Copyright © 2022 BeritaSatu
Allright Reserved

Rekrutmen TNI-Polri dari Santri Kikis Fitnah Radikalisme

Senin, 6 Desember 2021 | 21:45 WIB
Oleh : Yustinus Paat / JEM
Inisiator Gerakan Nurani Kebangsaan Habib Syakur Ali Mahdi Al Hamid.

Jakarta, Beritasatu.com - Rencana Kepala Staf Angkatan Darat (KSAD) Jenderal TNI Dudung Abdurrachman merekrut santri menjadi prajurit TNI, patut didukung. Selain TNI, Polri juga telah melakukan rekrutmen anggota Polri yang bersumber dari pesantren, hafiz Alquran, hingga siswa berprestasi dalam ilmu agama lainnya, sejak 2017 lalu.

Advertisement

Inisiator Gerakan Nurani Kebangsaan Habib Syakur Ali Mahdi Al Hamid mengatakan, santri merupakan potensi besar bagi bangsa dan negara yang perlu dioptimalkan. Selain itu, rencana ini juga sebagai upaya mengikis fitnah-fitnah miring yang ditujukan terhadap pesantren-pesantren.

"Ini juga sekaligus menghilangkan fitnah yang secara berkala, terang-terangan mengatakan pesantren itu dijadikan sarang radikal. Ini kan fitnah yang keji. Padahal, sangat banyak pesantren-pesantren yang mengajarkan nasionalisme, mengajarkan cinta tanah air dan bangsa," kata Habib Syakur dalam keterangannya, Senin (6/12/2021).

Menurut Habib Syakur, selama ini masyarakat terkesan melupakan fungsi dan peran besar dari pesantren. Sejak zaman sebelum dan sesudah kemerdekaan, hingga saat ini, fungsi dan peran pesantren sangat besar dalam menjaga keutuhan anak bangsa.

"Propaganda kelompok pemuja khilafah dan wahabi cukup masif. Terlebih mereka, diduga telah banyak mendirikan pendidikan berbasis islam. Seharusnya, kurikulum mereka ini yang perlu diawasi secara ketat," ungkap dia.

Pasalnya, kata Habib Syakur, dari segelintir pesantren didirikan pemuja khilafah, patut diduga merusak nama pesantren secara umum, yang selama ini kontribusinya pada bangsa dan negara tidak perlu diragukan lagi. Menurut dia, kurikulum pesantren tersebut umumnya sangat berbeda dari kurikulum pesantren-pesantren di Indonesia.

Kendati demikian, Habib Syakur memastikan, sangat banyak pesantren-pesantren di Indonesia yang mengajarkan nasionalisme, cinta tanah air dan bangsa serta pesantren yang khusus mengkaji masalah ke-islaman di Indonesia.

"Saya sarankan semua lulusan santri sangat baik apabila diikutkan dalam pelatihan dan pendidikan oleh TNI-Polri. Karena, bila hanya menjadi personil TNI-Polri saja sangat disayangkan mereka memutuskan keilmuannya," tandas dia.

Menurut Habib Syakur, merupakan hal yang positif jika seluruh tamatan pesantren dididik oleh TNI-Polri. Ketika para santri ini dikembalikan ke basisnya, maka mereka menjadi pendakwah yang mengayomi dan mampu memecahkan sebuah masalah di tengah masyarakat baik secara sosiologis mapun antropologis.

"Jadi, setelah ikut pendidikan, mereka kembali lagi ke komunitasnya yaitu ke pesantren, ke masjid, sebagai pengayom umat. Saya rasa, kalau ini berjalan secara berkala, otomatis 80% radikalisme dan intoleran tidak lagi berkembang," pungkas dia.



Saksikan live streaming program-program BeritaSatu TV di sini

Sumber: BeritaSatu.com


BERITA TERKAIT



BERITA LAINNYA


NASIONAL | 22 Januari 2022

NASIONAL | 22 Januari 2022

NASIONAL | 22 Januari 2022

NASIONAL | 22 Januari 2022

NASIONAL | 22 Januari 2022

NASIONAL | 22 Januari 2022

NASIONAL | 22 Januari 2022

NASIONAL | 22 Januari 2022

NASIONAL | 22 Januari 2022

NASIONAL | 22 Januari 2022

BERITA TERPOPULER


#1
Update Covid-19: Waspada, Kasus Harian Kembali Tembus 2.000

#2
87 Jemaah Umrah Positif Covid-19, 10 Probable Omicron

#3
Seluruh Pulau Berguncang, Letusan Gunung Tonga seperti Bom Atom

#4
Warga Bekasi Minta Pemkot Perbaiki Drainase di Jalan Kemakmuran

#5
Cuaca Ekstrem Berpotensi Landa 21 Wilayah

#6
Kecelakaan Maut di Balikpapan, Banyak Pihak yang Dinilai Bertanggung Jawab

#7
Polri: Peralihan Pelat Nomor Kendaraan Hitam ke Putih Tahun 2022

#8
Piala Asia Wanita: Indonesia Dibantai Australia 0-18

#9
Menkes: Waspada Penularan Omicron

#10
Kasus Covid-19 Kota Bogor Bertambah 2 Kali Lipat

TERKINI


MEGAPOLITAN | 22 Januari 2022

GAYA HIDUP | 22 Januari 2022

DUNIA | 22 Januari 2022

NASIONAL | 22 Januari 2022

GAYA HIDUP | 22 Januari 2022

MEGAPOLITAN | 22 Januari 2022

EKONOMI | 22 Januari 2022

DUNIA | 22 Januari 2022

EKONOMI | 22 Januari 2022

HIBURAN | 22 Januari 2022