Copyright © 2021 BeritaSatu
Allright Reserved

Sandiaga Memberdayakan Masyarakat Lewat Konservasi Penyu

Senin, 18 Oktober 2021 | 20:55 WIB
Oleh : Hendro D Situmorang / JEM
Menteri Pariwisata dan Ekonomi Kreatif (Menparekraf) Sandiaga Salahuddin Uno bersama warga melepas tukik atau anak penyu di kawasan Desa Wisata Pantai Serang, di Blitar, Jawa Timur, Senin, 18 Oktober 2021.

Blitar, Beritasatu.com - Menteri Pariwisata dan Ekonomi Kreatif (Menparekraf) Sandiaga Salahuddin Uno berkunjung ke Pantai Serang di Kecamatan Panggungrejo, Kabupaten Blitar, Jawa Timur. Di lokasi yang menjadi salah satu nominator Desa Wisata 2021 ini, Sandiaga ingin memberdayakan masyarakat setempat melalui konservasi penyu.

Advertisement

Salah satu yang dapat mendorong keberlangsungan ekosistem laut adalah dengan pelestarian mahluk laut. Seperti yang dilakukan warga Desa Wisata Serang, Panggungrejo, Blitar. Warga desa ini menjadikan desanya sebagai lokasi konservasi tukik atau bayi penyu.

Konservasi penyu selain menjadi daya tarik wisata juga menciptakan lapangan kerja di mana masyarakat bisa diberdayakan. Menparekraf Sandiaga yang melihat hal tersebut sebagai salah satu pengembangan potensi wisata yang bisa dimanfaatkan potensinya oleh masyarakat. Untuk itu dia menghadiahkan mesin pompa air sekaligus toren air untuk konservasi penyu atau tukik. Sehingga, masyarakat tidak lagi harus bolak balik mengisi bak dengan ember atau gayung.

"Pompa ini diharapkan bisa membantu untuk konservasi tukik, jadi tidak perlu ditimba lagi dengan ember atau gayung," kata dia dalam keterangan kepada Beritasatu.com, Senin (18/10/2021).

Sandi menegaskan, dia mendapatkan informasi kalau pelepasan tukik atau penyu selain sebagai pelestarian ekosistem laut dimanfaatkan juga bagi masyarakat untuk menarik wisatawan dalam paket wisata di desa Serang. Hal tersebut adalah suatu hal yang sangat kreatif.

"Jadi apapun potensinya manfaatkan dengan baik sehingga bisa bermanfaat untuk masyarakat semuanya," tukasnya.

Pengelola desa Serang mengungkapkan, konservasi tukik yang dilakukan oleh warga desanya masih sangat sederhana. Pasalnya, hingga saat ini belum ada bantuan dari pemerintah. "Kami menjalankan konservasi ini dengan dana swadaya kami sendiri," katanya.

Dia mengakui, sejauh ini walaupun masih kurang dukungan dalam hal pembinaan dan sarana prasarana karena selama ini pengisian air laut untuk tukik masih menggunakan ember dan gayung. Walaupun begitu, masyarakat tetap melakukan konservasi tukik guna pelestarian ekosiatem laut.

Di akhir kunjungan, Mas Menteri diberi kesempatan untuk melepaskan tukik atau bayi penyu ke lepas pantai Serang, Blitar, Jawa Timur.



Saksikan live streaming program-program BeritaSatu TV di sini

Sumber: BeritaSatu.com


REKOMENDASI



BERITA LAINNYA


NASIONAL | 27 November 2021

NASIONAL | 27 November 2021

NASIONAL | 27 November 2021

NASIONAL | 27 November 2021

NASIONAL | 27 November 2021

NASIONAL | 27 November 2021

NASIONAL | 27 November 2021

NASIONAL | 27 November 2021

NASIONAL | 27 November 2021

NASIONAL | 27 November 2021

BERITA TERPOPULER


#1
2 Wakil Thailand Raih Tiket Final Indonesia Terbuka

#2
Ini Video Mobil Salto Sean-Bamsoet di Meikarta Sprint Rally

#3
Kondisi Terkini Kabag Ops Ditlantas Korban Pemukulan PP

#4
Terlambat Batasi Perjalanan, Omicron Terdeteksi di 4 Negara

#5
Kementerian PUPR: Ini Cara Kerja Tol Nirsentuh MLFF

#6
Alami Insiden Saat Reli di Meikarta, Bamsoet Baik-baik Saja

#7
Data Penerima Vaksin Covid-19 sampai 27 November 2021

#8
Varian Omicron, Ratusan Penumpang Afsel Tertahan di Schiphol

#9
Jojo Gagal Tumbangkan Juara Olimpiade

#10
Ini Jadwal 3 Wakil Indonesia di Semifinal Indonesia Terbuka

TERKINI


BOLA | 27 November 2021

KESEHATAN | 27 November 2021

POLITIK | 27 November 2021

DUNIA | 27 November 2021

MEGAPOLITAN | 27 November 2021

NASIONAL | 27 November 2021

DIGITAL | 27 November 2021

OLAHRAGA | 27 November 2021

BOLA | 27 November 2021

OLAHRAGA | 27 November 2021