Copyright © 2021 BeritaSatu
Allright Reserved

Penganiaya Anjing di Aceh Singkil Sepatutnya Diproses Hukum

Senin, 25 Oktober 2021 | 23:27 WIB
Oleh : Fana F Suparman / FFS
Haris Azhar.

Jakarta, Beritasatu.com - Direktur Hakasasi.id, Haris Azhar meminta penganiaya anjing di Aceh Singkil, Aceh diproses hukum. Haris menekankan, apapun alasannya, penyiksaan atau kekerasan terhadap hewan, termasuk anjing tidak dapat dibenarkan.

"Jika benar disiksa maka semua oknum pelaku dan pihak yang bertanggung jawab harus diseret ke jalur hukum. Apa pun alasannya, yang namanya kekerasan terhadap hewan tidak bisa dibenarkan," kata Haris dalam keterangan pers di Jakarta, Senin (25/10/2021).

Advertisement

Diketahui, kematian seekor anjing bernama Canon di kawasan wisata halal Pulau Pulau Banyak, Aceh Singkil menjadi sorotan beberapa hari terakhir ini. Berbagai kalangan memprotes cara Satpol PP mengevakuasi anjing tersebut yang diduga dengan cara menyiksa.

Dalam video yang diunggah melalui akun Instagram @rosayeoh, petugas Satpol PP Aceh Singkil terlihat mengarahkan kayu dengan ujung yang bercabang untuk menundukkan anjing itu.

Meski pihak Satpol PP dan pemerintah setempat mencoba mengklarifikasi dengan pelbagai alasan, Haris menilai cara evakuasi hingga menyebabkan kematian anjing Canon tidak dapat dibenarkan. Apalagi, motif tindakan tersebut terkait dengan perwujudan pariwisata halal. Dikatakan, wisata halal merupakan suatu konsep yang boleh dibangun dengan prinsip tidak boleh menciderai makhluk hidup yang telah terlebih dahulu berada di tempat itu. Ditekankan, kata halal yang menyertai wisata halal sepatutnya mengikuti konsep Islam.

"Dan dalam Islam juga dalam fikihnya diatur bagaimana berperilaku yang baik dengan sesama makhluk Allah. Jadi menurut saya, dalam pembangunan wisata halal, jangankan menyiksa anjing dan membunuhnya, mengusir anjing saja enggak boleh. Apalagi sampai memperlakukan buruk makhluk hidup atau hewan peliharaan seperti anjing. Menurut saya yang dilakukan Satpol PP di Singkil itu kejahatan keji, seharusnya orangnya diperiksa dan dihukum, yang memberikan perintah harus diperiksa karena ia harus mempertanggungjawabkan apa yang sudah diperintahkan. Ini sebetulnya preseden buruk, jelek, dan jahat sekali. Saya bahkan hampir tidak percaya hal ini terjadi di Indonesia," tegasnya.

Hakasasi.id merupakan inisiatif besutan Haris Azhar yang mengedepankan riset dan data untuk menangani berbagai hal tentang hak asasi manusia dan hewan. Berkaca dari kasus anjing Canon, Haris mengatakan, kasus ini menunjukkan pemerintah setempat tidak siap mengembangkan pariwisata di Indonesia.

"Orang mau mengatasnamakan Islam, tapi enggak paham bahwa Islam itu menjaga kehidupan, bukan hanya manusia tapi juga semua yang hidup dan bernyawa, binatang, dan juga tumbuh-tumbuhan. Jadi ketika Nabi Nuh membuat kapal, dia bawa semua binatang berpasang-pasangan termasuk anjing, untuk apa dan mengapa harus binatang yang dibawa? Agar bisa berkembang biak dan agar manusia belajar daripadanya," ujarnya.

Haris mengaku khawatir kejadian ini muncul karena para pemangku kepentingan malas untuk menambah literasi. Kemalasan para pejabat daerah untuk menyusun aturan tentang perilaku, ketidakpahaman pejabat dan orang-orang di sana seolah membenarkan perilaku tindakan kejam terhadap anjing. Haris meminta para pemangku kepentingan untuk belajar mengenai wisata halal ke Turki, atau bahkan negara-negara di Eropa Utara.

"Lihat saja Eropa Utara, walaupun bukan negara syariah, bukan negara Islam, tapi dari berbagai survei mereka itu disebut negara-negara paling Islam yang senantiasa menegakkan nilai-nilai Islam. Ya, tidak ada yang seperti masyarakat kita dengan cerita buruk tentang Anjing," tegasnya.

Dalam kesempatan ini, Haris pun merespons turis asing yang memprotes dan mengecam kematian Canon. Haris menyebut protes tersebut bukan pada anjingnya, tapi lebih kepada karakter aparatur negara di pulau tersebut yang buruk.

"Jadi jika hal tersebut akan berbuah penolakan dari luar negeri, ya solusinya harus segera dilakukan pembenanahan. Percuma gembar-gembor bangkitan pariwisata karena pandemi, bila ada perilaku keji yang dilakukan oknum Satpol PP seperti itu. Ingat, jika pada hewan saja perilakunya sudah kejam, pasti dengan manusia lainnya juga begitu," tegasnya.



Saksikan live streaming program-program BeritaSatu TV di sini

Sumber: BeritaSatu.com


REKOMENDASI



BERITA LAINNYA


NASIONAL | 4 Desember 2021

NASIONAL | 4 Desember 2021

NASIONAL | 4 Desember 2021

NASIONAL | 4 Desember 2021

NASIONAL | 4 Desember 2021

NASIONAL | 4 Desember 2021

NASIONAL | 4 Desember 2021

NASIONAL | 4 Desember 2021

NASIONAL | 4 Desember 2021

NASIONAL | 4 Desember 2021

BERITA TERPOPULER


#1
Panglima TNI Ungkap Fakta 1.826 Prajurit Terinfeksi HIV/AIDS

#2
Semeru Erupsi, Sebagian Lumajang Seperti Malam

#3
Setelah Negara Tetangga, Omicron Tiba di Indonesia?

#4
Lagi, Prajurit TNI Gugur Ditembak KKB di Yahukimo, Papua

#5
The Minions Hadapi Juara Olimpiade di Semifinal 

#6
Menang Lagi, Marcus/Kevin ke Semifinal BWF World Tour Finals

#7
Jokowi Sentil Polisi Sowan ke Ormas, Ini Kata Sekjen PDIP

#8
Luhut: 2022, Vaksinasi Ketiga Paralel di Semua Provinsi

#9
Indonesia Masih Bebas Omicron

#10
Greysia/Apriyani Tantang Ganda yang Tak Pernah Kalah di Bali

TERKINI


NASIONAL | 4 Desember 2021

BERITA GRAFIK | 4 Desember 2021

NASIONAL | 4 Desember 2021

DUNIA | 4 Desember 2021

POLITIK | 4 Desember 2021

EKONOMI | 4 Desember 2021

KESEHATAN | 4 Desember 2021

NASIONAL | 4 Desember 2021

POLITIK | 4 Desember 2021

NASIONAL | 4 Desember 2021