Copyright © 2022 BeritaSatu
Allright Reserved

Dubes Norwegia: Dunia Tengah Menghadapi Krisis Sampah

Rabu, 1 Desember 2021 | 09:04 WIB
Oleh : Rully Satriadi / RSAT
Ilustrasi sampah berserakan di pantai.

Jakarta, Beritasatu.com - Duta Besar Norwegia untuk Indonesia, HE Rut Kruger Giverin mengatakan, saat ini dunia tengah menghadapi sejumlah permasalahan besar, seperti krisis iklim dan pandemi Covid-19. Namun, dunia juga tengah menghadapi krisis yang lain, yaitu krisis sampah.

“Untuk dapat berhasil mengatasi permasalahan sampah ini, kita membutuhkan pendekatan komprehensif. Faktanya, sebagian besar sampah di lautan berasal dari daratan," ujar Rut Kruger dalam sambutan pada peluncuran laporan kajian kebijakan pengelolaan sampah yang dilakukan Systemiq secara daring, Selasa (30/11/2021).

Advertisement

Menurut Rut Kruger, pengelolaan sampah yang baik merupakan kunci, dan upaya kita harus melibatkan masyarakat, pemerintah di tingkat lokal dan nasional, serta sektor swasta, sehingga kita dapat mengurangi tingkat kebocoran sampah ke laut.

Laporan kajian yang berjudul “Membangun Tata Kelola yang Kuat dan Pendanaan yang Memadai untuk Mencapai Target-target Pengelolaan Sampah Indonesia” itu disampaikan Deputi Bidang Koordinasi Pengelolaan Lingkungan Hidup dan Kehutanan Kementerian Koordinator Bidang Kemaritiman dan Investasi (Kemenko Marves), Nani Hendiarti.

Acara ini dihadiri sekitar 200 peserta, terdiri dari pejabat pemerintah, termasuk perwakilan kementerian, pemerintah kabupaten/kota, organisasi non-pemerintah, sektor swasta, akademisi, lembaga donor, lembaga pembangunan, dan kedutaan negara asing, serta para pemangku kepentingan terkait lainnya.

Nani menyebutkan dalam kajiannya Systemiq bekerja sama dengan Kemenko Marves, Asosiasi Pemerintah Kabupaten Seluruh Indonesia (Apkasi), Asosiasi Pemerintah Kota Seluruh Indonesia (Apeksi), dan didukung oleh Kedutaan Besar Norwegia di Indonesia,

Kajian kebijakan pengelolaan sampah yang dilakukan Systemiq dilakukan selama kurang lebih 18 bulan, telah berhasil mengidentifikasi akar penyebab dari dua tantangan utama yakni tata kelola dan pendanaan persampahan.

Kajian itu juga telah menentukan faktor-faktor penentu utama untuk mengatasi akar permasalahan untuk mencapai target-target pemerintah khususnya target 70% penanganan sampah di 2025.

Menurut Nani, kajian tersebut melibatkan analisa data dari pembelajaran implementasi di lapangan dalam membangun sistem persampahan di tiga kabupaten di Jawa dan Bali beserta tantangan-tantangan yang dialami.

Selain itu juga ada ulasan ekstensif terhadap berbagai peraturan dan kebijakan terkait pengelolaan sampah, kelembagaan dan pendanaan, analisa sistem pengelolaan sampah di 10 negara yang memiliki ekonomi yang mirip dengan Indonesia, juga konsultasi dan serial FGD terbatas dengan beberapa kementerian, lembaga non-kementerian serta para ahli, praktisi dan akademisi.

Ditambahkan, pengelolaan sampah harus dilakukan dari hulu ke hilir, dimulai dari upaya pengurangan dengan pendekatan 3R (reduce, reuse, recycle), yang pada intinya semaksimal mungkin mengurangi timbunan sampah, sebelum masuk pada upaya penanganannya yang meliputi pemilahan, pengumpulan, pengangkutan, pengolahan, dan pemrosesan akhir.

“Ada pilihan-pilihan teknologi untuk mengolah sampah agar dapat diambil manfaatnya, dengan mengedepankan pendekatan ekonomi sirkular,” ujar Nani dalam keterangan pers yang diterima Beritasatu.com, Rabu (1/11/2021).

“Kami berharap hasil kajian ini dapat dimanfaatkan sebagai salah satu rujukan oleh seluruh pemangku kepentingan bagi pengembangan kebijakan dan kolaborasi bersama dalam pengelolaan sampah baik di pusat maupun di daerah,” sambung Nani.

Ketua Umum Apkasi yang juga menjabat Bupati Dharmasraya, Sutan Riska Tuanku Kerajaan mengatakan, kita semua tentu menyadari bahwa masalah persampahan di Tanah Air sudah menjadi permasalahan yang amat serius. Tidak hanya di tingkat pusat tapi juga menjadi masalah bagi pemerintah daerah.

“Karenanya, kami sangat mendukung upaya semua pihak guna mengatasi persoalan krisis persampahan ini.” katanya.

“Dengan terbitnya laporan hasil kajian kebijakan pengelolaan sampah ini, kami dari Apkasi berharap laporan ini dapat dijadikan referensi bagi rekan-rekan bupati dalam mengelola persampahan di daerah masing-masing, sehingga pemerintah kabupaten dapat memberikan pelayanan yang maksimal kepada masyarakat di bidang persampahan,” tambah Sutan.

Ketua Dewan Pengurus Apeksi yang juga Wali Kota Bogor Bima Arya menambahkan permasalahan persampahan ini juga sudah menjadi permasalahan secara nasional, sehingga sangat diperlukan koordinasi dan kolaborasi yang tepat dan akurat antara pusat dan daerah.

“Kajian ini bukan saja berdasarkan pengalaman dan data-data riil dari implementasi di lapangan tetapi juga menganalisa praktik-praktik terbaik di negara lain, dan temuan-temuan awal dikonsultasikan dengan kementerian, para ahli dan pemangku kepentingan terkait untuk mendapatkan hasil kajian yang komprehensif,” ujar Lincoln Rajali Sihotang, Program Manager Policy and Governance Systemiq.



Saksikan live streaming program-program BeritaSatu TV di sini

Sumber: BeritaSatu.com


BERITA LAINNYA


NASIONAL | 29 Januari 2022

NASIONAL | 29 Januari 2022

NASIONAL | 29 Januari 2022

NASIONAL | 29 Januari 2022

NASIONAL | 29 Januari 2022

NASIONAL | 29 Januari 2022

NASIONAL | 29 Januari 2022

NASIONAL | 29 Januari 2022

NASIONAL | 29 Januari 2022

NASIONAL | 29 Januari 2022

BERITA TERPOPULER


#1
Polda Jabar Tangkap Ketua Umum GMBI

#2
Catat! Robot Trading DNA Pro Dinyatakan Ilegal

#3
Jelang Penutupan, Ini Daftar Transfer Pemain Liga Inggris

#4
Tuan Rumah Piala Dunia Qatar Masukkan Indonesia dalam Daftar Negara Aman

#5
Pengemis Elite di Sampit, Punya Mobil dan Motor Baru

#6
Kawal MotoGP 2022, TNI AL Turunkan Lima Kapal Perang

#7
Kemenkes Terbitkan Sertifikat Vaksin Standar WHO, Ini Cara Mengaksesnya

#8
PP PBSI Panggil 88 Atlet Masuk Pelatnas Cipayung

#9
Satgas Ungkap Penyebab Kasus Covid-19 Naik Signifikan di 3 Provinsi

#10
Sehari Ditemukan 400 Kasus Baru Positif Covid-19 di Depok

TERKINI


DUNIA | 29 Januari 2022

NASIONAL | 29 Januari 2022

NASIONAL | 29 Januari 2022

DUNIA | 29 Januari 2022

NASIONAL | 29 Januari 2022

EKONOMI | 29 Januari 2022

EKONOMI | 29 Januari 2022

OLAHRAGA | 29 Januari 2022

NASIONAL | 29 Januari 2022

DUNIA | 29 Januari 2022