Copyright © 2021 BeritaSatu
Allright Reserved

Prof Diena M Lemmy Dikukuhkan sebagai Guru Besar Ilmu Manajamen Jasa Kepariwisataan UPH

Jumat, 22 Oktober 2021 | 12:11 WIB
Oleh : Jeis Montesori / JEM
Dekan Fakultas Pariwisata Universitas Pelita Harapan (UPH) Prof Dr Diena Mutiara Lemy dikukuhkan menjadi Guru Besar Ilmu Manajemen Jasa Kepariwisataan, Kamis, 21 Oktober 2021.

Tangerang, Beritasatu.com - Dekan Fakultas Pariwisata Universitas Pelita Harapan (UPH) Prof Dr Diena Mutiara Lemy A.Par MM CHE, dikukuhkan menjadi Guru Besar Ilmu Manajemen Jasa Kepariwisataan pada Kamis, 21 Oktober 2021. Pengukuhan Prof Diena sebagai guru besar berdasarkan Surat Keputusan Kementerian Pendidikan, Kebudayaan, Riset dan Teknologi (Kemendikbudristek) tanggal 1 Juli 2021. Ilmu pariwisata sendiri baru diakui sebagai ilmu mandiri di Indonesia pada tahun 2008, dan saat ini bidang pariwisata memiliki tiga guru besar, di mana Prof Diena merupakan guru besar ilmu pariwisata ketiga yang ada di Indonesia.

Pada acara pengukuhan sebagai guru besar, Prof Diena menyampaikan orasi ilmiah dengan topik “Akselerasi Keberlanjutan Lingkungan pada Desa Wisata Melalui Pendekatan Kearifan Lokal dan Transformasi Digital”. Ia mendorong para pengelola desa wisata untuk menerapkan pendekatan kearifan lokal dan transformasi digital dengan standar dan kriteria keberlanjutan lingkungan untuk mempertahankan budaya dan lingkungan yang tetap asri.

Advertisement

“Sekarang ini, masalah pencemaran dan kerusakan lingkungan menjadi isu yang sangat mendesak, artinya laporan mengenai kerusakan alam di dunia sudah menunjukkan keparahan yang harus take action segera. Pariwisata merupakan bidang yang kontribusinya tinggi terhadap kerusakan lingkungan. Oleh sebab itu, pariwisata harus bertanggung jawab, salah
satu caranya adalah menyediakan pariwisata yang low carbon,” kata Prof Diena.

Selanjutnya, Prof Diena menuturkan, salah satu gerbang yang dapat menjadi titik awal Indonesia untuk menuju pariwisata berkelanjutan adalah desa wisata. Wisatawan yang datang berkunjung ke desa wisata, termasuk penduduk setempat, harus diajarkan untuk menerapkan pariwisata yang ramah lingkungan. Ada dua hal yang dapat mempercepat implementasi keberlanjutan desa wisata yaitu berfokus pada kearifan lokal dan transformasi digital.

Kearifan lokal desa wisata, kata Prof Diena, digunakan sebagai pendekatan utama yang pada penerapannya dielaborasi ke dalam beberapa atribut yaitu budaya, adat, kepercayaan, kebiasaan, moral dan etika. Berbagai atribut ini dapat menghasilkan suatu nilai (value creation) bagi desa wisata tersebut terkait keberlanjutan lingkungan.

Sementara value creation yang dimaksud adalah bagaimana kearifan lokal yang ada dipetakan terhadap standar keberlanjutan yang bersifat universal sehingga lebih mudah dipahami oleh para pemangku kepentingan desa wisata.

"Transformasi digital adalah platform yang diciptakan untuk menuangkan kearifan lokal, sebagai dasar kehidupan yang berlaku di desa wisata, sehingga semua atribut pada kearifan lokal terdokumentasi secara digital dan dapat diakses dengan mudah oleh publik serta dapat meningkatkan ketertarikan yang lebih luas bagi wisatawan dan para pemangku kepentingan desa wisata,” jelas Prof Diena.

Tantangan besar untuk mewujudkan konsep keberlanjutan melalui kearifan lokal dan transformasi digital, kata Prof Dinea, yakni bagaimana mewujudkan dan mengakselerasi konsep tersebut, dengan melibatkan semua pemangku kepentingan desa wisata.

Disebutkan, keterbatasan teknologi di desa wisata dan sumber daya manusia yang memiliki kecakapan teknologi, merupakan dua faktor utama yang harus mendapatkan perhatian khusus agar proses akselerasi konsep keberlanjutan dapat diwujudkan.

"Berpikir maju dan jangan berhenti sebelum mencoba hanya karena adanya tantangan yang banyak”, tekan Prof Diena.

"Apa yang telah menjadi buah penelitian saya ini dapat bermanfaat bagi masyarakat umum, pemerintah, akademisi, kalangan bisnis, dan pastinya seluruh pelaku pariwisata. Model keberlanjutan desa wisata yang saya usulkan ini tentunya masih harus diuji dan diturunkan dalam bentuk-bentuk yang lebih kongkret. Banyaknya tantangan yang akan dihadapi dalam membangun desa wisata berkelanjutan mengindikasikan pentingnya hal ini untuk segera dilakukan. Beralih ke platform digital bukanlah sebuah pilihan, melainkan suatu keharusan dan bahkan tidak bisa ditunda lagi. Teknologi akan membantu tata kelola desa wisata secara lebih efektif dan efisien dalam waktu yang lebih cepat,” ucap Prof Diena.

Pengukuhan Prof Dr Diena Mutiara Lemy sebagai guru besar di bidang ilmu pariwisata menjadi kebanggaan tersendiri bagi UPH. Selain itu, dengan adanya penambahan guru besar ilmu pariwisata menunjukkan perkembangan keilmuan pendidikan pariwisata yang semakin luas.

Tentang UPH
Sebagai catatan tentang perjalanan 27 tahun UPH, telah membawa dampak terhadap bangsa dan negara melalui pendidikan tinggi yang unggul, holistis dan transformasional. UPH berkomitmen menghasilkan pemimpin-pemimpin yang kompeten dan
profesional yang dilengkapi dengan pengetahuan sejati, iman dalam Kristus dan karakter yang saleh. UPH terus melebarkan sayapnya melalui kerja sama dengan unversitas dari berbagai negara agar dapat terus up to date dengan perkembangan terdepan di dunia pendidikan.

Demikian pula kemitraan dengan dunia industri, baik di dalam maupun luar negeri, yang dapat menjadi pintu bagi lulusan memasuki dunia kerja. UPH telah menghasilkan lulusan lebih dari 38.000 yang mengabdi di berbagai bidang, serta menjadi agen perubahan bagi bangsa dan negara.



Saksikan live streaming program-program BeritaSatu TV di sini

Sumber: BeritaSatu.com


REKOMENDASI



BERITA LAINNYA


NASIONAL | 7 Desember 2021

NASIONAL | 7 Desember 2021

NASIONAL | 7 Desember 2021

NASIONAL | 7 Desember 2021

NASIONAL | 7 Desember 2021

NASIONAL | 7 Desember 2021

NASIONAL | 7 Desember 2021

NASIONAL | 7 Desember 2021

NASIONAL | 7 Desember 2021

NASIONAL | 7 Desember 2021

BERITA TERPOPULER


#1
Rumini, Korban Semeru yang Jadi Pelindung sang Ibu 

#2
Inmendagri PPKM Luar Jawa-Bali Diterbitkan, Berlaku Hari Ini

#3
Siskaeee Dinilai Kena Kutukan dari Nyi Ageng Serang

#4
Pertemuan Moeldoko dengan Uskup Agung Jakarta Diapresiasi

#5
Jakarta Berpotensi Diguyur Hujan Seharian

#6
Sri Safitri Resmi Pimpin Forum Alumni Universitas Telkom

#7
Saksi Sebut Angin Prayitno Sosok Sederhana 

#8
Kekhawatiran Omicron Redup, Harga Minyak Naik 3%

#9
Diduga 4 Alasan Ini Penyebab Dibatalkannya PPKM 3 Nataru

#10
WHO Larang Plasma Konvalesen, Ini Respons Kemenkes

TERKINI


DUNIA | 8 Desember 2021

BERITA GRAFIK | 8 Desember 2021

BOLA | 8 Desember 2021

KESEHATAN | 8 Desember 2021

KESEHATAN | 8 Desember 2021

DUNIA | 8 Desember 2021

MEGAPOLITAN | 8 Desember 2021

BOLA | 8 Desember 2021

EKONOMI | 8 Desember 2021

EKONOMI | 8 Desember 2021