantu guru dan siswa di Cirebon menggunakan seni dan teknologi sebagai alat belajar, komunikasi, dan berpartisipasi dalam komunitas lokal dan global. Di tahun kedua ini, program berlanjut dengan SMPN 1 Kota Cirebon yang telah berpartisipasi pada 2020, dan memulai kerja sama baru dengan SMPN 18 kota Cirebon untuk memperluas cakupan program ke peserta yang lebih banyak.

Dengan protokol kesehatan yang ketat, total ada 175 siswa dan 20 guru yang berpartisipasi dalam 5 lokakarya yang menggabungkan unsur budaya, sains, alam, dan seni media.

4. Final Presentation: 15 Oktober 2021
Presentasi akhir berupa pameran kecil yang menampilkan hasil belajar siswa dan presentasi dari para seniman yang terlibat. Acara ini juga akan menjadi penutupan dari proyek Made in Cirebon tahun 2020. Presentasi ini meliputi launching video dokumenter, presentasi siswa dan diskusi bersama seniman.



Saksikan live streaming program-program BeritaSatu TV di sini

Sumber: BeritaSatu.com


BERITA LAINNYA


NASIONAL | 27 November 2021

NASIONAL | 27 November 2021

NASIONAL | 27 November 2021

NASIONAL | 27 November 2021

NASIONAL | 27 November 2021

NASIONAL | 27 November 2021

NASIONAL | 27 November 2021

NASIONAL | 27 November 2021

NASIONAL | 27 November 2021

NASIONAL | 27 November 2021

BERITA TERPOPULER


#1
Christiansen/Boje, Mimpi Buruk 3 Ganda Campuran Indonesia

#2
Mudik Natal dan Tahun Baru Ditiadakan

#3
Bamsoet: FEO Berharap Bertemu Jokowi atas Permohonan Anies

#4
Salah Strategi, Fajar/Rian Kalah

#5
Ini Besaran APBD DKI dari Tahun ke Tahun di Era Anies

#6
Terlambat Batasi Perjalanan, Omicron Terdeteksi di 4 Negara

#7
Respons PDIP soal Bamsoet dan Sahroni Jadi Panitia Formula E

#8
PD: Kami yang Pertama Tolak UU Cipta kerja

#9
Ini Jadwal 3 Wakil Indonesia di Semifinal Indonesia Terbuka

#10
Varian Omicron, Ratusan Penumpang Afsel Tertahan di Schiphol

TERKINI


EKONOMI | 27 November 2021

BERITA GRAFIK | 27 November 2021

BERITA GRAFIK | 27 November 2021

BOLA | 27 November 2021

NASIONAL | 27 November 2021

NASIONAL | 27 November 2021

BERITA GRAFIK | 27 November 2021

BERITA GRAFIK | 27 November 2021

DUNIA | 27 November 2021

NASIONAL | 27 November 2021