Copyright © 2021 BeritaSatu
Allright Reserved

2 Terdakwa Perkara Pembunuhan Anggota FPI Tidak Ajukan Nota Keberatan

Senin, 18 Oktober 2021 | 21:25 WIB
Oleh : Bayu Marhaenjati / FFS
Mobil polisi yang ditembak laskar FPI, Senin 7 Desember 2020.

Jakarta, Beritasatu.com - Ipda M Yusmin Ohorella dan Briptu Fikri Ramadhan, dua anggota Polri yang menjadi terdakwa perkara pembunuhan empat anggota eks ormas FPI tak mengajukan eksepsi atau nota keberatan atas dakwaan jaksa penuntut umum. Dalam surat dakwaan yang dibacakan di Pengadilan Negeri Jakarta Selatan (PN Jaksel), Senin (18/10/2021), jaksa mendakwa keduanya telah melakukan tindak pidana pembunuhan serta penganiayaan terhadap empat anggota eks ormas FPI di dalam mobil, di KM 50 Tol Jakarta-Cikampek.

Henry Yosodiningrat, selaku penasihat hukum kedua terdakwa mengatakan, surat dakwaan itu telah disusun dengan cermat dan profesional oleh JPU, serta memenuhi syarat-syarat formil.

Advertisement

"Sehingga kami tidak menyatakan eksepsi atau tidak menyatakan keberatan," ujar Henry, di PN Jakarta Selatan, Senin (18/10/2021).

Meski demikian, Henry menyampaikan, terdapat catatan penting terkait latar belakang sehingga peristiwa itu terjadi yakni, berawal dari tidak hadirnya eks petinggi ormas FPI Rizieq Syihab dari panggilan penyidik Polda Metro Jaya. Kedua terdakwa, kata Henry, diadang dan diancam oleh korban.

"Kita juga harus melihatnya bahwa mereka (terdakwa) diadang, mereka diancam, mereka mengalami kekerasan. Kaca mobilnya dipecah, mobilnya ditembak, mobilnya dibacok-bacok, diancam senjata tajam dan api. Itulah yang terjadi," ungkapnya.

Menyoal apakah bisa dikatakan terdakwa dalam kondisi mengalami tekanan ketika peristiwa itu terjadi, Henry menuturkan, ketika itu terdakwa dalam posisi dicekik.

"Kemudian ada yang mukulin, ada yang rampas senjata. Senjatanya bukan mengarahkan, tetapi tangannya ditarik-tarik. Jadi kenapa dia concern untuk mempertahankan senjata, bukan melawan, bukan memukul, karena senjata itu mengancam, menentukan hidup dan mati seseorang, apakah anggota kepolisian itu sendiri atau anggota FPI itu sendiri," katanya.

Sebelumnya, kedua terdakwa Ipda M Yusmin Ohorella dan Briptu Fikri Ramadhan, didakwa telah melakukan tindakan pembunuhan serta penganiayaan terhadap empat anggota eks ormas FPI di dalam mobil, di KM 50 Tol Jakarta-Cikampek. Keduanya didakwa melanggar Pasal 338 KUHP tentang pembunuhan juncto Pasal 351 KUHP terkait penganiayaan.



Saksikan live streaming program-program BeritaSatu TV di sini

Sumber: BeritaSatu.com


REKOMENDASI



BERITA LAINNYA


NASIONAL | 27 November 2021

NASIONAL | 27 November 2021

NASIONAL | 27 November 2021

NASIONAL | 27 November 2021

NASIONAL | 27 November 2021

NASIONAL | 27 November 2021

NASIONAL | 27 November 2021

NASIONAL | 27 November 2021

NASIONAL | 27 November 2021

NASIONAL | 27 November 2021

BERITA TERPOPULER


#1
2 Wakil Thailand Raih Tiket Final Indonesia Terbuka

#2
Ini Video Mobil Salto Sean-Bamsoet di Meikarta Sprint Rally

#3
Kondisi Terkini Kabag Ops Ditlantas Korban Pemukulan PP

#4
Terlambat Batasi Perjalanan, Omicron Terdeteksi di 4 Negara

#5
Kementerian PUPR: Ini Cara Kerja Tol Nirsentuh MLFF

#6
Alami Insiden Saat Reli di Meikarta, Bamsoet Baik-baik Saja

#7
Data Penerima Vaksin Covid-19 sampai 27 November 2021

#8
Varian Omicron, Ratusan Penumpang Afsel Tertahan di Schiphol

#9
Jojo Gagal Tumbangkan Juara Olimpiade

#10
Mobil Ringsek, Bamsoet: Allah Masih Melindungi Saya dan Sean

TERKINI


BOLA | 27 November 2021

KESEHATAN | 27 November 2021

POLITIK | 27 November 2021

DUNIA | 27 November 2021

MEGAPOLITAN | 27 November 2021

NASIONAL | 27 November 2021

DIGITAL | 27 November 2021

OLAHRAGA | 27 November 2021

BOLA | 27 November 2021

OLAHRAGA | 27 November 2021