Copyright © 2021 BeritaSatu
Allright Reserved

Banyak Korban Pinjol Ilegal, Tagar #JokowiBerantasPinjolIlegal Bergema di Twitter

Jumat, 15 Oktober 2021 | 22:22 WIB
Oleh : Yustinus Paat / FFS
Direktur Tindak Pidana Ekonomi Khusus Bareskrim Polri Brigjen Pol Helmy Santika (dua kanan), bersama Kabag Penum Divisi Humas Polri Kombes Ahmad Ramadhan (dua kiri), saat merilis sindikat pinjaman online atau pinjol yang beroperasi secara ilegal di Jakarta, di kantor Bareskrim Polri, Jakarta, Jumat 15 Oktober 2021.

Jakarta, Beritasatu.com - Banyaknya korban penipuan pinjaman online (pinjol) ilegal membuat netizen atau warganet menjadi gerah. Warganet pun meminta Presiden Joko Widodo (Jokowi) dan jajarannya segera mengambil tindakan yang masif dan komprehensif untuk menindak tegas para pelaku pinjol ilegal.

Kegerahan dan pemintaan warganet ini terlihat dari tagar #JokowiBerantasPinjolIlegal dan kata kunci bantai pinjaman online ilegal menjadi trending topic Twitter pada siang hari ini, Jumat (15/10/2021). Tagar #JokowiBerantasPinjolIlegal dan kata kunci Bantai Pinjaman Online Ilegal ini telah ditwit masing-masing oleh belasan ribu warganet.

Advertisement

Warganet dengan nama Twitter Habieb Selow berharap Presiden Jokowi segera bertindak dengan memerintahkan Menkominfo Johnny G Plate untuk menindak tegas para pelaku penyedia pinjaman online ilegal. Hal ini lantaran tindakan mereka telah meresahkan dan merugikan masyarakat.

“Presiden @jokowi lewat Menteri @PlateJohnny dan @kemkominfo agar tertibkan Pinjol Aparat pun molai bergerak bantai pinjaman online ilegal,” tulis Habieb Selow melalui akun twitter @WagimanDeep212_.

Warganet lainnya dengan nama Nina Tulalit menyoroti peran Otoritas Jasa Keuangan (OJK) untuk mencegah maraknya pinjaman online ilegal. Apalagi Presiden Jokowi sudah mengingatkan OJK untuk memperkuat literasi dan inklusi keuangan digital, terutama untuk masyarakat kelas bawah. Menurutnya, salah satu penyebab banyaknya masyarakat yang menjadi korban karena kurangnya informasi dan literasi keuangan dengan baik soal risiko pinjaman online ilegal.

“Peran OJK diharapkan lebih ketat dan optimal untuk menjaga pertumbuhan ekonomi yang sudah pada jalur yang tepat,” ciut Nina Tulalit melalui akun twitter @vita_AVP.

Warganet lainnya atas nama Ary Prasetyo meminta OJK dan polisi bertindak cepat untuk memberantas dan menangkap pelaku pinjol ilegal. Dia berharap kedua lembaga tersebut tidak menunggu korban berjatuhan baru bertindak atau menunggu perintah Jokowi.

“Hallo @ojkindonesia @DivHumas_Polri masa iya tunggu jatuh korban jiwa dan Presiden @jokowi Teriak2 baru kalian bertindak? @jokowi soroti pinjol ilegal meminta pihak terkait mitigasi risiko yg baik,” ungka Ary Prasetyo melalui akun twitternya @Aryprasetyo85.

Sebelumnya, Presiden Jokowi menyoroti maraknya pinjaman online ilegal yang merugikan masyarakat khususnya masyarakat kelas bawah. Bahkan, ada warga yang akhirnya memilih bunuh diri karena utang sudah menumpuk dari pinjol ilegal yang bunganya tinggi dan mendapat teror dari debt collector pinjol.

“Saya mendengar masyarakat bawah yang tertipu dan terjerat bunga tinggi oleh pinjaman online yang ditekan dengan berbagai cara untuk mengembalikan pinjamannya,” ujar Jokowi dalam OJK Virtual Innovation Day 2021, Senin (11/10/2021).

Jokowi pun minta OJK agar memastikan digitalisasi di sektor keuangan ini juga diimbangi dengan mitigasi risiko yang baik sehingga digitalisasi tersebut bisa membantu dan bukan merugikan masyarakat.

Setelah pernyataan Jokowi, pihak kepolisian langsung bergerak dengan menggerebek dan menangkap pelaku penyedia pinjol ilegal di sejumlah daerah, termasuk di Jakarta. Bahkan Direktorat Tindak Pidana Ekonomi Khusus Bareskrim Polri baru-baru ini menggerebek tujuh tempat yang diduga merupakan kantor sindikat pinjaman online atau pinjol yang beroperasi secara ilegal di Jakarta. Aparat menangkap tujuh tersangka.

"Ya Bareskrim melakukan penggerebekan dan penangkapan sindikasi pinjaman online di tujuh lokasi, di Jakarta. Ada tujuh tersangka yang ditangkap," ujar Direktur Tindak Pidana Ekonomi Khusus Bareskrim Polri Brigjen Pol Helmy Santika, Jumat (15/10/2021).

Adapun lokasi penggerebekan di antaranya, dua tempat di Cengkareng, Jakarta Barat, lalu di Pantai Indah Kapuk, Jakarta Utara, kemudian Apartemen Taman Anggrek, Jakarta Barat, serta Laguna Pluit dan Green Bay Pluit, Jakarta Utara. Para tersangka ini mempunyai peran sebagai desk collection dan operator SMS blasting.

Menurut Helmy, desk collection berperan sebagai penagih, sementara operator SMS blasting penyebar promosi pinjaman online ilegal.

"SMS blasting merupakan salah satu modus yang dilakukan oleh pinjol ilegal sebagai sarana promosi ataupun untuk menagih utang. Saat ini orang-orangnya dalam pengembangan dan pendalaman untuk ke jaringan lain atau sindikasi lain," katanya.

Pada saat penggerebekan, polisi juga menyita barang bukti yang menunjang operasional pinjol ilegal berupa modem, perangkat komputer, monitor, simcard, laptop, dan peralatan elektronik lainnya.



Saksikan live streaming program-program BeritaSatu TV di sini

Sumber: BeritaSatu.com


REKOMENDASI



BERITA LAINNYA


NASIONAL | 27 November 2021

NASIONAL | 27 November 2021

NASIONAL | 27 November 2021

NASIONAL | 27 November 2021

NASIONAL | 27 November 2021

NASIONAL | 27 November 2021

NASIONAL | 27 November 2021

NASIONAL | 27 November 2021

NASIONAL | 27 November 2021

NASIONAL | 27 November 2021

BERITA TERPOPULER


#1
Christiansen/Boje, Mimpi Buruk 3 Ganda Campuran Indonesia

#2
Mudik Natal dan Tahun Baru Ditiadakan

#3
Bamsoet: FEO Berharap Bertemu Jokowi atas Permohonan Anies

#4
Salah Strategi, Fajar/Rian Kalah

#5
Ini Besaran APBD DKI dari Tahun ke Tahun di Era Anies

#6
Terlambat Batasi Perjalanan, Omicron Terdeteksi di 4 Negara

#7
Respons PDIP soal Bamsoet dan Sahroni Jadi Panitia Formula E

#8
PD: Kami yang Pertama Tolak UU Cipta kerja

#9
Ini Jadwal 3 Wakil Indonesia di Semifinal Indonesia Terbuka

#10
Varian Omicron, Ratusan Penumpang Afsel Tertahan di Schiphol

TERKINI


EKONOMI | 27 November 2021

BERITA GRAFIK | 27 November 2021

BERITA GRAFIK | 27 November 2021

BOLA | 27 November 2021

NASIONAL | 27 November 2021

NASIONAL | 27 November 2021

BERITA GRAFIK | 27 November 2021

BERITA GRAFIK | 27 November 2021

DUNIA | 27 November 2021

NASIONAL | 27 November 2021