Copyright © 2021 BeritaSatu
Allright Reserved

Jubir Presiden: Kritik Tanda Demokrasi Berjalan Baik di Indonesia

Jumat, 22 Oktober 2021 | 23:45 WIB
Oleh : Lenny Trsitia Tambun / EHD
Juru Bicara Presiden Fadjroel Rachman.

Jakarta, Beritasatu.com – Juru Bicara (Jubir) Presiden Fadjroel Rachman menegaskan adanya kritik terhadap dua tahun kepemimpinan Presiden Joko Widodo (Jokowi) dan Wakil Presiden KH Ma'ruf Amin merupakan tanda demokrasi berjalan dengan baik di Republik Indonesia (RI).

“Soal demonstrasi dua tahun Presiden Jokowi, kami katakan terima kasih kepada semua pihak yang selalu mengingatkan tidak henti-hentinya terhadap pemerintahan Jokowi-Ma'ruf Amin untuk memperbaiki kekurangan-kekurangan yang ada,” kata Fadjroel Rachman kepada wartawan di Kompleks Istana Kepresidenan Jakarta, Jumat (22/10/2021).

Advertisement

Menurutnya, adanya demonstrasi dan kritik dari semua masyarakat menandakan demokrasi di Indonesia tetap berjalan dan sedang baik-baik saja. Karena kalau tidak ada kritik, demokrasi tidak berjalan di Republik ini,” ujar Fadjroel Rachman.

Ruang demokrasi masih berjalan dengan baik di Tanah Air, menurut Fadjroel dibuktikan dengan tidak pernah marahnya Presiden Jokowi terhadap kritikan pedas yang dilayangkan mahasiswa maupun masyarakat kepadanya.

Seperti ada kritikan dari BEM Universitas Indonesia (UI) di media sosial, yang menyebut Jokowi sebagai The King of Lip Service. Kritikan tersebut membuat pihak Rektorat UI memanggil perwakilan BEM UI untuk meminta pertanggungjawaban. Jokowi langsung merespons pemanggilan tersebut. Ia meminta pihak rektorat UI tidak berlebihan terhadap kasus tersebut.

“Presiden langsung mengatakan, jangan pernah melakukan tindakan yang berlebihan. Karena kritik itu adalah jantungnya demokrasi. Beliau menyatakannya secara langsung,” terang Fadjroel Rachman.

Kemudian ketika ada peternak asal Blitar, Suroto yang membentangkan poster bertuliskan “Pak Jokowi Bantu Peternak Beli Jagung dengan Harga Wajar” saat Jokowi melakukan kunjungan kerja. Presiden malah memanggil Suroto ke Istana untuk menyampaikan terima kasih secara langsung karena baru mengetahui permasalahan tersebut di lapangan.

“Presiden memanggil ke Istana, mengucapkan terima kasih langsung kepada Pak Suroto, karena dari Andalah kami mengetahui apa yang terjadi di lapangan,” ungkap Fadjroel Rachman..

Selanjutnya ketika ada mural mengkritik Jokowi, salah satunya menggambarkan wajah Jokowi yang disertai tulisan 404: Not Found yang menutupi mata Presiden, justru Jokowi malah meminta Kapolri agar tidak reaktif terhadap pelaku mural tersebut.

“Terakhir kejadian di Tangerang dan itu sudah ditangani Kapolri Sigit, di mana aparat yang melakukan tindakan yang dianggap berlebihan itu ditangani oleh pihak Polri,” papar Fadjroel Rachman.

Dari sejumlah contoh tersebut, lanjutnya, telah membuktikan Jokowi dan pemerintah tidak pernah alergi terhadap kritikan. Presiden selalu melakukan evaluasi dalam menjalankan tugas konstitusionalnya. Karena di dalam konstitusi, tugas Presiden adalah menjaga atau mempromosikan hak asasi manusia, termasuk hak konstitusionalnya setiap warga negara Indonesia.

“Makanya, ketika mendapatkan kritikan dari masyarakat atau mahasiswa, dari media atau dari mana pun, Presiden Jokowi dan kami selalu mengucapkan terima kasih. Dan kemudian bergembira. Berarti kritik itu masih tetap ada dan demokrasi tetap hidup di Republik ini,” jelas Fadjroel Rachman.

Karena kalau tidak ada kritik, kata Fadjroel, pemerintah atau Jokowi tidak tahu di mana kekeliruan yang telah dan sedang terjadi.

Ditegaskannya, ketika memilih demokrasi, maka tidak bisa menganggap kompetitor politik sebagai musuh. Hal itu diterapkan Jokowi terhadap rivalnya saat Pilpres 2019. Ia tidak menganggap pasangan Prabowo Subianto dan Sandiaga Uno sebagai musuh.

“Contohnya dalam kasus Pak Prabowo dengan Pak Sandi. Tidak bisa dalam demokrasi mengatakan kompetitor politik adalah musuh yang harus dimusnahkan, nggak boleh. Mereka adalah kawan kita di dalam membangun demokrasi. Karena itu masuk ke dalam kabinet,” ungkap Fadjroel Rachman.

“Demikian juga orang-orang yang melakukan kritik. Mereka adalah kawan di dalam membangun demokrasi. Mereka kawan dalam upaya membentuk kebijakan-kebijakan yang terbaik buat masyarakat. Jadi apabila ada kritik, apabila ada demonstrasi, kita bersyukur demokrasi sedang baik-baik saja,” lanjut Fadjroel Rachman.



Saksikan live streaming program-program BeritaSatu TV di sini

Sumber: BeritaSatu.com


REKOMENDASI



BERITA LAINNYA


NASIONAL | 27 November 2021

NASIONAL | 27 November 2021

NASIONAL | 27 November 2021

NASIONAL | 27 November 2021

NASIONAL | 27 November 2021

NASIONAL | 27 November 2021

NASIONAL | 27 November 2021

NASIONAL | 27 November 2021

NASIONAL | 27 November 2021

NASIONAL | 27 November 2021

BERITA TERPOPULER


#1
Christiansen/Boje, Mimpi Buruk 3 Ganda Campuran Indonesia

#2
Mudik Natal dan Tahun Baru Ditiadakan

#3
Bamsoet: FEO Berharap Bertemu Jokowi atas Permohonan Anies

#4
Salah Strategi, Fajar/Rian Kalah

#5
Ini Besaran APBD DKI dari Tahun ke Tahun di Era Anies

#6
Terlambat Batasi Perjalanan, Omicron Terdeteksi di 4 Negara

#7
Respons PDIP soal Bamsoet dan Sahroni Jadi Panitia Formula E

#8
PD: Kami yang Pertama Tolak UU Cipta kerja

#9
Ini Jadwal 3 Wakil Indonesia di Semifinal Indonesia Terbuka

#10
Varian Omicron, Ratusan Penumpang Afsel Tertahan di Schiphol

TERKINI


BERITA GRAFIK | 27 November 2021

BERITA GRAFIK | 27 November 2021

NASIONAL | 27 November 2021

NASIONAL | 27 November 2021

BERITA GRAFIK | 27 November 2021

BERITA GRAFIK | 27 November 2021

DUNIA | 27 November 2021

NASIONAL | 27 November 2021

NASIONAL | 27 November 2021

BERITA GRAFIK | 27 November 2021