Copyright © 2022 BeritaSatu
Allright Reserved

Densus: Pendanaan Adalah Nafas dan Darah Kelompok Teror

Kamis, 25 November 2021 | 16:57 WIB
Oleh : Bayu Marhaenjati / FFS
Kepala Bagian Bantuan Operasi Densus 88 Antiteror Polri Kombes Pol Aswin Siregar (kanan).

Jakarta, Beritasatu.com - Detasemen Khusus (Densus) 88 Antiteror menyatakan pendanaan merupakan nafas dan darahnya kelompok teror. Tanpa dana, aktivitas kelompok teror tidak akan eksis.

"Pendanaan ini adalah nafas dan darahnya kelompok teror. Pendanaan teror adalah nafas dan darahnya, hidup matinya kelompok teror," ujar Kepala Bagian Bantuan Operasi Densus 88 Antiteror Polri Kombes Pol Aswin Siregar, di Mabes Polri, Kamis (25/11/2021).

Advertisement

Dikatakan Aswin, pengumpulan dana terkait kelompok terorisme bukan hanya ada di Indonesia, melainkan di seluruh dunia.

"Kelompok-kelompok ini terus berusaha untuk mendapatkan sumber dana. Sehingga aktivitas teroris sebenarnya tidak akan eksis, tidak akan ada kalau pendanaannya tidak ada," ungkapnya.

Aswin menyampaikan, sumber dana kelompok teror bisa dari internal dan eksternal. Bahkan, pada masa lalu bisa berasal dari luar negeri semisal dari kelompok Al-Qaeda.

"Tapi setelah dibekukan, ada sanksi PBB yang dikeluarkan sehingga mereka harus mencari sumber dana sendiri. Dalam konteks kelompok yang sekarang ini, ada banyak organisasi atau lembaga yang mereka buat untuk melakukan fundraising, ada BM ABA dan SAM organizer," katanya.

Sebelumnya diketahui, Densus 88 Antiteror Polri menciduk tiga tersangka teroris kelompok Jamaah Islamiyah berinisial S, SU dan DRS di wilayah Lampung. Ketiganya menjabat sebagai ketua, sekretaris dan bendahara LAZ BM ABA, sebuah yayasan yang menggalang dana untuk pengkaderan hingga membiayai buronan teroris.

Dalam penangkapan itu, tim Densus 88 Antiteror Polri menyita 706 kotak amal kaca, 29 buah kotak amal kayu, 31 buah kotak amal dari plastik berbentuk toples, dan 79 kotak amal dari kaca berkaki. Termasuk, sejumlah dokumen-dokumen.

Pada perkembangannya, Densus 88 Antiteror kembali menangkap tiga tersangka tindak pidana terorisme, yakni Ketua Umum Partai Dakwah Rakyat Indonesia (PDRI) Farid Ahmad Okbah alias FAO, anggota Fatwa Majelis Ulama Indonesia (MUI) Ahmad Zain An-Najah alias AZ dan Anung Al-Hamat alias AA, yang merupakan jaringan Jamaah Islamiyah, di wilayah Bekasi.

Berdasarkan keterangan, Farid Ahmad Okbah dan Ahmad Zain Annajah merupakan bagian pengurus LAZ BM ABA, menjabat sebagai dewan syariah.



Saksikan live streaming program-program BeritaSatu TV di sini

Sumber: BeritaSatu.com


BERITA TERKAIT



BERITA LAINNYA


NASIONAL | 29 Januari 2022

NASIONAL | 29 Januari 2022

NASIONAL | 29 Januari 2022

NASIONAL | 29 Januari 2022

NASIONAL | 29 Januari 2022

NASIONAL | 29 Januari 2022

NASIONAL | 29 Januari 2022

NASIONAL | 29 Januari 2022

NASIONAL | 29 Januari 2022

NASIONAL | 29 Januari 2022

BERITA TERPOPULER


#1
Polda Jabar Tangkap Ketua Umum GMBI

#2
Catat! Robot Trading DNA Pro Dinyatakan Ilegal

#3
Jelang Penutupan, Ini Daftar Transfer Pemain Liga Inggris

#4
Hikmahanto: Singapura Tak Ikhlas Serahkan Kendali Udara ke Indonesia

#5
Tuan Rumah Piala Dunia Qatar Masukkan Indonesia dalam Daftar Negara Aman

#6
Pengemis Elite di Sampit, Punya Mobil dan Motor Baru

#7
Kawal MotoGP 2022, TNI AL Turunkan Lima Kapal Perang

#8
Kemenkes Terbitkan Sertifikat Vaksin Standar WHO, Ini Cara Mengaksesnya

#9
PP PBSI Panggil 88 Atlet Masuk Pelatnas Cipayung

#10
Sehari Ditemukan 400 Kasus Baru Positif Covid-19 di Depok

TERKINI


DUNIA | 29 Januari 2022

NASIONAL | 29 Januari 2022

EKONOMI | 29 Januari 2022

EKONOMI | 29 Januari 2022

OLAHRAGA | 29 Januari 2022

NASIONAL | 29 Januari 2022

DUNIA | 29 Januari 2022

MEGAPOLITAN | 29 Januari 2022

NASIONAL | 29 Januari 2022

EKONOMI | 29 Januari 2022