Copyright © 2022 BeritaSatu
Allright Reserved

Polri Terus Rekrut Personel dari Santri

Kamis, 2 Desember 2021 | 17:34 WIB
Oleh : Bayu Marhaenjati / CAR
Irjen Dedi Prasetyo

Jakarta, Beritasatu.com – Usul dari cendikiawan muslim Ahmad Syafii Maarif atau Buya Syafii yang meminta santri berkualitas direkrut dalam pendidikan Akademi Kepolisian (Akpol) telah dijalankan oleh Polri. Sejak 2017, Polri secara konsisten membuka rekrutmen anggota Polri bersumber dari pesantren, hafiz Al-Qur’an hingga siswa berprestasi agama lainnya.

“Polri dari tahun 2017 sampai dengan saat ini, sudah melaksanakan kegiatan rekrutmen anggota Polri dari perwira sampai bintara yang memiliki latar belakang santri, hafiz Qur’an, juara MTQ dan siswa berprestasi agama lainnya dari berbagai provinsi,” ujar Kadiv Humas Polri Irjen Pol Dedi Prasetyo, Kamis (2/12/2021).

Advertisement

Dedi menyatakan sudah ada puluhan santri dari pesantren yang mengikuti pendidikan, di antaranya 44 santri ikut pendidikan bintara dan 47 pendidikan perwira. Polri juga menerima rekrutmen bintara tahun 2020/2021, kategori hafiz Al-Qur’an sebanyak 55 orang.

Kemudian, Musabaqah Qiroatil Kutub (MQK) sebanyak satu orang dan Musabaqah Mutawatil Quran (MTQ) sebanyak sembilan orang. Dedi menambahkan Polri juga menerima rekrutmen Bintara Berkomptensi Khusus (Bakomsus) agama dari berbagai provinsi total sebanyak 77 orang.

“Sesuai kebijakan Kapolri, pola rekrutmen tersebut akan terus dilaksanakan oleh Polri,” tutur Dedi.

Sebelumnya, Buya Syafi’i memberikan usulan kepada Polri agar merekrut santri berkualitas untuk bergabung dalam pendidikan Akpol. Usulan Buya Syafii lewat video itu diunggah oleh akun Twitter @budhihermanto. Dalam video itu, Buya Syafii menilai rekrutmen santri menjadi polisi akan mempermudah menangani radikalisme.

“Saya Ahmad Syafi'i Ma'arif Salah seorang warga negara yang sudah berusia 80-an. Dengan ini berharap kepada pihak kepolisian, terutama Kapolri dan jajarannya untuk merekrut para santri menjadi Akpol. Tidak usah banyak-banyak,” kata Buya Syafii

“Tujuannya apa? Untuk mendampingi polisi menghadapi kelompok-kelompok yang menyimpang ini. Kelompok-kelompok yang anti-Pancasila, kelompok-kelompok radikal. Itu kalau polisi mengerti agama, mengerti bahasa mereka akan lebih mudah,” imbuh Buya Syafii.



Saksikan live streaming program-program BeritaSatu TV di sini

Sumber: BeritaSatu.com


BERITA TERKAIT



BERITA LAINNYA


NASIONAL | 22 Januari 2022

NASIONAL | 22 Januari 2022

NASIONAL | 22 Januari 2022

NASIONAL | 22 Januari 2022

NASIONAL | 22 Januari 2022

NASIONAL | 22 Januari 2022

NASIONAL | 22 Januari 2022

NASIONAL | 22 Januari 2022

NASIONAL | 22 Januari 2022

NASIONAL | 22 Januari 2022

BERITA TERPOPULER


#1
Update Covid-19: Waspada, Kasus Harian Kembali Tembus 2.000

#2
87 Jemaah Umrah Positif Covid-19, 10 Probable Omicron

#3
Kecelakaan Maut di Balikpapan, Polisi Tetapkan Sopir Truk Tersangka

#4
Seluruh Pulau Berguncang, Letusan Gunung Tonga seperti Bom Atom

#5
Warga Bekasi Minta Pemkot Perbaiki Drainase di Jalan Kemakmuran

#6
Cuaca Ekstrem Berpotensi Landa 21 Wilayah

#7
Kecelakaan Maut di Balikpapan, Banyak Pihak yang Dinilai Bertanggung Jawab

#8
Piala Asia Wanita: Indonesia Dibantai Australia 0-18

#9
Menkes: Waspada Penularan Omicron

#10
Polri: Peralihan Pelat Nomor Kendaraan Hitam ke Putih Tahun 2022

TERKINI


NASIONAL | 22 Januari 2022

GAYA HIDUP | 22 Januari 2022

MEGAPOLITAN | 22 Januari 2022

EKONOMI | 22 Januari 2022

DUNIA | 22 Januari 2022

EKONOMI | 22 Januari 2022

HIBURAN | 22 Januari 2022

GAYA HIDUP | 22 Januari 2022

DUNIA | 22 Januari 2022

NASIONAL | 22 Januari 2022