Copyright © 2022 BeritaSatu
Allright Reserved

RJ Lino Hadapi Tuntutan Jaksa KPK atas Perkara Korupsi di PT Pelindo II

Kamis, 11 November 2021 | 08:50 WIB
Oleh : Fana F Suparman / CAH
Terdakwa mantan Direktur Utama PT Pelindo II Richard Joost Lino usai menjalani sidang perdana di Pengadilan Tipikor, Jakarta, Senin, 9 Agustus 2021.

Jakarta, Beritasatu.com - Pengadilan Tipikor Jakarta menggelar sidang lanjutan perkara dugaan korupsi pengadaan tiga unit Quayside Container Crane (QCC) di PT Pelindo II tahun 2011 dengan terdakwa mantan Direktur Utama PT Pelindo II, Richard Joost Lino atau RJ Lino, Kamis (11/11/2021).

Persidangan pada hari ini mengagendakan pembacaan tuntutan jaksa penuntut Komisi Pemberantasan Korupsi (KPK) terhadap RJ Lino.

Advertisement

"Sesuai penetapan majelis hakim, agenda sidang dengan terdakwa RJ Lino adalah pembacaan surat tuntutan oleh tim jaksa KPK," kata Plt Jubir KPK, Ali Fikri dalam keterangannya, Kamis (11/11/2021).

Ali menyatakan, jaksa KPK sudah menyusun tuntutan terhadap RJ Lino. Tuntutan yang disusun jaksa dipastikan sesuai dengan temuan dan fakta persidangan sejauh ini.

"Surat tuntutan tentu disusun berdasarkan seluruh fakta-fakta hasil persidangan baik keterangan saksi-saksi, ahli maupun alat bukti lain yang dihadirkan tim jaksa KPK maupun pihak terdakwa," kata Ali.

Diketahui, jaksa penuntut KPK mendakwa mantan Dirut PT Pelindo II, Richard Joost Lino atau RJ Lino telah melakukan tindak pidana korupsi terkait pengadaan tiga unit QCC di PT Pelindo II. Perbuatan Lino itu menguntungkan diri sendiri atau orang lain atau korporasi, yakni Wuxi Hua Dong Heavy Machinery Science and Technology Group Co. Ltd (HDHM) dan merugikan keuangan negara atau Pelindo II sebesar US$ 1,99 juta.

Dalam surat dakwaan, jaksa menyatakan, tindak pidana korupsi itu dilakukan RJ Lino dengan cara mengintervensi proses pengadaan tiga unit QCC dengan menunjuk HDHM sebagai perusahaan pelaksana proyek. Tindak pidana korupsi itu dilakukan RJ Lino bersama dengan Ferialdy Norlan selaku Diektur Operasi dan Teknik PT Pelindo II dan Chariman HDHM, Weng Yaogen.

Jaksa menyebut dalam pengadaan itu, PT Pelindo II harus membayar US$ 15,16 juta. Padahal, harga wajar proyek tersebut sekitar US$ 13,57 juta. Dengan demikian terjadi kemahalan harga pembelian tiga unit Twinlift QCC dari HDHM sebesar US$ 1.974.911,29.



Saksikan live streaming program-program BeritaSatu TV di sini

Sumber: BeritaSatu.com


BERITA TERKAIT



BERITA LAINNYA


NASIONAL | 22 Januari 2022

NASIONAL | 22 Januari 2022

NASIONAL | 22 Januari 2022

NASIONAL | 22 Januari 2022

NASIONAL | 22 Januari 2022

NASIONAL | 22 Januari 2022

NASIONAL | 22 Januari 2022

NASIONAL | 22 Januari 2022

NASIONAL | 22 Januari 2022

NASIONAL | 22 Januari 2022

BERITA TERPOPULER


#1
Update Covid-19: Waspada, Kasus Harian Kembali Tembus 2.000

#2
87 Jemaah Umrah Positif Covid-19, 10 Probable Omicron

#3
Seluruh Pulau Berguncang, Letusan Gunung Tonga seperti Bom Atom

#4
Warga Bekasi Minta Pemkot Perbaiki Drainase di Jalan Kemakmuran

#5
Cuaca Ekstrem Berpotensi Landa 21 Wilayah

#6
Kecelakaan Maut di Balikpapan, Banyak Pihak yang Dinilai Bertanggung Jawab

#7
Polri: Peralihan Pelat Nomor Kendaraan Hitam ke Putih Tahun 2022

#8
Piala Asia Wanita: Indonesia Dibantai Australia 0-18

#9
Menkes: Waspada Penularan Omicron

#10
Kasus Covid-19 Kota Bogor Bertambah 2 Kali Lipat

TERKINI


KESEHATAN | 22 Januari 2022

DUNIA | 22 Januari 2022

EKONOMI | 22 Januari 2022

NASIONAL | 22 Januari 2022

NASIONAL | 22 Januari 2022

MEGAPOLITAN | 22 Januari 2022

GAYA HIDUP | 22 Januari 2022

DUNIA | 22 Januari 2022

NASIONAL | 22 Januari 2022

GAYA HIDUP | 22 Januari 2022