Copyright © 2022 BeritaSatu
Allright Reserved

Unhan Gelar IIDSS Ke-5, Bahas Kerja Sama Hadapi Covid-19

Rabu, 1 Desember 2021 | 19:23 WIB
Oleh : Asni Ovier / AO
Rektor Universitas Pertahanan (Unhan) Laksmana Madya Amarulla Octavian saat membuka Indonesia International Defense Science Seminar (IIDSS) ke-5 secara daring, Senin, 1 Desember 2021.

Bogor, Beritasatu.comUniversitas Pertahanan (Unhan) menyelenggarakan Indonesia International Defense Science Seminar (IIDSS) ke-5 secara daring pada Senin (1/12/2021) dan Selasa (2/12/2021). Di dalam seminar ini dibahas tentang kerja sama militer dalam menghadapi pandemi Covid-19.

Dalam siaran pers Unhan yang diterima Senin (1/12/2021) disebutkan, seminar kali ini merupakan bentuk kerja sama internasional antara Unhan bersama Daniel K Inouye Asia Pacific Center for Security Studies (APCSS), Amerika Serikat.

Seminar internasional dibuka secara resmi oleh Rektor Unhan Laksdya Amarulla Octavian, yang sekaligus menyampaikan paparan sebagai pembicara kunci. Selain itu, hadir pula Direktur DKI APCSS, Rear Admiral (Ret) Peter A Gumataotao, US Navy, yang juga memberikan sambutan dan apresiasi tinggi atas penyelenggaraan seminar internasional ini.

Tema seminar internasional adalah “Calibrating State’s Capabilities toward Effective and Integrated Approaches to Non-Military Defense Threats”. Sebanyak 11 pembicara internasional dari kalangan militer, akademisi, peneliti, dan praktisi mengikuti seminar ini.

“IIDSS membahas secara intens berbagai upaya untuk mengatasi pandemi Covid-19 pada skala nasional, regional, dan internasional. Para pembicara memberikan analisis komprehensif tentang dampak pandemi sebagai bentuk nyata ancaman non-militer, yang harus ditangkal dan ditangani bersama seluruh negara di dunia,” ujar Rektor Unhan Laksdya Amarulla Octavian.

Dikatakan, kerja sama militer juga dapat lebih dioptimalkan untuk menyusun berbagai perangkat dan prosedur baru dalam konteks bio-intelligence, bio-security, dan bio-defence.

“Para ilmuwan memanfaatkan IIDSS untuk memahami berbagai perspektif akademik guna merumuskan instrumen internasional untuk bersatu menghadapi ancaman non-militer tersebut,” ujar Laksdya Octavian.

Dikatakan pula, IIDSS juga menjadi forum ilmiah untuk mengembangkan ilmu pertahanan, terutama bagi Fakultas Kedokteran Militer dan Fakultas Farmasi Militer. Para kadet mahasiswa D3 dan S1 serta mahasiswa S2 dan S3 mendapat kesempatan untuk berperan sebagai steering committee dan organizing committee. Sementara, para dosen Unhan banyak mendapat pandangan ilmiah baru yang dapat dijadikan sebagai topik-topik penelitian selanjutnya.

Seminar internasional dihadiri lebih dari 790 peserta dari perwakilan kementerian, intansi pemerintah, pemerintah daerah, Dewan Ketahanan Nasional (Wantannas), Bakamla, BNPB, BNPT, Basarnas, atase pertahanan, lembaga pendidikan TNI dan Polri, lembaga kesehatan TNI dan Polri, kalangan akademisi dari perguruan tinggi dari dalam negeri dan luar negeri, serta pakar pertahanan keamanan dan pengamat militer.



Saksikan live streaming program-program BeritaSatu TV di sini

Sumber: BeritaSatu.com


BERITA TERKAIT



BERITA TERPOPULER


#1

#2

#3

#4

#5

#6

#7

#8

#9

#10

TERKINI