Copyright © 2022 BeritaSatu
Allright Reserved

Vox Point Ajak Semua Pihak Sudahi Polemik Pernyataan Menag Yaqut Cholil

Minggu, 31 Oktober 2021 | 23:52 WIB
Oleh : Yustinus Paat / FFS
Ketua Umum Vox Point Indonesia, Yohanes Handojo Budhisedjati.

Jakarta, Beritasatu.com - Dewan Pimpinan Nasional (DPN) Vox Point Indonesia meminta semua pihak untuk menyudahi polemik pernyataan Menteri Agama (Menag) Yaqut Cholil Qoumas yang sedang ramai diperbincangkan.

Vox Point Indonesia menilai persoalan tersebut tidak perlu dibesar-besarkan lagi karena substansinya jelas untuk internal. Apalagi Menag Yaqut Cholil telah mengklarifikasi ungkapan itu ditujukan untuk memotivasi para santri dan pondok pesantren bertepatan dengan peringatan Hari Santri Nasional beberapa waktu lalu.

Advertisement

"Vox Point Indonesia mengajak kita semua anak bangsa untuk menahan diri dan tidak mengeluarkan statement yang justru dapat mengganggu kehidupan bermasyarakat, berbangsa dan bernegara. Kami mohon agar kita hentikan polemik ini dengan tidak membahasnya lagi,” kata Ketua Umum Vox Point Indonesia, Yohanes Handojo Budhisedjati, di Jakarta, Minggu (31/10/2021).

Handojo mengatakan, polemik ini semestinya tidak perlu diperdebatkan apalagi mengaitkannya ke dalam isu SARA. Sebab, katanya, Gus Yaqut sapaan Yaqut Cholil Qoumas merupakan sosok menteri nasionalis yang menjunjung tinggi kebhinekaan. Tokoh yang dikenal rakyat sangat toleran dan selama ini aktif dalam menyuarakan kebaikan untuk keutuhan NKRI.

“Bapak Menteri Agama salah satu tokoh yang sangat peduli dengan kerukunan kehidupan berbangsa dan bernegara yang mengedepankan nilai-nilai kebangsaan. Untuk itu, mari kita bersikap dewasa dan tak perlu membicarakannya lagi. Kita tak perlu buang energi dengan hal-hal yang tak berguna. Lebih baik kita bersama-sama salurkan energi, bersatu dan bersinergi menjaga dan memajukan bangsa Indonesia," lanjutnya.

Handojo juga meminta semua pihak tidak gegabah dalam menilai atau menyimpulkan pernyataan seseorang. Apalagi jika belum paham maksud dan tujuannya secara utuh.

“Karena hal tersebut dapat menimbulkan kesimpulan yang tak utuh. Dampaknya dapat dinilai berbeda-beda. Ini sangat berbahaya kehidupan berbangsa dan bernegara. Untuk itu, jika kita belum paham dan tak mendapat informasi utuh, mohon untuk tahan diri dan tidak menyebarkan informasi tersebut,” tegas Handojo.

Handojo juga mengajak semua pihak agar dapat menyelesaikan persoalan bangsa dengan cara-cara yang menyejukkan. Salah satunya mengedepankan dialog dengan semangat persaudaraan dan kerukunan.

“Bangsa Indonesia sudah mempunyai banyak pengalaman dalam menyelesaikan persoalan, yakni dapat diselesaikan dengan dialog. Dengan cara-cara yang mengedepankan persaudaraan. Kita lakukan seperti itu, sehingga bangsa Indonesia tetap aman,” ujar Handojo.

Pada kesempatan tersebut Handojo juga meminta semua pihak bersatu membantu pemerintah dalam menjalankan tugas pelayanan di tengah situasi pandemi Covid-19 seperti saat ini.

Handojo menyebut, dalam menghadapi pandemi diperlukan sinergisitas, bukan malah saling menyalahkan. Dikatakan, seluruh pihak seharusnya saling mendukung dan berkolaborasi membantu rakyat terutama terkait protokol kesehatan dan upaya untuk meningkatkan perekonomian rakyat.

“Pemerintah masih banyak tugas untuk rakyat. Kita semua harus mendukung kerja-kerja pemerintah di semua bidang pelayanan terutama di situasi pandemi Covid-19 ini. Kita bersama pemerintah, bersatu, bergandengan tangan untuk kemajuan bangsa Indonesia,” kata Handojo.



Saksikan live streaming program-program BeritaSatu TV di sini

Sumber: BeritaSatu.com


BERITA TERKAIT



BERITA LAINNYA


NASIONAL | 26 Januari 2022

NASIONAL | 26 Januari 2022

NASIONAL | 26 Januari 2022

NASIONAL | 31 Januari 2022

NASIONAL | 26 Januari 2022

NASIONAL | 26 Januari 2022

NASIONAL | 26 Januari 2022

NASIONAL | 26 Januari 2022

NASIONAL | 26 Januari 2022

NASIONAL | 26 Januari 2022

BERITA TERPOPULER


#1
Disebut Edy Mulyadi Macan Mengeong, Ini Jawaban Prabowo Subianto

#2
NIK Resmi Jadi Nomor Identitas Peserta JKN-KIS

#3
Bentrok di Maluku Tengah, 1 Polisi Alami Luka Tembak di Pipi

#4
Masyarakat Wajib Pahami 8 Karakteristik Omicron

#5
Data Kasus Aktif Covid-19 sampai 26 Januari 2022

#6
Update Covid-19: Kasus Harian Tembus Angka 7.000

#7
Pelaku Pengeroyokan Kakek 89 Tahun Ternyata Ada yang Saling Kenal

#8
10.000 Lebih Kasus, Turunan Varian Omicron BA.2 Terdeteksi di 47 Negara

#9
DPP PDIP Tak Pecat Arteria Dahlan, Ini Alasannya

#10
Sevilla Resmi Dapatkan Anthony Martial dari MU

TERKINI


KESEHATAN | 27 Januari 2022

MEGAPOLITAN | 27 Januari 2022

DUNIA | 26 Januari 2022

DUNIA | 26 Januari 2022

NASIONAL | 26 Januari 2022

KESEHATAN | 26 Januari 2022

DUNIA | 26 Januari 2022

EKONOMI | 26 Januari 2022

NASIONAL | 26 Januari 2022

KESEHATAN | 26 Januari 2022