Copyright © 2021 BeritaSatu
Allright Reserved

Pendekatan Ekonomi Sirkular Diterapkan dalam Pengelolaan Sampah

Rabu, 20 Oktober 2021 | 16:43 WIB
Oleh : Indah Handayani / FER
TPA Sampah Regional Banjarbakula

Jakarta, Beritasatu.com - Dalam rangka memperingati Hari Habitat Dunia (HHD) dan Hari Kota Dunia (HKD) 202, Kementerian Pekerjaan Umum dan Perumahan Rakyat (PUPR) tekankan implementasi ekonomi sirkular dalam upaya pengurangan emisi karbon.

Direktur Jenderal (Dirjen) Cipta Karya Diana Kusumastuti mengatakan pengurangan emisi karbon merupakan aspek pengelolaan persampahan yang sangat perlu diperhatikan dalam menghadapi permasalahan pemanasan global yang diakibatkan oleh emisi karbon yang terus mengikat.

Advertisement

"Permasalahan emisi karbon dan fenomena perubahan iklim bukan isu global yang baru. Jika tren pemanasan global ini terus terjadi, maka bencana iklim akan mengancam kehidupan kita semua seperti kekeringan berkepanjangan, intensitas hujan ekstrem, dan kenaikan muka air laut," jelas Diana, Rabu (20/10/2021).

"Oleh karena itu, Indonesia bersama 194 negara lainnya telah berkomitmen untuk melakukan aksi-aksi nyata dalam pengendalian perubahan iklim melalui pengurangan emisi karbon sebesar 29%-41% pada tahun 2030,” tambahnya.

Diana menjelaskan saat ini Indonesia tengah berada di era perkotaan, dengan sekitar 56,7% penduduk Indonesia tinggal di perkotaan. Diperkirakan jumlah penduduk Indonesia yang tinggal di perkotaan akan meningkat menjadi sebesar 66,6% pada tahun 2035.

Tingginya pertumbuhan ekonomi dan fisik kawasan perkotaan akan berkontribusi dalam mewujudkan komitmen pengurangan emisi karbon dari sektor bangunan, transportasi, energi, dan persampahan.

Salah satu cara untuk mengurangi emisi karbon adalah dengan menerapkan konsep ekonomi sirkular pada sektor pengelolaan persampahan perkotaan.

Konsep ekonomi sirkular adalah suatu sistem ramah lingkungan yang bertujuan memaksimalkan penggunaan material secara sirkular untuk meminimalisasi produksi limbah dengan cara memulihkan dan menggunakan kembali produk dan bahan sebanyak mungkin secara sistemik dan berulang-ulang.

"Pendekatan ekonomi sirkular menggunakan metode sharing, leasing, reusing, repairing, refurbishing, dan recycling dalam pengelolaan sampah. Pendekatan ini berbeda dengan pendekatan ekonomi tradisional yang menggunakan metode take-make-dispose (ambil-pakai-buang),” terangnya.

Implementasi ekonomi sirkular akan mampu memperpanjang waktu pakai produk dan materialnya sehingga mengurangi sampah dan polusi serta mendukung regenerasi ekosistem secara alami.

Selain itu juga dapat menghasilkan peluang ekonomi dalam menstimulasi pertumbuhan bisnis dan inovasi baru serta menambah peluang usaha dan lapangan kerja di masyarakat.



Saksikan live streaming program-program BeritaSatu TV di sini

Sumber: Investor Daily


REKOMENDASI



BERITA LAINNYA


NASIONAL | 2 Desember 2021

NASIONAL | 2 Desember 2021

NASIONAL | 2 Desember 2021

NASIONAL | 1 Desember 2021

NASIONAL | 1 Desember 2021

NASIONAL | 1 Desember 2021

NASIONAL | 1 Desember 2021

NASIONAL | 1 Desember 2021

NASIONAL | 1 Desember 2021

NASIONAL | 1 Desember 2021

BERITA TERPOPULER


#1
Mensesneg: Tak Ada Rencana Reshuffle Kabinet

#2
Gara-gara Vaksin Sinovac Laju Vaksinasi Turun

#3
Az Zikra Sentul Tolak Dijadikan Tempat Reuni 212

#4
Minions Lewati Ganda Taiwan Lee/Wang

#5
Dituding Tidak Menghargai MPR, Ini Jawaban Sri Mulyani

#6
Pembatasan Mudik Nataru, 4 Ruas Tol Terapkan Ganjil Genap

#7
Kota Termahal di Dunia 2021, Posisi Paris Tergeser

#8
Cegah Omicron, Luhut Larang Pejabat Negara ke Luar Negeri

#9
BWF World Tour Finals: Greysia/Apriyani Taklukkan Unggulan 1

#10
PA 212 Ngotot Reuni di Patung Kuda, Polisi Tak Beri Izin

TERKINI


MEGAPOLITAN | 2 Desember 2021

NASIONAL | 2 Desember 2021

DUNIA | 2 Desember 2021

BOLA | 2 Desember 2021

OLAHRAGA | 2 Desember 2021

EKONOMI | 2 Desember 2021

OLAHRAGA | 2 Desember 2021

BOLA | 2 Desember 2021

BOLA | 2 Desember 2021

DIGITAL | 2 Desember 2021