Copyright © 2022 BeritaSatu
Allright Reserved

Jangan Tergesa-gesa Buka Sekolah dengan Kapasitas Normal

Selasa, 7 Desember 2021 | 22:33 WIB
Oleh : Maria Fatima Bona / WM
Ilustrasi pembelajaran tatap muka.

Jakarta, Beritasatu.com - Koordinator Nasional Perhimpunan Pendidikan dan Guru (P2G) Satriwan Salim mengingatkan Kementerian Pendidikan, Kebudayaan, Riset dan Teknologi (Kemendikbudristek) untuk tidak tergesa-gesa dan mempertimbangkan kembali rencana pembukaan sekolah dengan kapasitas normal pada Januari 2022.

Advertisement

“Rencana ini rasanya sangat tergesa-gesa, mengingat negara lain sedang mengalami kenaikan kasus Covid-19. Apalagi ada varian Omicron yang daya tular lebih cepat dari varian sebelumnya,” kata Satriwan saat dihubungi Beritasatu.com, Selasa (7/12/2021).

Satriawan menilai, rencana Kemendikbudristek terlalu prematur tanpa kalkulasi risiko yang jelas dari peningkatan kapasitas siswa menjalankan pembelajaran tatap muka (PTM) terbatas.

Dikatakan Satriwan, meski vaksinasi pelajar 12-17 tahun serta vaksinasi guru sudah mencapai 85% secara nasional, namun tetap perlu mengantisipasi penularan Covid-19 akibat varian baru.

Untuk itu, Satriwan mengaku pihaknya sangat khawatir jika pemerintah memberlakukan kebijakan sekolah normal pada Januari 2022 mendatang. Pasalnya, P2G menerima laporan dari jaringan guru P2G daerah bahwa banyak terjadi pelanggaran protokol kesehatan (prokes) oleh siswa termasuk guru ketika pulang sekolah.

“Ketika pulang sekolah sudah tak pakai masker, berkerumun, tak jaga jarak. Jadi aktivitas masyarakat sudah tampak normal seperti tahun 2019. Fakta ini terjadi karena pengawasan sangat lemah dari aparat daerah, ditambah minimnya teladan taat prokes dari masyarakat umum," ujarnya.

Untuk itu, lanjut Satriawan, P2G berharap masyarakat umum menegur sebagai kontrol sosial jika ada siswa yang melanggar prokes sepulang sekolah. Dalam hal ini, jangan didiamkan atau dibiarkan saja dan orang tua harus memberikan teladan peduli terhadap prokes anak.

Selanjutnya, ketika ditanya kesiapan guru kembali menggelar PTM dengan kapasitas normal, Satriwan menegaskan, anggota P2G selalu siap menjalankan kebijakan pemerintah dengan syarat pemerintah daerah (pemda) harus mengawasi pelaksanaan prokes di sekolah dan ketika siswa kembali ke rumah.

Selain itu, guru dan siswa wajib melakukan swab test acak secara berkala untuk mengantisipasi klaster PTM dan melakukan pemetaan perkembangan kesehatan warga sekolah dengan dengan biaya ditanggung pemda

Menurut Satriwan, dengan kondisi kasus Covid-19 masih belum terkendali dan munculnya varian baru, semestinya pemerintah mengoptimalkan opsi hybrid learning atau pembelajaran campuran antara luar jaringan (luring) dan dalam jaringan (daring). Pasalnya, PTM terbatas yang diterapkan selama ini tidak optimal dimanfaatkan oleh guru dan sekolah.

“Banyak sekolah minim fasilitas pendukung dan kompetensi guru yang belum terlalu menunjang metode tersebut. Mestinya Kemendikbudristek dan pemerintah daerah memaksimalkan pola hybrid learning ini,” ucapnya.

Dikatakan Satriwan, metode tersebut dapat menjadi solusi pendidikan jangka panjang dan efektif mencegah learning loss (kehilangan belajar).

Learning loss adalah istilah yang mengacu pada hilangnya pengetahuan dan keterampilan baik secara umum atau spesifik, atau terjadinya kemunduran proses akademik karena suatu kondisi tertentu.

“Selama ini yang ditakutkan Kemdikbudristek ancaman learning loss, kenapa terjadi? Iya, karena kita belum punya grand design metode pembelajaran jarak jauh yang efektif, akhirnya coba-coba saja,” katanya.



Saksikan live streaming program-program BeritaSatu TV di sini

Sumber: BeritaSatu.com


REKOMENDASI



BERITA LAINNYA


NASIONAL | 17 Januari 2022

NASIONAL | 16 Januari 2022

NASIONAL | 16 Januari 2022

NASIONAL | 16 Januari 2022

NASIONAL | 16 Januari 2022

NASIONAL | 16 Januari 2022

NASIONAL | 16 Januari 2022

NASIONAL | 16 Januari 2022

NASIONAL | 16 Januari 2022

NASIONAL | 16 Januari 2022

BERITA TERPOPULER


#1
Hindari Ancaman Tsunami, Raja Tonga Dievakuasi

#2
Akibat Letusan Gunung di Tonga, Pantai Jepang Dihantam Tsunami

#3
Kabar Baik! Jokowi Setujui Perpanjangan PPnBM Mobil

#4
Pelabuhan Kedindi Reo Dinilai Layak Jadi Pelabuhan Export Terbesar Kedua di NTT

#5
Setelah Omicron, Ilmuwan Prediksi Akan Ada Varian yang Lebih Mengkhawatirkan

#6
Mengenal NFT dan Cara Menjualnya di Opensea

#7
Kapolda Buka Balap Jalanan di Ancol

#8
Lansia Dapat Disuntik Vaksin Booster Tanpa Tiket Undangan dari PeduliLindungi

#9
KPU Usulkan Pemilu 21 Februari 2024

#10
Kepala Jordan Terkena Lemparan Suporter, Real Betis vs Sevilla Dihentikan

TERKINI


KESEHATAN | 17 Januari 2022

BOLA | 17 Januari 2022

NASIONAL | 17 Januari 2022

EKONOMI | 17 Januari 2022

NASIONAL | 16 Januari 2022

OLAHRAGA | 16 Januari 2022

OLAHRAGA | 16 Januari 2022

OLAHRAGA | 16 Januari 2022

NASIONAL | 16 Januari 2022

NASIONAL | 16 Januari 2022