Copyright © 2022 BeritaSatu
Allright Reserved

Jokowi Sentil Polisi Sowan ke Ormas, Ini Kata Sekjen PDIP

Jumat, 3 Desember 2021 | 21:49 WIB
Oleh : Markus Junianto Sihaloho / FFS
Sekjen DPP PDI Perjuangan (PDIP), Hasto Kristiyanto pada peringatan HUT ke-17 Repdem di Sekolah Partai PDIP, Lenteng Agung, Jakarta Selatan, Jumat, 3 Desember 2021.

Jakarta, Beritasatu.com - Pernyataan Presiden Joko Widodo (Jokowi) yang menyentil kapolda dan kapolres yang kerap sowan ke ormas mendapat tanggapan dari Sekjen DPP PDI Perjuangan (PDIP), Hasto Kristiyanto. Menurut orang kedua di PDIP setelah Ketua Umum Megawati Soekarnoputri itu, pernyataan Presiden Jokowi merupakan bentuk penegasan bahwa Indonesia merupakan negara hukum. Dengan demikian, polisi sebagai aparat penegak hukum, harus berdiri tegak membangun budaya tertib hukum tanpa pandang bulu.

Hal itu disampaikan Hasto menanggapi pertanyaan wartawan usai acara peringatan HUT ke-17 Repdem di Sekolah Partai PDIP, Lenteng Agung, Jakarta Selatan, Jumat (3/12/2021).

Advertisement

“Menurut saya, Presiden Jokowi terus mengingatkan bagaimana budaya hukum tersebut, sebagai penegak hukum tugasnya melakukan tertib hukum tanpa pandang bulu. Itu adalah cambuk yang disampaikan seorang presiden agar seluruh aparat penegak hukum tak perlu takut,” jelas Hasto.

Hasto menegaskan, aparat penegak hukum, dalam hal ini polisi, haruslah berdiri tegak dalam menjalankan tertib hukum tanpa pandang bulu. Hasto mengingatkan asas persamaan di hadapan hukum.

“Siapa pun, dari mana pun, latar belakang apa pun, dari ormas mana pun, selama itu mengganggu ketertiban umum dan kemudian menciptakan hal-hal yang meresahkan kehidupan bersama, maka aparat penegak hukum wajib bertindak tegas,” tegas Hasto.

Untuk itu, insinyur lulusan UGM ini menilai tidak boleh aparat penegak hukum tunduk terhadap berbagai organisasi yang mengatasnamakan representasi masyarakat, tetapi bertindak di luar hukum.

“Sehingga apa yang disampaikan presiden itu menjadi otokritik bagi seluruh aparat penegak hukum, dan kita juga sebagai warga negara, untuk betul betul mengedepankan kehidupan bersama yang menjamin ketentraman bersama,” kata Hasto.

Sebelumnya, Jokowi mewanti-wanti agar jajaran Polri tidak menggadaikan kewibawaan, misalnya dengan melakukan sowan kepada ormas yang sering berbuat keributan.

“Kewibawaan juga jangan hilang dari Polri. Saya sudah lama sekali ingin menyampaikan. Setiap ada kapolda baru, kapolres baru, malah datang kepada sesepuh ormas yang sering membuat keributan. Benar ini,” kata Jokowi saat memberikan pengarahan dalam Apel Kepala Satuan Wilayah (Kasatwil) di Candi Ballroom, Hotel The Apurva Kempinski, Kabupaten Badung, Bali Jumat (3/12/2021).

Jokowi pernah menanyakan kepada pejabat Polri alasan melakukan tindakan tersebut. Jawaban yang diberikan adalah ingin menjaga suasana kondusif kotanya. Namun, Jokowi menilai tindakan itu tidak tepat.

“Saya tanya kepada kapolres, kenapa, bapak melakukan ini, supaya kotanya kondusif. Tapi apakah cara itu betul? Hati-hati jangan menggadaikan kewibawaan dengan sowan kepada pelanggar hukum. Hanya ini saya lihat. Saudara-saudara harus memiliki kewibawaan, Polri harus memiliki kewibawaan,” tegas Jokowi.



Saksikan live streaming program-program BeritaSatu TV di sini

Sumber: BeritaSatu.com


BERITA TERKAIT



BERITA LAINNYA


NASIONAL | 23 Januari 2022

NASIONAL | 23 Januari 2022

NASIONAL | 23 Januari 2022

NASIONAL | 23 Januari 2022

NASIONAL | 23 Januari 2022

NASIONAL | 23 Januari 2022

NASIONAL | 23 Januari 2022

NASIONAL | 23 Januari 2022

NASIONAL | 23 Januari 2022

NASIONAL | 22 Januari 2022

BERITA TERPOPULER


#1
Kemenkes: 2 Pasien Kasus Omicron di Indonesia Meninggal

#2
Polda Metro Bantah Keluarkan Pelat Nomor Polri untuk Arteria Dahlan

#3
Kapolda Sumut: Kapolrestabes Medan Tak Terbukti Terima Suap

#4
Diteriaki Maling karena Ngebut, Kakek 80 Tahun Tewas Dihakimi Massa

#5
Mobil Arteria Dahlan Pakai Pelat Nomor Dinas Polisi, Begini Tanggapan Kompolnas

#6
Mayjen Maruli Simanjuntak, Pangkostrad Termuda dan "Bapak Air"

#7
Ini Susunan Pemain Manchester United vs West Ham

#8
CDC: Vaksin Penguat Pfizer dan Moderna Efektif 90 Persen Lawan Omicron

#9
Update Covid-19: Kasus Positif Harian Tembus 3.000 Kasus

#10
Kasus Covid-19 Naik, Kabupaten Tangerang Siapkan Tempat Isolasi

TERKINI


KESEHATAN | 23 Januari 2022

EKONOMI | 23 Januari 2022

NASIONAL | 23 Januari 2022

POLITIK | 23 Januari 2022

POLITIK | 23 Januari 2022

POLITIK | 23 Januari 2022

DUNIA | 23 Januari 2022

EKONOMI | 23 Januari 2022

EKONOMI | 23 Januari 2022

EKONOMI | 23 Januari 2022