Copyright © 2021 BeritaSatu
Allright Reserved

Dua Tahun Jokowi-Ma'ruf, Pengamat: Kondisi Keamanan Kondusif

Rabu, 20 Oktober 2021 | 16:31 WIB
Oleh : Bayu Marhaenjati / FFS
Presiden Joko Widodo dan Wakil Presiden Ma'ruf Amin saat tiba di Monumen Pancasila Sakti, Lubang Buaya, Jakarta untuk memimpin upacara peringatan Hari Kesaktian Pancasila, Jumat, 1 Oktober 2021.

Jakarta, Beritasatu.com - Situasi keamanan dalam dua tahun pemerintahan Presiden Joko Widodo (Jokowi)-Wakil Presiden Ma'ruf Amin secara umum dinilai masih kondusif. Hanya saja, Polri sebagai pelindung, pelayan, pengayom masyarakat, dan penegak hukum masih lambat dalam merespons dinamika masyarakat.

"Saya melihat secara umum kondisi keamanan kita masif kondusif," ujar pengamat kepolisian Bambang Rukminto, kepada Beritasatu.com, Rabu (20/10/2021).

Advertisement

Kendati demikian, Bambang menyampaikan, yang perlu dicermati adalah respons Polri masih cukup lamban terhadap dinamika di masyarakat.

"Penanganan pungli (pungutan liar), penindakan pinjol (pinjaman online) karena sebelumnya ada arahan Presiden. Artinya Polri kurang gereget dan tanggap pada dinamika masyarakat," ungkapnya.

Menyoal pelayanan Polri, Bambang menuturkan, masih jauh dari harapan masyarakat. Pola militeristik, keras dan garang masih dipakai dalam berinteraksi dengan masyarakat.

"Ini tidak sehat, dan sering memunculkan arogansi dan kesewenang-wenangan. Makanya muncul (kritik) sebaiknya polisi diganti satpam, dan faktanya dalam hal pelayanan satpam bank lebih baik daripada polisi. Makanya polisi harus belajar pada sekuriti industri. Sekuriti kalau salah itu langsung dipecat, apakah polisi bisa seperti itu? Dengan tingkat kesejahteraan yang lebih baik, kewenangan yang lebih besar, polisi seharusnya juga lebih baik dalam melayani, melindungi dan mengayomi masyarakat," katanya.

Sementara itu, menyoal kritikan dari masyarakat, Kapolri Jenderal Listyo Sigit Prabowo meminta kepada seluruh jajarannya untuk tidak bersikap antikritik atas masukan dari masyarakat terhadap institusi Polri. Kritik dari masyarakat sepatutnya menjadi bahan evaluasi yang bersifat membangun agar jauh lebih baik lagi.

"Jangan antikritik, apabila ada kritik dari masyarakat lakukan introspeksi untuk menjadi lebih baik," ujar Listyo, Selasa (19/10/2021) kemarin.

Listyo juga menginstruksikan, kepada seluruh jajaran agar memberikan tindakan tegas kepada oknum anggota kepolisian yang melanggar aturan saat menjalankan tugasnya. Kapolda dan Kapolres jangan ragu memberikan sanksi tegas berupa pidana atau Pemberhentian Tidak Dengan Hormat (PTDH) kepada personelnya yang tidak menjalankan tugas sesuai aturan.

"Perlu tindakan tegas, jadi tolong tidak pakai lama, segera copot, PTDH, dan proses pidana. Segera lakukan dan ini menjadi contoh bagi yang lainnya. Saya minta tidak ada Kasatwil yang ragu, bila ragu, saya ambil alih," ungkapnya.

Listyo pun menerbitkan surat telegram kepada jajaran Polda di Indonesia, merespons terjadinya tindakan kekerasan berlebihan yang dilakukan oknum anggota Polri, termasuk penanganan kasus yang diduga tidak profesional. Oknum anggota yang melanggar aturan disiplin atau kode etik agar diproses secara transparan dan ditindak tegas.

Surat telegram bernomor ST/2162/X/HUK2.9/2021 itu ditandatangani Kadiv Propam Polri Irjen Pol Ferdy Sambo atas nama Kapolri.

Tercatat ada tiga kasus yang menjadi sorotan yakni, pertama terkait Polsek Percut Sei Tuan Polres Medan yang diduga tidak profesional dan proporsional dalam penanganan kasus penganiayaan, kemudian perkara anggota Polresta Tangerang membanting mahasiswa yang melakukan unjuk rasa, dan kasus anggota Satlantas Polresta Deli Serdang yang melakukan penganiayaan terhadap pengendara sepeda motor.



Saksikan live streaming program-program BeritaSatu TV di sini

Sumber: BeritaSatu.com


REKOMENDASI



BERITA LAINNYA


NASIONAL | 27 November 2021

NASIONAL | 27 November 2021

NASIONAL | 27 November 2021

NASIONAL | 27 November 2021

NASIONAL | 27 November 2021

NASIONAL | 27 November 2021

NASIONAL | 27 November 2021

NASIONAL | 27 November 2021

NASIONAL | 27 November 2021

NASIONAL | 27 November 2021

BERITA TERPOPULER


#1
Christiansen/Boje, Mimpi Buruk 3 Ganda Campuran Indonesia

#2
Mudik Natal dan Tahun Baru Ditiadakan

#3
Bamsoet: FEO Berharap Bertemu Jokowi atas Permohonan Anies

#4
Salah Strategi, Fajar/Rian Kalah

#5
Ini Besaran APBD DKI dari Tahun ke Tahun di Era Anies

#6
Terlambat Batasi Perjalanan, Omicron Terdeteksi di 4 Negara

#7
Respons PDIP soal Bamsoet dan Sahroni Jadi Panitia Formula E

#8
PD: Kami yang Pertama Tolak UU Cipta kerja

#9
Ini Jadwal 3 Wakil Indonesia di Semifinal Indonesia Terbuka

#10
Varian Omicron, Ratusan Penumpang Afsel Tertahan di Schiphol

TERKINI


GAYA HIDUP | 27 November 2021

NASIONAL | 27 November 2021

OLAHRAGA | 27 November 2021

KESEHATAN | 27 November 2021

NASIONAL | 27 November 2021

OLAHRAGA | 27 November 2021

KESEHATAN | 27 November 2021

DUNIA | 27 November 2021

EKONOMI | 27 November 2021

GAYA HIDUP | 27 November 2021