Copyright © 2022 BeritaSatu
Allright Reserved

Tokoh Imbau Rakyat Papua Tak Terprovokasi Isu 1 Desember

Selasa, 30 November 2021 | 20:28 WIB
Oleh : Yudo Dahono / YUD
Ketua Lembaga Musyawarah Adat (LMA) Port Numbay, George Awie.

Jakarta, Beritasatu.com - Rakyat di Provinsi Papua diimbau agar tidak terpengaruh dengan isu 1 Desember yang sengaja dihembuskan oleh kelompok-kelompok yang berseberangan dengan pemerintah, karena dinilai hanya akan merugikan saja.

“Kami mengimbau kepada seluruh masyarakat agar jangan terpengaruh dengan penaikan bendera atau lain sebagainya, sebab tanggal 1 itu adalah hari peringatan AIDS sedunia,” ujar Ketua Lembaga Musyawarah Adat (LMA) Port Numbay, George Awie, Selasa (30/11/21). Hal tersebut diutarakan George guna menanggapi isu yang gencar di tengah masyarakat dan sosial media.

Advertisement

Menurutnya, masyarakat tetap beraktivitas seperti biasa saja, sebagaimana keseharian dan tidak terpengaruh dengan ajakan yang menyesatkan dan bisa membuat susah.

“Jadi, masyarakat jangan terpengaruh dengan isu yang dibuat untuk memecah belah persatuan dan kesatuan sesama anak bangsa, jalankan pekerjaan atau tugas seperti hari-hari biasa lainnya,” katanya.

Hal senada disampaikan Ketua Majelis Rakyat Papua (MRP) Papua Barat, Maxi Nelson Ahoren. Ia mengajak segenap masyarakat Papua Barat agar menyiapkan diri menghadapi Minggu Adven.

“Tanggal 1 Desember ini kan sering dirayakan sebagian warga Papua. Maka pesan saya mari kita jaga keamanan dan ketertiban masyarakat,” kata Maxi Nelson Ahoren, Selasa (30/11/2021).

“Ketika Natal tiba Kita menghadapi dengan suka cita pada 25 Desember 2021 mendatang,” lanjutnya.

Menurut Ketua Lembaga Kultur Masyarakat Adat di Papua Barat ini, Natal sebagai pesta iman dan kedamaian selalu ada dalam diri manusia yang terdapat di masyarakat.

“Saya mengajak seluruh masyarakat di Papua Barat agar menyiapkan hatinya supaya menjadi palungan yang suci menghadapi kelahiran sang juru selamat,” tuturnya.

Kepada Aparat TNI dan Polri, Maxi Ahoren meminta supaya merangkul semua kelompok yang hidup di masyarakat, terutama mereka yang berlainan Ideologi sehingga menjadi satu keluarga yang hidup dalam bingkai Negara Kesatuan Republik Indonesia (NKRI).

“Apapun aliran ideologi dan kepentingan Politik, TNI dan Polri harus merangkul mereka, sebab mereka juga merupakan saudara dan keluarga kita,” tuturnya.

TNI dan Polri lanjut Ahoren, mesti melakukan pendekatan secara humanis kepada mereka yang berseberangan. Dengan pendekatan humanis, lambat atau cepat mereka dapat dirangkul dalam satu keluarga.

Sebelumnya, imbauan sama juga disampaikan oleh anggota Majelis Rakyat Papua (MRP) yang menegaskan bahwa 1 Desember yang biasa diklaim sebagai HUT Papua Barat adalah hal yang salah dan keliru, apalagi dia sebagai saksi sejarah.

“1 Desember yang selama ini diklaim sebagai HUT Kemerdekaan Papua Barat, adalah kekeliruan dan juga penipuan sejarah yang terus dipelihara hingga saat ini,” kata Herman Yoku, Jumat (26/11/2021).

Ia meminta agar semua pihak paham soal sejarah dan tidak setengah-setengah untuk memaknainya sehingga tidak salah dalam menilai suatu hal. “Hal inilah yang tidak dipahami oleh generasi saat ini yang masih percaya bahwa 1 Desember adalah kemerdekaan Papua Barat, itu salah,” katanya menegaskan.

Menurut dia, pada tahun 1963, integrasi Irian (Papua) ke NKRI saat masa peralihan, penjajah Belanda tidak ingin angkat kaki dari Irian atau Papua. Sehingga berbagai cara digunakan untuk menganggu kedaulatan NKRI dengan menciptakan Bendera Bintang Kejora yang diambil dari Bendera Club Sepak bola Nafri dan dijadikan sebagai bendera bangsa West Papua.



Saksikan live streaming program-program BeritaSatu TV di sini

Sumber: BeritaSatu.com


REKOMENDASI



BERITA LAINNYA


NASIONAL | 20 Januari 2022

NASIONAL | 20 Januari 2022

NASIONAL | 20 Januari 2022

NASIONAL | 20 Januari 2022

NASIONAL | 20 Januari 2022

NASIONAL | 20 Januari 2022

NASIONAL | 20 Januari 2022

NASIONAL | 20 Januari 2022

NASIONAL | 20 Januari 2022

NASIONAL | 20 Januari 2022

BERITA TERPOPULER


#1
Ini Nama Hakim PN Surabaya yang Ditangkap KPK

#2
Berdayakan Masyarakat, SiCepat Raih Apresiasi dari Baznas

#3
OTT KPK di Surabaya Terkait Suap Penanganan Perkara

#4
Pembangunan IKN Butuh The Crazy Government Man Seperti Ahok

#5
Parkir di Malioboro Rp 350.000, Wakil Wali Kota: Pelaku Diproses Hukum

#6
OTT Hakim PN Surabaya, KPK Juga Sita Sejumlah Uang

#7
Bupati Langkat Sempat Kabur Saat OTT KPK

#8
Itama Ranoraya Bidik Penjualan Rp 2 Triliun

#9
Hakim PN Surabaya yang Ditangkap KPK Pernah Vonis Bebas Koruptor APBD

#10
Data Kasus Positif dan Kematian Covid-19 di Jakarta sampai 19 Januari 2022

TERKINI


KESEHATAN | 20 Januari 2022

NASIONAL | 20 Januari 2022

KESEHATAN | 20 Januari 2022

EKONOMI | 20 Januari 2022

BERITA GRAFIK | 20 Januari 2022

BERITA GRAFIK | 20 Januari 2022

NASIONAL | 20 Januari 2022

BERITA GRAFIK | 20 Januari 2022

BERITA GRAFIK | 20 Januari 2022

DUNIA | 20 Januari 2022