Copyright © 2021 BeritaSatu
Allright Reserved

Diminta Fee Rp 10 M, Rita Widyasari Anggap Eks Penyidik KPK seperti Malaikat

Senin, 18 Oktober 2021 | 23:21 WIB
Oleh : Fana F Suparman / FFS
Bupati Kutai Kartanegara Rita Widyasari menjalani sidang putusan di Pengadilan Tipikor, Jakarta, 6 Juli 2018.

Jakarta, Beritasatu.com - Mantan Bupati Kutai Kartanegara (Kukar) Rita Widyasari menganggap mantan penyidik Komisi Pemberantasan Korupsi (KPK) Stepanus Robin Pattuju seperti malaikat. Hal ini karena Rita meyakini Stepanus Robin bersama advokat Maskur Husain dapat membantunya mengurus perkara pencucian uang, mengajukan peninjauan kembali (PK) dan mengembalikan aset-asetnya yang disita KPK. Padahal, Stepanus Robin yang tak memiliki kewenangan mengurus perkara itu meminta fee sebesar Rp 10 miliar kepada Rita.

Demikian terungkap dalam sidang perkara dugaan suap pengurusan perkara dengan terdakwa Stepanus Robin dan Maskur Husain di Pengadilan Tipikor Jakarta, Senin (18/10/2021). Dalam sidang kali ini, jaksa menghadirkan Rita sebagai saksi.

Advertisement

Mulanya jaksa mengonfirmasi Rita mengenai status Stepanus Robin saat dikenalkan kepadanya oleh mantan Wakil Ketua DPR, Azis Syamsuddin. Jaksa mencecar bagaiamana Rita bisa mempercayai begitu saja Stepanus Robin yang baru dikenalnya. Rita mengaku tak mempertanyakan status karena Stepanus Robin sendiri yang mengaku sebagai penyidik KPK sambil menunjukkan lencananya.

"Setelah saudara tahu yang dikenalkan adalah penyidik KPK, apa yang ada di dalam benak saudara saat itu?," tanya jaksa kepada Rita.

"Malaikat datang. Pikiran saya ada orang nolong saya. Saya kan dalam posisi yang sangat buruk," jawab Rita.

Rita diketahui mendekam di Lapas Klas II A Tangerang untuk menjalani hukuman 10 tahun penjara dan denda Rp600 juta subsider 6 bulan kurungan karena menerima suap senilai Rp 6 miliar dan gratifikasi senilai Rp110,7 miliar. Saat ini, Rita masih berstatus sebagai tersangka pencucian uang dengan nilai mencapai Rp 436 miliar. Sejumlah aset Rita pun disita KPK.

Dalam kondisi itu, Azis menemui Rita di Lapas Klas II Tangerang dan mengenalkannya dengan Stepanus yang disebutnya bisa membantu Rita.

Setelah perkenalan pertama, Stepanus Robin kembali menemui Rita bersama seorang pengacara dari Medan bernama Maskur Husain.

Mereka meyakinkan Rita bisa mengurus pengembalian aset yang disita KPK; mengurus kasus pencucian uang yang sedang disidik KPK dan mengurus peninjauan kembali (PK) yang diajukan Rita ke Mahkamah Agung (MA).

Robin dan Maskur meminta fee Rp10 miliar dan setengah dari nilai aset milik Rita.

"Beliau (Stepanus Robin dan Maskur) bisa membantu PK. Pak Robin dan Maskur juga akan memberikan 19 aset yang disita KPK, syaratnya itu membayar royal fee Rp10 miliar dan memberhentikan pengacara lama saya," kata Rita.

Dalam pertemuan tersebut Stepanus Robin dan Maskur mencoba meyakinkan Rita. Bahkan, Rita menyebut Stepanus Robin dan Maskur menunjukkan dokumen beberapa kliennya yang juga Rita kenal.

"Beliau juga bilang dia yang membantu, namanya saya dalam kondisi itu saya pikir ya benar, ini apalagi ada penyidik. Jadi saya namanya saya berharap," ungkap Rita.

Rita lantas mempercayai pernyataan Stepanus Robin. Rita pun memberhentikan pengacaranya yang bernama Sugeng atas permintaan Stepanus Robin dan Maskur.

"Surat kuasa memberhentikan pengacara lama saya, terus membuat kuasa baru pada Maskur sebagai pengacara dan di back up dengan satu surat lagi bahwa akan mengembalikan aset yang saya sudah serahkan di PK. Maksudnya PK itu akan memberikan 19 aset saya itu," papar Rita.



Saksikan live streaming program-program BeritaSatu TV di sini

Sumber: BeritaSatu.com


REKOMENDASI



BERITA LAINNYA


NASIONAL | 7 Desember 2021

NASIONAL | 7 Desember 2021

NASIONAL | 7 Desember 2021

NASIONAL | 7 Desember 2021

NASIONAL | 7 Desember 2021

NASIONAL | 7 Desember 2021

NASIONAL | 7 Desember 2021

NASIONAL | 7 Desember 2021

NASIONAL | 7 Desember 2021

NASIONAL | 7 Desember 2021

BERITA TERPOPULER


#1
Rumini, Korban Semeru yang Jadi Pelindung sang Ibu 

#2
Inmendagri PPKM Luar Jawa-Bali Diterbitkan, Berlaku Hari Ini

#3
Siskaeee Dinilai Kena Kutukan dari Nyi Ageng Serang

#4
Pertemuan Moeldoko dengan Uskup Agung Jakarta Diapresiasi

#5
Jakarta Berpotensi Diguyur Hujan Seharian

#6
Sri Safitri Resmi Pimpin Forum Alumni Universitas Telkom

#7
Saksi Sebut Angin Prayitno Sosok Sederhana 

#8
Diduga 4 Alasan Ini Penyebab Dibatalkannya PPKM 3 Nataru

#9
WHO Larang Plasma Konvalesen, Ini Respons Kemenkes

#10
Bali, Banten, dan DKI Jakarta Berpotensi Alami Cuaca Ekstrem

TERKINI


EKONOMI | 8 Desember 2021

EKONOMI | 8 Desember 2021

BOLA | 8 Desember 2021

EKONOMI | 8 Desember 2021

BOLA | 8 Desember 2021

BOLA | 8 Desember 2021

EKONOMI | 8 Desember 2021

KESEHATAN | 8 Desember 2021

EKONOMI | 8 Desember 2021

BOLA | 8 Desember 2021