Copyright © 2022 BeritaSatu
Allright Reserved

Densus Susun Puzzle Ungkap Pendanaan Teroris

Kamis, 25 November 2021 | 20:06 WIB
Oleh : Bayu Marhaenjati / FFS
Kombes Pol Aswin Siregar.

Jakarta, Beritasatu.com - Detasemen Khusus (Densus) 88 Antiteror Polri, sedang menyusun puzzle untuk mengungkap pendanaan yang merupakan nafas dan darah kelompok teror. Semakin legal yayasan yang dibentuk, semakin sulit Densus 88 Antiteror melakukan penegakan hukum.

Hal itu, disampaikan Kepala Bagian Bantuan Operasi Densus 88 Antiteror Polri Kombes Pol Aswin Siregar, di Mabes Polri, Kamis (25/11/2021).

Advertisement

"Bagaimana kita akan menyusun puzzle atau (mengungkap) teka teki ini sebagai life blood (sumber hidup), sebagai nafas dan darah bagi organisasi teror," ujar Aswin.

Aswin mengungkapkan, pendanaan merupakan nafas dan darahnya kelompok teror. Tanpa dana, aktivitas kelompok teror tidak akan eksis.

"Pendanaan teror ini sebagaimana yang tadi saya jelaskan memang merupakan persoalan rumit. Kita juga melakukan investigasi, penyelidikan, penyidikan yang maraton, bukan berhari-hari, berbulan-bulan, tapi bertahun-tahun. Semakin dia legal, semakin sulit kita masuk dan mencoba membuktikannya. Semakin mereka legal, semakin dia ada dasar, semakin dia berhasil meraih simpati masyarakat, semakin besar tingkat kesulitan yang dihadapi pihak Densus ketika harus melakukan penegakan hukum terhadap hal itu. Tapi ini akan terus kita hadapi," ungkapnya.

Aswin menyampaikan, Densus berharap dukungan dari berbagai pihak seperti Majelis Ulama Indonesia (MUI), tokoh agama, tokoh masyarakat, dan lembaga lainnya agar bekerja sama dalam penanggulangan terorisme. Densus juga mengimbau kepada masyarakat agar sumbangan-sumbangan yang diberikan diarahkan ke lembaga yang bisa dipercaya kebenarannya.

"Kita sama-sama bekerja dalam penanggulangan terorisme," katanya.

Strukur Pendanaan Organisasi Teror

Aswin mengungkapkan, berdasarkan dokumen yang didapatkan Densus 88, pada bagian paling atas struktur pendanaan kelompok Jamaah Islamiyah (JI) diduduki amir atau ketua kelompok. Kemudian, turun garis ke bawah ada bendahara pusat. Selanjutnya, turun dibagi dua bagian ada bidang tajhiz dan bidang dakwah.

"Kemudian mereka membuat sekat (garis putus-putus), di bawahnya adalah lembaga-lembaga yang legal, yayasan-yayasan yang normal. Di bawah bidang tajhiz ada BM ABA (Abdurrahman bin Auf), di bawah bidang dakwah itu ada yayasan amal Syam Abadi yang kemudian mendirikan lagi Syam Organizer," jelasnya.

Aswin melanjutkan, di samping yayasan Syam Abadi ada yayasan Madina. Yayasan ini seperti steering committee.

"Jadi kalau pihak sana (tajhiz) akan melakukan fundrasing, maka yang sebelahnya menyiapkan materi atau orang-orang atau dai. Yang menggerakkan pengumpulan dana sini, tapi yang membuat materi dan menyuplai orang pihak sebelahnya. Ini rapi sekali," katanya.

Menurut Aswin, berdasarkan keterangan Fitria Sanjaya alias FS selaku ketua yayasan BM ABA, mereka bergerak mengumpulkan dan menyetorkannya ke atas.

"FS ini yang menjelaskan bahwa organisasinya seperti ini. Dia bergerak mengumpulkan dana, dia ke mana menyetornya. Jadi kalau kita bayangkan urutan membentuk organisasi, setelah yang bawah bergerak, menyetor kembali dananya ke atas," ucapnya.

Aswin menambahkan, dalam pelaksanaan pengumpulan dana selalu dikaburkan dengan kegiatan yang di mata publik tidak melanggar aturan seperti untuk pendidikan atau mengirim bantuan kemanusiaan.

"Sehingga tidak kelihatan, padahal bagian dari program atau strategi untuk meraih simpati yang pada ending-nya penguasaan wilayah dengan dukungan. Sehingga pada suatu saat, seperti kita hadapi kemarin, ketika kita menangkap tersangka yang tersangkut dengan organisasi ini, publik bereaksi seolah-olah kita sudah menzalimi, telah mengkriminalisasi. Padahal kita sudah menjelaskan bahwa tidak ada kriminalisasi, tidak ada tindakan kita yang tidak berdasarkan alat bukti permulaan yang cukup," tegasnya.

Aswin menyebutkan, hingga saat ini Densus telah membekuk 14 tersangka dari yayasan BM ABA dan 10 dari Syam Organizer. Densus 88 juga sudah mengantongi nama-nama lain yang diduga terlibat, termasuk perannya.

"Kita tidak mau berandai-andai kalau ada penangkapan selanjutnya nanti akan mengejutkan lagi, siapa lagi ini orangnya. Karena kita semakin naik ke atas, kita sudah jauh dari tangan yang dulunya berlumuran lumpur dan darah, yang bagian meledak-meledak, bagian menyerang-menyerang, sekarang kita naik ke atas, ke bagian otak dan strategi tadi. Yang jelas, tindakan Densus dalam setiap penegakan hukum berusaha untuk meringkus, membuka, mengungkap, dan melemahkan. Sehingga kita harapkan memang ini akan bisa kita tuntaskan," terangnya.

Aswin melanjutkan, proses tersebut memang akan panjang. Dikatakan, jika dibandingkan dengan perkara pidana biasa yang setahun atau kurang dari setahun selesai, perkara ini akan terus berkelanjutan karena mengungkap jaringan.

"Ketua BM ABA yang ditangkap FS tadi, dalam strukturnya meminta petunjuk dan laporan kepada FAO (Farid Ahmad Okbah) dan AZA (Ahmad Zain An-Najah). Dia meminta petunjuk, bagaimana, apalagi yang harus dikerjakan dan seterusnya. Ini sudah kita tangkap. Kemudian kurir atau orang-orang yang membawa uang dalam proses pengumpulan dana dan melaporkan kembali kepada bendahara pusat JI, yaitu saudara SJ, ini juga sudah kita tangkap," katanya.

Aswin menyebutkan, menurut hasil pemeriksaan terungkap pendapatan Syam Abadi mencapai sekitar Rp 15 miliar per tahun. Angka tersebut baru yang tercatat dalam laporan keuangan.

"Karena kita tahu dengan sistem sel terputus yang mereka buat, dengan menghindari pencatatan-pencatatan atau record-record yang formal. Jumlah ini bisa jauh lebih fantastis dibanding yang kita ungkap dalam bentuk laporan. BM ABA sekitar Rp 14 miliar per tahun. Pada waktu penyitaan di kantor pusat Syam Organizer itu disita uang tunai sebesar Rp 944.858.500," paparnya.



Saksikan live streaming program-program BeritaSatu TV di sini

Sumber: BeritaSatu.com


BERITA TERKAIT



BERITA LAINNYA


NASIONAL | 25 Januari 2022

NASIONAL | 25 Januari 2022

NASIONAL | 25 Januari 2022

NASIONAL | 25 Januari 2022

NASIONAL | 25 Januari 2022

NASIONAL | 25 Januari 2022

NASIONAL | 25 Januari 2022

NASIONAL | 25 Januari 2022

NASIONAL | 25 Januari 2022

NASIONAL | 25 Januari 2022

BERITA TERPOPULER


#1
Putri Politisi Golkar Nurul Arifin Meninggal Dunia

#2
Putri Politisi Golkar Nurul Arifin Meninggal Dunia karena Serangan Jantung

#3
Sang Putri Meninggal, Nurul Arifin: Malaikatku, Engkau Pergi Begitu Cepat

#4
Mayoritas Korban Tewas Terjebak di Karaoke yang Dibakar Massa di Sorong

#5
Pertikaian 2 Kelompok Warga di Sorong, Belasan Meninggal Dunia

#6
Nurul Arifin Ungkap Kronologi Meninggalnya Maura

#7
Polisi Ungkap Peran 5 Tersangka Pengeroyokan Kakek 89 Tahun hingga Tewas

#8
Rupiah Ditutup Melemah Jadi Rp 14.350

#9
Putri Politisi Golkar Nurul Arifin Dimakamkan di San Diego Hills

#10
Kakek 89 Tewas Dihakimi Massa Ternyata Sempat Pamit

TERKINI


BOLA | 26 Januari 2022

BOLA | 26 Januari 2022

BOLA | 26 Januari 2022

BOLA | 26 Januari 2022

BOLA | 26 Januari 2022

DIGITAL | 25 Januari 2022

KESEHATAN | 25 Januari 2022

POLITIK | 25 Januari 2022

DUNIA | 25 Januari 2022

NASIONAL | 25 Januari 2022