Copyright © 2022 BeritaSatu
Allright Reserved

Kasus Kekerasan terhadap Perempuan Meningkat di Masa Pandemi

Kamis, 25 November 2021 | 23:16 WIB
Oleh : Feriawan Hidayat / FER
Panelis acara diskusi "Ubah Narasi: Peran Media dalam Pencegahan Kekerasan terhadap Perempuan", Kamis 25 November 2021.

Jakarta, Beritasatu.com - Pandemi Covid-19 tidak hanya menimbulkan krisis kesehatan, melainkan juga krisis ekonomi dan sosial. Kondisi ini meningkatkan risiko terjadinya kasus kekerasan terhadap perempuan.

Menteri Pemberdayaan Perempuan dan Perlindungan Anak (PPPA) Bintang Puspayoga mengatakan, 1 dari 3 perempuan di dunia pernah mengalami kekerasan fisik atau seksual oleh pasangan, non-pasangan, atau keduanya, setidaknya sekali dalam hidupnya. Serupa dengan kondisi global, 1 dari 3 perempuan Indonesia berusia 15-64 tahun pernah mengalami kekerasan fisik dan/atau seksual dalam hidupnya.

Advertisement

"Indonesia yang aman bagi perempuan tidak akan tercipta tanpa dukungan dan sinergisitas dari seluruh pihak, khususnya media. Dalam hal ini, kami sangat berharap media bisa menjalankan kode etik pemberitaan yang ramah perempuan, serta mulai mengembangkan kebijakan media untuk mendorong pencegahan kasus kekerasan terhadap perempuan," ujar Bintang dalam acara diskusi "Ubah Narasi: Peran Media dalam Pencegahan Kekerasan terhadap Perempuan", Kamis (25/11/2021).

Menteri Bintang menjelaskan, permasalahan kekerasan terhadap perempuan semakin ramai karena adanya ketidakadilan dan ketimpangan gender yang dipicu budaya patriarki di Indonesia. "Pandemi tidak hanya menimbulkan krisis kesehatan, namun juga krisis ekonomi dan sosial yang menempatkan perempuan dalam posisi rentan dan memperburuk ketimpangan gender," jelasnya.

Menurut Menteri Bintang, pemerintah sendiri telah merancang upaya menurunkan kekerasan terhadap perempuan yang terbagi dalam empat skema yakni promotif, preventif, kuratif, dan rehabilitatif.

"Upaya promotif dan preventif merupakan upaya untuk mencegah kasus terjadi. Sedangkan upaya kuratif dan rehabilitatif merupakan upaya yang dilakukan untuk menangani kasus yang telah terjadi. Media memiliki peran yang krusial dalam upaya promotif dan preventif, karena menjadi alat yang ampuh dalam mengadvokasi penghapusan kekerasan terhadap perempuan," tandasnya.

CEO Yayasan Care Peduli Bonaria Siahaan mengatakan, Care memiliki visi untuk menciptakan dunia yang memberikan harapan, bersifat inklusif dan berkeadilan, dimana semua orang dapat hidup bebas dari kemiskinan, bermartabat dan memiliki rasa aman.

"Kekerasan terhadap perempuan jelas bertentangan dengan visi tersebut, karena mana mungkin seseorang dapat hidup dengan aman dan bermartabat apabila masih mengalami kekerasan dan hidup di bawah ketakutan. Sejalan dengan visi ini, Care mempunyai komitmen untuk terus mengadvokasi dan berkolaborasi dengan semua pihak dalam upaya penghilangan kekerasan terhadap perempuan dan untuk memperjuangkan kesetaraan gender," kata Bonaria.

Bonaria menambahkan, sekalipun pemberitaan tentang kekerasan berbasis gender telah cukup banyak dan bahkan meningkat terutama sejak pandemi Covid-19, namun hal yang masih kurang diulas adalah keterkaitan antara kekerasan terhadap perempuan dengan seksisme dan ketidaksetaraan gender yang mana kedua hal ini menjadi akar masalah masih terjadinya terhadap perempuan.

Sementara itu, Komisioner Komnas Perempuan Veryanto Sitohang menjelaskan, dalam kurun waktu 12 tahun, kekerasan terhadap perempuan meningkat sebanyak 792% (hampir 800% atau 8 kali lipat).

Selama kurun waktu 10 tahun (2010-2019), jumlah kekerasan terhadap perempuan sebanyak 2.775.042 kasus. Artinya 760 kasus per hari atau 31 kasus per jam. Sepanjang 2011-2020, tercatat kekerasan seksual di ranah privat dan komunitas 49.643 kasus.

"Fenomena kekerasan terhadap perempuan adalah seperti gunung es dimana jumlah yang sebenarnya dapat lebih besar dari yang dilaporkan. Dapat diartikan juga bahwa dalam situasi yang sebenarnya, kondisi perempuan Indonesia jauh mengalami kehidupan yang tidak aman," jelasnya.

Veryanto menambahkan, kasus kekerasan terhadap perempuan di masa pandemi meningkat, dimana berdasarkan Catahu 2021, pengaduan melalui unit pelayanan dan rujukan (UPR) Komnas Perempuan meningkat, menjadi 2.389 kasus, dengan catatan 2.341 kasus berbasis gender. Sepanjang Januari hingga Oktober 2021, tercatat kekerasan terhadap perempuan di masa pandemi sebanyak 4.711 kasus.

Selain itu, data pengaduan langsung ke Komnas Perempuan, tercatat kenaikan yang cukup signifikan yakni pengaduan kasus cybercrime 281 kasus (2018 tercatat 97 kasus) atau naik sebanyak 300%. Kasus siber terbanyak berbentuk ancaman dan intimidasi penyebaran foto dan video porno korban.

"Untuk mendukung penghapusan segala bentuk kekerasan terhadap perempuan, peran media menjadi sangat strategis. Kehadiran media dalam pencegahan kekerasan terhadap perempuan akan berkontribusi dalam mendekatkan hak korban atas keadilan, perlindungan dan pemulihan, khususnya melalui pengesahan RUU Tindak Pidana Kekerasan Seksual," kata Veryanto.



Saksikan live streaming program-program BeritaSatu TV di sini

Sumber: BeritaSatu.com


BERITA TERKAIT



BERITA LAINNYA


NASIONAL | 25 Januari 2022

NASIONAL | 25 Januari 2022

NASIONAL | 25 Januari 2022

NASIONAL | 25 Januari 2022

NASIONAL | 25 Januari 2022

NASIONAL | 25 Januari 2022

NASIONAL | 25 Januari 2022

NASIONAL | 25 Januari 2022

NASIONAL | 25 Januari 2022

NASIONAL | 25 Januari 2022

BERITA TERPOPULER


#1
Putri Politisi Golkar Nurul Arifin Meninggal Dunia

#2
Putri Politisi Golkar Nurul Arifin Meninggal Dunia karena Serangan Jantung

#3
Sang Putri Meninggal, Nurul Arifin: Malaikatku, Engkau Pergi Begitu Cepat

#4
Mayoritas Korban Tewas Terjebak di Karaoke yang Dibakar Massa di Sorong

#5
Pertikaian 2 Kelompok Warga di Sorong, Belasan Meninggal Dunia

#6
Nurul Arifin Ungkap Kronologi Meninggalnya Maura

#7
Polisi Ungkap Peran 5 Tersangka Pengeroyokan Kakek 89 Tahun hingga Tewas

#8
Rupiah Ditutup Melemah Jadi Rp 14.350

#9
Putri Politisi Golkar Nurul Arifin Dimakamkan di San Diego Hills

#10
Putri Nurul Arifin Meninggal Dunia, Keluarga Besar Golkar Ikut Berduka

TERKINI


DIGITAL | 25 Januari 2022

KESEHATAN | 25 Januari 2022

POLITIK | 25 Januari 2022

DUNIA | 25 Januari 2022

NASIONAL | 25 Januari 2022

NASIONAL | 25 Januari 2022

MEGAPOLITAN | 25 Januari 2022

NASIONAL | 25 Januari 2022

DUNIA | 25 Januari 2022

NASIONAL | 25 Januari 2022