Copyright © 2021 BeritaSatu
Allright Reserved

BNPT Apresiasi Kades di Lampung Selatan Laporkan 30 Warganya Terpapar NII

Minggu, 17 Oktober 2021 | 22:08 WIB
Oleh : WM
Direktur Pencegahan Badan Nasional Penanggulangan Terorisme (BNPT) Brigjen Pol R Ahmad Nurwakhid

Jakarta, Beritasatu.com - Direktur Pencegahan Badan Nasional Penanggulangan Terorisme (BNPT) Brigjen Pol R Ahmad Nurwakhid mengapresiasi Kepala Desa Sidodadi, Lampung Selatan, Asri Didik Marhadi yang telah melaporkan adanya 30 anak muda warga di desanya terpapar ideologi Negara Islam Indonesia (NII).

Advertisement

“Saya apresiasi laporan dari Kades Sidodadi Asri ini. Terima kasih pak Kades,” ujar Ahmad Nurwakhid, di Jakarta, Minggu (17/10/2021).

Ahmad Nurwakhid mengatakan, hal itu terungkap setelah Kepala Desa Sidodadi Asri Didik Marhadi melaporkan keterpaparan warganya kepada dirinya di sela-sela roadshow sosialisasi pencegahan terorisme di Provinsi Lampung, Jumat (15/10) malam. Pelaporan itu diinisiasi oleh Pendiri NII Crisis Center Ken Setiawan.

“Ini menunjukkan perangkat desa yang peduli ke rakyatnya. Dia tidak takut, justru peduli untuk melaporkan karena masalah ini harus disampaikan untuk mencegah keterpaparan warga yang lebih meluas lagi sekaligus ‘menyembuhkan’ anak-anak yang terpapar,” katanya.

Untuk itu, mantan Kabagops Densus 88, meminta kepala-kepala desa yang lain untuk tidak takut dan melaporkan seperti yang telah dilakukan oleh Kades Sidodadi Asri ini.

“Kalau di desanya ada radikalisasi, bukan berarti perangkat desa lemah, ini virus radikalisme yang bisa menyerang siapa saja. Justru kalau didiamkan nanti bisa meledak, atau naik level jadi terorisme. Kalau itu tidak bisa ditolong lagi, otomatis bisa menimbulkan kegaduhan dan teror,” jelas Nurwakhid.

Ia mengungkapkan, NII memang sudah dilarang, tapi belum ada regulasi yang melarang ideologi takfiri mereka.

Sama juga dengan HTI yang sudah dibubarkan, tapi yang dibubarkan itu ormasnya dengan UU 16/2017 tentang Ormas, tapi ideologinya tidak dilarang sehingga mereka masih massif menyebarkan ideologi khilafah.

Menurut dia, sejauh ini ideologi yang dilarang di Indonesia baru komunisme, marxisme, dan leninisme sesuai Tap MPRS 25/1966 dan turunannya UU 27/1999.

Sementara ideologi lain yang relevan mengancam ideologi Pancasila dan NKRI, belum ada larangannya seperti khilafahisme, daulahisme, liberalisme, kapitalisme, dan sekulerisme. Hal ini membuat aparat penegak hukum tidak pasti dalam bersikap.

“Misalnya kasus 56 anak muda di Garut dan 30 orang di Sidodadi Asri ini. Proses hukum tidak akan bisa, polisi paling memanggil untuk diishlahkan. Bagi perekrutnya juga tidak bisa dilakukan proses hukum ini jadi permasalahan kita bersama,” ungkapnya.

Terkait UU 5/2018 tentang tentang Pemberantasan Tindak Pidana Terorisme, Nurwakhid menilai, keberadaan UU itu sudah bagus, tapi belum maksimal.

Bagusnya bagi mereka yang sudah masuk jaringan teror kemudian berpotensi akan melakukan aksi teror, dan perbuatannya masuk tindak pidana teror, maka dilakukan penangkapan dengan strategi preventive justice, ditangkap dan ditindak sebelum melakukan aksi.

Ia mengungkapkan, sejak UU 5/2018 itu diberlakukan, sampai detik ini Densus 88 sebagai eksekutor di bawah koordinasi BNPT berhasil mencegah lebih dari 1.350 upaya aksi terorisme.

UU ini juga sudah terbukti mampu mereduksi tingkat keterpaparan masyarakat dari radikalisme yang berada di puncaknya pada tahun 2017 dimana dengan skala 0-650, berada di angka 55%.

Dengan diberlakukan UU 5/2018, tahun 2019 turun di angka 38%, tahun 2020 turun lagi jadi 12,2% dari penduduk Indonesia 270 juta.

“Memang itu tidak sedikit. Harapan kami 12,2% itu kalau nanti negara melarang ideologi yang melarang semua ideologi yang bertentangan dengan Pancasila, khususnya khilafah. Itu akan meminimalisir radikailsme,” katanya.

Yang pasti, kata Nurwakhid, BNPT akan menindaklanjuti temuan-temuan keterpaparan masyarakat dari radikalisme, khususnya NII di Garut dan Lampung Selatan ini, dengan melakukan koordinasi dengan lembaga-lembaga terkait. BNPT juga akan terus melakukan sosialisasi ke masyarakat, bahkan sampai ke tingkat desa seperti yang dilakukan Provinsi Lampung ini.

Sementara itu, Kades Sidodadi Asri Didik Marhadi mengatakan, ia mendapat valid indikasi keterpaparan warganya dari orang yang pernah terpapar NII. Dari situ ia dan para perangkat desa langsung berkoordinasi dengan mengawasi anak-anak muda yang terpapar. Bahkan sudah ada juga yang akhirnya sadar dan keluar dari NII.

“Yang sudah terdeteksi 30 orang, tapi sepertinya lebih banyak lagi. Sehingga kami butuh bantuan dari lembaga terkait, seperti BNPT dan pemerintah daerah untuk mengatasi masalah ini,” kata Didik.

Selain BNPT, aparat, dan pemerintah daerah, pihaknya juga minta bantuan NII Crisis Center. Pasalnya, anak-anak yang terpapar itu masih di masyarakat dan tingkah lakunya masih normal.

Saat ini, perangkat desa Sidodadi Asri terus mengawasi dan mempersempit ruang gerak mereka juga sudah koordinasi dengan NII Crisis Center. Mereka juga sudah ada yang diajak berbicara.



Saksikan live streaming program-program BeritaSatu TV di sini

Sumber: ANTARA


REKOMENDASI



BERITA LAINNYA


NASIONAL | 2 Desember 2021

NASIONAL | 2 Desember 2021

NASIONAL | 2 Desember 2021

NASIONAL | 2 Desember 2021

NASIONAL | 2 Desember 2021

NASIONAL | 2 Desember 2021

NASIONAL | 2 Desember 2021

NASIONAL | 1 Desember 2021

NASIONAL | 1 Desember 2021

NASIONAL | 1 Desember 2021

BERITA TERPOPULER


#1
Gara-gara Vaksin Sinovac Laju Vaksinasi Turun

#2
Mensesneg: Tak Ada Rencana Reshuffle Kabinet

#3
Az Zikra Sentul Tolak Dijadikan Tempat Reuni 212

#4
Dituding Tidak Menghargai MPR, Ini Jawaban Sri Mulyani

#5
Minions Lewati Ganda Taiwan Lee/Wang

#6
Cegah Omicron, Luhut Larang Pejabat Negara ke Luar Negeri

#7
Rocky Gerung Cs Dilaporkan atas Dugaan Ujaran Kebencian

#8
Jadwal Wakil Indonesia di BWF World Tour Finals Hari Ini

#9
Momota dan Gemke Mundur, Persaingan Jadi Kurang Greget

#10
Sepi, Rumah Duka Korban Penembakan Exit Tol Bintaro

TERKINI


POLITIK | 2 Desember 2021

DUNIA | 2 Desember 2021

NASIONAL | 2 Desember 2021

MEGAPOLITAN | 2 Desember 2021

DUNIA | 2 Desember 2021

DIGITAL | 2 Desember 2021

EKONOMI | 2 Desember 2021

EKONOMI | 2 Desember 2021

EKONOMI | 2 Desember 2021

GAYA HIDUP | 2 Desember 2021