Copyright © 2022 BeritaSatu
Allright Reserved

Jaksa KPK Dalami 81 Bidang Tanah Milik Eks Pejabat Pajak

Selasa, 7 Desember 2021 | 22:16 WIB
Oleh : Fana F Suparman / FFS
Direktur Pemeriksaan dan Penagihan Ditjen Pajak periode 2016-2019 Angin Prayitno Aji (tengah) digiring petugas usai konfrensi pers di gedung KPK, Jakarta, Selasa, 4 Mei 2021.

Jakarta, Beritasatu.com - Jaksa penuntut Komisi Pemberantasan Korupsi (KPK) mendalami puluhan bidang tanah yang diduga milik mantan Direktur Pemeriksaan dan Penagihan Direktorat Jenderal Pajak (DJP) Kemenkeu, Angin Prayitno Aji. Sebanyak 81 bidang tanah yang tersebar di berbagai daerah itu diduga dibeli Angin Prayitno dengan menggunakan nama orang lain.

Pendalaman mengenai aset tanah milik Angin ini didalami jaksa KPK melalui seorang saksi bernama Fatoni yang dihadirkan dalam sidang perkara dugaan suap pengurusan pajak dengan terdakwa Angin Prayitno di Pengadilan Tipikor Jakarta, Selasa (7/12/2021).

Advertisement

Fatoni merupakan rekan Angin Prayitno. Angin diduga mencatut nama Fatoni dan keluarganya untuk membeli puluhan tanah tersebut.

"Ini banyak banget tanahnya 81 bidang, ini ada yang Bandung, Tangsel, Bogor, DIY, saudara enggak tanya kenapa harus menggunakan Fatoni dan keluarga?," tanya jaksa KPK kepada Fatoni dalam persidangan.

"Saya belum pernah tanya, kalau disuruh ya nurut saja," jawab Fatoni.

Fatoni mengaku kerap diminta bantuan untuk membeli tanah atas nama dirinya oleh Angin Prayitno sejak 2016. Fatoni mengaku memenuhi permintaan itu karena sudah kenal Angin Prayitno sejak lama. Angin, kata Fatoni, juga kerap membeli batu permata yang dijualnya.

"Alasannya kan sering jual beli batu permata, di samping itu pak Angin minta tolong urus jual beli tanah atas nama saya," ungkap Fatoni.

Jaksa curiga dengan alasan Fatoni. Jaksa kemudian mengonfirmasi Fatoni soal alasan Angin membeli tanah dengan menggunakan nama orang lain. Jaksa juga mendalami proses pembayaran sejumlah bidang tanah yang dibeli Angin ke Fatoni.

"Dari pembayaran, dari mana sumber duit dari mana?," tanya jaksa.

"Kan saya kalau mau pembayaran saya datang ke rumah Pak Angin, langsung cash. tapi enggak sekaligus, bertahap," jawab Fatoni.

Fatoni juga mengungkap seluruh surat tanah yang dibeli atas namanya langsung dipegang oleh Angin Prayitno. Fatoni mengeklaim tidak pernah tahu-menahu soal surat atau sertifikat tanah yang dibeli Angin atas namanya.

"Saya cuma antar transaksi pembayaran, kepengurusan saya enggak tahu. Saya enggak pernah lihat suratnya. Jadi, kalau pembayaran dan surat selesai saya serahkan semua ke Angin," katanya.

Diberitakan, jaksa mendakwa Angin Prayitno Aji dan mantan Kepala Sub Direktorat Kerja Sama dan Dukungan Pemeriksaan DJP, Dadan Ramdani menerima suap sebesar Rp15 miliar dan SGD 4 juta atau setara sekitar Rp 42 miliar. Jika dikalkulasikan, total suap yang diduga diterima para pejabat pajak tersebut sekira Rp 57 miliar.

Mereka didakwa menerima suap tersebut dari tiga konsultan dan seorang kuasa pajak, yakni, Veronika Lindawati selaku kuasa dari PT Bank Panin; Agus Susetyo selaku konsultan pajak PT Jhonlin Baratama; serta Ryan Ahmad Ronas dan Aulia Imran Magribi selaku konsultan pajak dari PT Gunung Madu Plantations.

Suap itu diterima Angin dan Dadan bersama-sama dengan pejabat pajak lainnya yakni, Wawan Ridwan; Alfred Simanjuntak; Yulmanizar; dan Febrian.



Saksikan live streaming program-program BeritaSatu TV di sini

Sumber: BeritaSatu.com


REKOMENDASI



BERITA LAINNYA


NASIONAL | 17 Januari 2022

NASIONAL | 16 Januari 2022

NASIONAL | 16 Januari 2022

NASIONAL | 16 Januari 2022

NASIONAL | 16 Januari 2022

NASIONAL | 16 Januari 2022

NASIONAL | 16 Januari 2022

NASIONAL | 16 Januari 2022

NASIONAL | 16 Januari 2022

NASIONAL | 16 Januari 2022

BERITA TERPOPULER


#1
Hindari Ancaman Tsunami, Raja Tonga Dievakuasi

#2
Kabar Baik! Jokowi Setujui Perpanjangan PPnBM Mobil

#3
Akibat Letusan Gunung di Tonga, Pantai Jepang Dihantam Tsunami

#4
Pelabuhan Kedindi Reo Dinilai Layak Jadi Pelabuhan Export Terbesar Kedua di NTT

#5
Setelah Omicron, Ilmuwan Prediksi Akan Ada Varian yang Lebih Mengkhawatirkan

#6
Mengenal NFT dan Cara Menjualnya di Opensea

#7
Kapolda Buka Balap Jalanan di Ancol

#8
Lansia Dapat Disuntik Vaksin Booster Tanpa Tiket Undangan dari PeduliLindungi

#9
KPU Usulkan Pemilu 21 Februari 2024

#10
Kepala Jordan Terkena Lemparan Suporter, Real Betis vs Sevilla Dihentikan

TERKINI


KESEHATAN | 17 Januari 2022

BOLA | 17 Januari 2022

NASIONAL | 17 Januari 2022

EKONOMI | 17 Januari 2022

NASIONAL | 16 Januari 2022

OLAHRAGA | 16 Januari 2022

OLAHRAGA | 16 Januari 2022

OLAHRAGA | 16 Januari 2022

NASIONAL | 16 Januari 2022

NASIONAL | 16 Januari 2022