Copyright © 2022 BeritaSatu
Allright Reserved

Hukum Berat Pelaku kekerasan terhadap Anak

Minggu, 28 November 2021 | 22:07 WIB
Oleh : JEM
Menteri Pemberdayaan Perempuan dan Perlindungan Anak (PPA), I Gusti Ayu Bintang Darmawati.

Bandarlampung, Beritasatu.com - Menteri Pemberdayaan Perempuan dan Perlindungan Anak (PPPA) I Gusti Ayu Bintang Darmawati meminta aparat penegak hukum agar memberikan hukuman berat kepada pelaku kekerasan terhadap anak untuk memberikan efek jera.

"Selama ini kasus kekerasan terhadap anak sangat memprihatinkan. Kita ingin agar pelaku diberikan hukuman yang seberat-beratnya sesuai apa yang dia lakukan sehingga ada efek jera kepada pelaku. Kemudian memberikan keadilan kepada korban," kata Menteri Bintang saat kunjungan ke Taman Ramah Anak Mulyojati, Kota Metro, Minggu (28/11/2021).

Advertisement

Ia mengapresiasi aparat penegak hukum yang bergerak cepat dalam menuntaskan kasus kekerasan terhadap anak dan memberikan keadilan kepada korban.

"Kami mengapresiasi gerak cepat penegak hukum untuk memberikan efek jera kepada pelaku. Inilah yang harus kita lakukan untuk memberikan keadilan kepada korban," ucapnya.

Menurut dia, kasus kekerasan terhadap anak harus menjadi alarm atau peringatan kepada semua pihak agar bergerak dan bersinergi bersama untuk memberikan yang terbaik dalam hal pencegahan, penanganan, dan pelayanan kepada korban.

"Kita harus memberikan yang terbaik dalam pendampingan dan pelayanan kepada penyintas, termasuk penanganan, pelayanan, dan keadilan kepada korban," paparnya.

Menteri Bintang mengapresiasi UPTD PPA Provinsi Lampung karena sudah baik dalam memberikan layanan pengaduan, mediasi, dan pendampingan. Termasuk, sinergi dan kolaborasi dengan semua pihak.

"Seperti di Provinsi Lampung mereka sudah biasa berkoordinasi dengan instansi terkait, baik pengajuan hingga pendampingan langsung digerakkan, bagaimana kita berkolaborasi untuk yang terbaik kepada penyintas," terangnya.

Dia menambahkan Kementerian PPPA akan bergerak cepat jika terjadi kasus kekerasan terhadap anak di Indonesia.

"Tidak terlepas, kami berkoordinasi dengan Dinas PPPA kabupaten/kota dan dengan aparat penegak hukum (APH). Itu langkah awal yang kita lakukan," tambahnya.



Saksikan live streaming program-program BeritaSatu TV di sini

Sumber: ANTARA


BERITA TERKAIT



BERITA LAINNYA


NASIONAL | 22 Januari 2022

NASIONAL | 22 Januari 2022

NASIONAL | 22 Januari 2022

NASIONAL | 22 Januari 2022

NASIONAL | 22 Januari 2022

NASIONAL | 22 Januari 2022

NASIONAL | 22 Januari 2022

NASIONAL | 22 Januari 2022

NASIONAL | 22 Januari 2022

NASIONAL | 22 Januari 2022

BERITA TERPOPULER


#1
Update Covid-19: Waspada, Kasus Harian Kembali Tembus 2.000

#2
87 Jemaah Umrah Positif Covid-19, 10 Probable Omicron

#3
Seluruh Pulau Berguncang, Letusan Gunung Tonga seperti Bom Atom

#4
Warga Bekasi Minta Pemkot Perbaiki Drainase di Jalan Kemakmuran

#5
Cuaca Ekstrem Berpotensi Landa 21 Wilayah

#6
Kecelakaan Maut di Balikpapan, Banyak Pihak yang Dinilai Bertanggung Jawab

#7
Polri: Peralihan Pelat Nomor Kendaraan Hitam ke Putih Tahun 2022

#8
Piala Asia Wanita: Indonesia Dibantai Australia 0-18

#9
Menkes: Waspada Penularan Omicron

#10
Kasus Covid-19 Kota Bogor Bertambah 2 Kali Lipat

TERKINI


NASIONAL | 22 Januari 2022

MEGAPOLITAN | 22 Januari 2022

GAYA HIDUP | 22 Januari 2022

DUNIA | 22 Januari 2022

NASIONAL | 22 Januari 2022

GAYA HIDUP | 22 Januari 2022

MEGAPOLITAN | 22 Januari 2022

EKONOMI | 22 Januari 2022

DUNIA | 22 Januari 2022

EKONOMI | 22 Januari 2022