Copyright © 2021 BeritaSatu
Allright Reserved

Polisi Kejar Pendana Jaringan Desk Collection Pinjol Ilegal

Jumat, 15 Oktober 2021 | 21:45 WIB
Oleh : Bayu Marhaenjati / YUD
Direktur Tindak Pidana Ekonomi Khusus Bareskrim Polri Brigjen Pol Helmy Santika (dua kanan), bersama Kabag Penum Divisi Humas Polri Kombes Ahmad Ramadhan (dua kiri), saat merilis sindikat pinjaman online atau pinjol yang beroperasi secara ilegal di Jakarta, di kantor Bareskrim Polri, Jakarta, Jumat 15 Oktober 2021.

Jakarta, Beritasatu.com - Direktorat Tindak Pidana Ekonomi Khusus Bareskrim Polri, sedang memburu ZJ, pendana sekaligus mentor tujuh tersangka penyebar SMS atau pesan pendek sindikat financial technology (fintech) atau biasa dikenal sebagai pinjaman online ilegal (pinjol), yang ditangkap di sejumlah tempat, di Jakarta.

"Ada dilakukan pengejaran ZJ, itu yang bertugas dia sebagai pendana. ZJ yang warga negara asing ini selain berperan sebagai mentor dari para operator, juga pendana," ujar Direktur Tindak Pidana Ekonomi Khusus Bareskrim Polri Brigjen Pol Helmy Santika, di Bareskrim Mabes Polri, Jumat (15/10/2021).

Advertisement

Dikatakan Helmy, ZJ mengajarkan bagaimana cara kerja alat-alat seperti modem tool atau simbox dan barang bukti lainnya kepada tujuh tersangka yang telah ditangkap sebelumnya.

"Kita sedang dalami, dengan alat ini maka alat ini yang otomatis mem-blasting. Kurang lebih begitu, yang men-training-nya (ZJ) itu sedang dalam pencarian," ungkapnya.

Sementara itu, apakah masyarakat yang sudah terlanjur terjerat utang tetap punya kewajiban bayar kendati itu pinjol ilegal, Helmy menyampaikan, hal itu masuk hukum perdata dan merupakan ranah pengadilan. Sedangkan, polisi menangani terkait perkara pidananya.

"Secara hukum perdata, ini menjadi hukum bagi mereka berdua. Jadi itu adalah peristiwa keperdataan, pinjam meminjam. Apakah masih tetap punya kewajiban bayar dan sebagainya, ini adalah urusannya hukum perdata, ranahnya di pengadilan. Jadi silakan itu nanti ranahnya di pengadilan perdata," katanya.

Helmy mengatakan, tujuh tersangka berinisial RJ, JT, AY, HC, AL, PN, dan HH ditangkap, di Taman Kencana Cengkareng, Perumahan Long Beach PIK, Green Bay Tower Pluit, Apartemen Taman Anggrek, Laguna Tower Pluit, dan Perumahan Cassa Garden Cengkareng, sejak Selasa hingga Kamis kemarin.

Ketujuh tersangka itu, berperan sebagai desk collection dengan modus menyebar SMS atau pesan pendek berisi tentang kesusilaan, ancaman dan penistaan kepada korban pinjaman online. Mereka disebut telah bekerja selama 3 bulan, 6 bulan, dan 1 tahun belakangan, dengan gaji sekitar Rp 15 hingga Rp 20 juta.

Atas perbuatannya, para tersangka dijerat Pasal 45B juncto Pasal 29 dan/atau Pasal 45 ayat (1) juncto Pasal 27 ayat (1) dan/atau Pasal 45 ayat (3) juncto Pasal 27 ayat (3) dan/atau Pasal 45 ayat (4) juncto Pasal 27 ayat (4) dan/atau Pasal 51 ayat (1) juncto Pasal 35 Undang-Undang Nomor 19 Tahun 2016 tentang Perubahan atas Undang-Undang Nomor 11 Tahun 2008 tentang Informasi dan Transaksi Elektronik (ITE), dan/atau Pasal 3, Pasal 4 dan Pasal 5 Undang-Undang Nomor 8 Tahun 2010 tentang Pencegahan dan Pemberantasan Tindak Pidana Pencucian Uang, dan/atau Pasal 311 ayat (1) KUHP juncto Pasal 55 ayat (1) Ke-1 KUHP. Ancaman pidananya 20 tahun penjara dan denda Rp 10 miliar.



Saksikan live streaming program-program BeritaSatu TV di sini

Sumber: BeritaSatu.com


REKOMENDASI



BERITA LAINNYA


NASIONAL | 27 November 2021

NASIONAL | 27 November 2021

NASIONAL | 27 November 2021

NASIONAL | 27 November 2021

NASIONAL | 27 November 2021

NASIONAL | 27 November 2021

NASIONAL | 27 November 2021

NASIONAL | 27 November 2021

NASIONAL | 27 November 2021

NASIONAL | 27 November 2021

BERITA TERPOPULER


#1
Christiansen/Boje, Mimpi Buruk 3 Ganda Campuran Indonesia

#2
Mudik Natal dan Tahun Baru Ditiadakan

#3
Bamsoet: FEO Berharap Bertemu Jokowi atas Permohonan Anies

#4
Salah Strategi, Fajar/Rian Kalah

#5
Ini Besaran APBD DKI dari Tahun ke Tahun di Era Anies

#6
Terlambat Batasi Perjalanan, Omicron Terdeteksi di 4 Negara

#7
Respons PDIP soal Bamsoet dan Sahroni Jadi Panitia Formula E

#8
PD: Kami yang Pertama Tolak UU Cipta kerja

#9
Ini Jadwal 3 Wakil Indonesia di Semifinal Indonesia Terbuka

#10
Varian Omicron, Ratusan Penumpang Afsel Tertahan di Schiphol

TERKINI


BERITA GRAFIK | 27 November 2021

BERITA GRAFIK | 27 November 2021

NASIONAL | 27 November 2021

OLAHRAGA | 27 November 2021

BERITA GRAFIK | 27 November 2021

DUNIA | 27 November 2021

BERITA GRAFIK | 27 November 2021

OLAHRAGA | 27 November 2021

OTOMOTIF | 27 November 2021

NASIONAL | 27 November 2021